
Siluman Bunga Mawar itu kemudian segera bangun dia menatap Changyi dengan pandangan penuh dengan kebencian.
"Hehehe..Kau Tidak akan pernah bisa menyelamatkan Penduduk Desa yang terkena racun ku!, lebih baik kalian tidak ikut campur dalam urusan ku!." Bentak Siluman Bunga Mawar itu.
"Hmm kami tidak suka di perintah oleh siluman jelek seperti dirimu!." Ucap Haili dengan kesal.
Kemudian Geisya menatap langit matahari sudah terlihat di bibir langit.
"Lakukan ini dengan cepat, kita tidak punya banyak waktu."
Kemudian Changyi dan Haili menganggukkan kepala mereka sekali tanpa pikir panjang mereka menyerang Siluman Bunga Mawar itu. Changyi menyerang dari depan sedangkan Haili menyerang di bagian belakang.
__ADS_1
"Geisya cepat pergi dari sini, selamatkan Penduduk Desa." Ucap Changyi sambil melirik Geisya yang berada di samping nya.
Gadis itu menatap Changyi kemudian dia menganggukkan kepala nya Geisya dan Diego segera pergi meninggalkan tempat itu. Siluman Ular yang sedang menghadapi Changyi dan Haili kemudian, menatap Geisya yang akan pergi untuk menyembuhkan para penduduk.
"Tidak ada yang boleh pergi dari tempat ini!."
Tiba-tiba dari dalam tanah sebuah tumbuhan mawar yang sangat besar melilit tubuh Geisya dengan sangat kuat. Gadis itu sangat terkejut kemudian, dia mencoba untuk menyelamatkan diri namun semakin dia bergerak semakin erat tumbuhan itu mengikat nya.
Changyi memperhatikan Geisya yang tengah berada dalam kesulitan, dia mencoba untuk menyelamatkan nya namun Siluman Bunga Mawar terus saja menghalangi Changyi yang akan membantu Geisya.
"Tidak, aku tidak boleh menyerah seperti ini, aku harus berusaha menyelamatkan diriku sendiri dan membantu mereka semua." Dalam benak nya.
__ADS_1
Gadis itu kemudian terus berusaha untuk menyelamatkan diri nya sendiri dengan terus menggerakan tangan kanan nya yang tengah menggenggam sebuah pedang, tak lama cahaya berwarna Oranye ke emasan keluar dari tanaman itu. Dan tak lama Geisya menebaskan pedang nya pada tumbuhan berduri, dengan cepat dia memotong tangkai dari bunga mawar kemudian dia menatap Diego yang berada di samping nya betapa terkejut nya dia melihat hewan itu sudah berselimutkan darah.
"Diego!, kau.. kau pembunuh!." Bentak Geisya dengan sangat marah.
Kemudian Geisya menggenggam pedang nya dengan sangat erat. Siluman Bunga Mawar itu kemudian, memperhatikan Geisya yang merasa sangat marah.
"Haha, aku ini semakin menarik untuk diriku, hei dan kau pria berbaju hijau apa kau tau ke dua orang tua mu itu mati karena terkena racun ku hahaha. Bagaimana hebat sekali kan diriku ini, sudah aku tidak perlu pujian dari mu." Ucap siluman bunga itu dengan pandangan sangat puas.
Haili dan Changyi terkejut mereka tidak menyangka, kematian misterius yang di alami oleh ke dua orang tua Haili itu sebenarnya ulah dari siluman bunga mawar, Changyi menatap Haili yang berada di samping nya pria itu terlihat tidak sangat baik.
"Jadi, Kau Tidak pantas mendapat ampun dari ku dasar Siluman rendah. Matilah kau!." Bentak Haili dengan pandangan penuh kebencian.
__ADS_1
Dengan cepat mereka bertiga menyerang Siluman itu meskipun tubuh mereka sudah terluka cukup parah. Namun, sebuah ketidak terimaan itu lah yang membuat mereka harus membunuh Siluman Bunga Mawar.