Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 40


__ADS_3

Changyi memperhatikan Haili dan Diego yang menertawakan nya. Kemudian, dia menatap Geisya yang tengah berada di depan nya.


"Sakit." Ucap Changyi sambil terus memegangi kepala nya.


Geisya, kemudian memandang Changyi dengan tatapan dingin dan cuek.


"Dasar Gadis Es, apa kau tau menurut para ahli jika seseorang yang memasang wajah dengan cuek dan dingin maka dia akan cepat terlihat tua, akan banyak keriputan di sekitar wajah mu itu." Ucap Pria itu dengan terus menggoda Geisya.


"Oh ya? lalu mengapa kau tidak menjadi seorang Dokter Kecantikan saja, dan satu lagi aku tidak suka dengan tampang mu itu. Kau lebih pantas menggunakan wajah Rubah, hmm, itu terlihat sangat imut dan lucu untuk mu." Dengan sedikit kesal Geisya membalas ejekan Changyi terhadap nya.


"Wah wah wah benar juga kata mu, jika aku merubah nya mungkin kau akan terus memeluk ku, mencium i wajah ku yang sangat imut itu dan kau Diego akan segera di lupakan oleh Geisya."

__ADS_1


Geisya terlihat sangat jengkel terhadap Changyi yang terus menerus menggoda dirinya, begitu juga dengan diego dan Haili yang berada di tengah tengah mereka. Sungguh sangat tersiksa dia seperti tidak terlihat oleh mereka.


"Changyi apa yang sebenarnya sudah terjadi pada dirimu?, apakah karena kau sudah terlalu lama sendiri jadi nya kau merasa sangat tertekan, sungguh kasihan pria ini ternyata benar benar membutuhkan seorang wanita di sisi nya."Dalam benak Haili.


"Apa kau sakit?." Ucap Geisya dengan merasa sangat aneh terhadap pria itu.


Kemudian Changyi teringat dengan tujuan nya semula yang akan menyembuhkan para Penduduk Desa. Pria itu kemudian, melirik Geisya sekilas dan berjalan meninggalkan mereka semua yang tengah menatap Changyi dengan aneh.


"Apa yang sedang kalian lakukan?, cepat lah sedikit waktu kita tidak lah banyak. Jangan hanya terus berbicara saja."


Geisya, Haili dan Diego menatap Changyi dengan terkejut. Pria itu lah yang menunda nunda waktu mereka hingga terbuang cukup banyak. Namun, sekarang dia berkata bahwa mereka bertiga lah yang sedari tadi terus berbicara."

__ADS_1


Geisya kemudian memandang Haili yang juga mantap dirinya. Pria itu hanya tersenyum tipis dan menggaruk-garuk rambut nya dengan tangan.


"Ikuti dia." Ucap Geisya sambil berjalan mengikuti Changyi yang sudah berjalan jauh di depan nya.


Kemudian Changyi menghentikan langkah nya sejenak, dia terus memperhatikan beberapa tubuhan yang berada di sepanjang jalan. Haili yang berada di belakang pria itu kemudian, menghentikan langkah nya.


"Ada apa Changyi?." Tanya Haili sambil memandang Changyi yang berada di depan nya.


Geisya juga Diego segera menghentikan langkah mereka dan menatap Changyi. Pria itu kemudian, mengangkat jari telunjuk nya ke atas langit sebuah cahaya berwarna putih mengelilingi tangan nya. Kemudian dia mengarahkan jari nya itu tepat di depan nya, tiba-tiba Siluman Bunga Mawar terjatuh dengan mengeluarkan darah dari mulut nya.


"Menggunakan kekuatan Shikuretto?. Yang dapat menyamar menjadi apapun? Hem tidak di sangka sedari tadi kau menyamar menjadi sebuah bunga, pantas saja Haili tidak menemukan mu. Teman-teman kita serang dia!." Ucap Changyi sambil mengeluarkan kekuatan nya.

__ADS_1


Geisya dan Changyi menganggukkan kepala segera mereka juga mengeluarkan kekuatan, singa milik Geisya tiba-tiba meraung dengan cukup keras, cahaya yang sangat besar mengelilingi tempat itu.


__ADS_2