
Geisya menatap pria itu, dia sedikit tersenyum memandang Changyi yang berada di depan nya.
"Terimakasih, sebenarnya tujuan ku mengembara adalah untuk menemukan pedang jiwa yang kekuatan nya dapat mengalahkan apapun. Namun sampai saat ini aku belum berhasil menemukan keberadaan pedang itu, kau tau ke dua orang tua ku sedang berada dalam masalah, jika aku tidak segera membantu nya mungkin aku akan benar benar kehilangan mereka."
Changyi memperhatikan Geisya yang terlihat sangat sedih.
"Kau mempertaruhkan nyawa mu sendiri demi menyelamatkan ayah ibu mu , bahkan kau saja tidak tau dimana keberadaan pedang jiwa itu. Itu sama hal nya kau sedang mencari anting di dalam tumpukkan jarum."
Geisya sedikit tersenyum memandang changyi yang menasehati nya itu.
"Hm, kau pasti memiliki keluarga, jika keluarga mu mendapat masalah pasti nya kau akan mencoba untuk membantu nya bukan, dengan cara apapun itu kau pasti juga akan mengusahakan segala cara untuk menyelamatkan keluarga mu itu bukan?. meskipun apa yang aku ingin kan ini terdengar mustahil namun aku akan tetap mencari pedang itu untuk menyelematkan keluarga ku."
Changyi memandang Geisya yang sangat berharap untuk mendapatkan pedang jiwa milik nya.
__ADS_1
"Apakah menurut mu hanya karena sebuah legenda kau langsung mempercayai bahwa pedang itu akan sangat membantu mu?, menurut ku yang dapat membantu keluarga mu adalah kau sendiri dengan kekuatan mu tanpa pedang jiwa itu pun jika kau percaya dapat menyelamatkan keluarga mu aku yakin saat ini kau sudah bersama dengan mereka."
Geisya memandang Changyi dia mulai memikirkan ucapan dari pria itu.
"Mungkin saja jika aku memiliki kekuatan yang sama dengan pedang jiwa itu. Apapun aku akan melakukan apapun untuk menyelamatkan ayah dan ibu ku."
Pria itu mendekat i Geisya yang berada di depan nya itu. Changyi menyentuh rambut gadis itu dengan lembut sambil memasang wajah yang di hiasi dengan senyuman di bibir nya.
"Aku saran kan untuk tidak lagi mencari pedang jiwa itu berada, pikir kan kondisi mu sebaik nya kau mengasah kembali kekuatan mu itu. Aku yakin tanpa pedang jiwa kau mampu menyelamatkan ayah dan ibu mu."
"Bisakah kau melatih ku, aku lihat kau bukan hanya pria biasa. Namun kau memiliki kekuatan yang sangat luar biasa, pada saat aku berada di dalam hutan kau yang membantu ku, dan sekarang kau membantu ku lagi, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan untuk membalas kebaikan mu. Terimakasih Changyi."
"Besok aku akan melatih mu, sama sama."
__ADS_1
Mereka saling memandang, di bawah langit yang bertaburan bintang tak lama haili mengagetkan meraka. Geisya menatap Haili dengan sedikit tersenyum.
Changyi melepaskan tangan nya yang menyentuh kepala Geisya, dan membalikkan tubuh untuk menatap Haili yang berada di belakang nya.
"Ada apa dengan kalian?."
Haili memandang ke dua orang itu yang agak terlihat aneh.
"Tidak ada, oh ya apakah kalian tidak memiliki tempat tinggal?." Tanya Geisya sambil memandang Haili dan Changyi.
Changyi berjalan sedikit menjauh dari Geisya dia menatap tempat itu.
"Tidak, kami sedari dulu hanya tinggal di sini."
__ADS_1
Geisya memikirkan sesuatu dalam benak nya "Jika mereka sedari dulu sudah tinggal di sini lalu Dimana keluarga mereka?."