
Saat di perjalanan Geisya masih memikirkan tentang Burung-burung yang terbang dengan cepat meninggalkan sarang nya itu.
Tak lama dia kembali ke tempat nya. Changyi dan Haili yang terbaring di atas rumput. Sudah merasa sangat haus.
Gadis itu berjalan untuk mendekati Changyi dan Haili. Kemudian, dia memberikan segelas air kepada teman teman nya itu.
Dengan cepat Changyi mengambil air yang berada di dalam cangkir yang Geisya berikan kepada nya.
"Terimakasih." Ucap Changyi.
Haili melirik Changyi yang begitu sangat tidak sabaran untuk mengambil air itu.
Setelah Changyi meminum nya, sisa air yang berada di dalam cangkir bambu.
Segera dia berikan kepada Haili.
Haili mengambil nya segera dan meminum sisa air itu.
__ADS_1
Geisya memperhatikan ke dua teman nya. Lalu dia menceritakan apa yang sudah di lihat nya di Sungai tadi.
Kepada Changyi dan Haili.
"Hmm, tadi di Sungai aku melihat segerombolan Burung yang keluar dari sarang nya, seperti nya ada sesuatu hal yang buruk tengah terjadi di suatu tempat yang tidak jauh dari sini." Ucap Geisya sambil duduk di samping Haili.
Ke dua pria itu, kemudian memandang Geisya. Dengan tatapan serius Changyi kemudian bangun dari tidur nya.
"Dari arah mana burung burung itu berasal ?." Ucap Changyi sambil melirik geisya yang berada di samping Haili.
Gadis itu kemudian, memutarkan pandangan nya ke arah barat.
Kemudian Changyi segera berdiri dan dia sedikit melirik ke arah Geisya dan Haili. Ke dua teman nya itu hanya memandang Changyi yang berdiri sambil membelakangi mereka.
"Kita harus pergi ke arah sana, aku yakin Burung-burung itu pergi karena merasakan suatu bahaya." Ucap Changyi.
Geisya dan haili segera bangun dari duduk mereka. Kemudian, Geisya berjalan mendekat i tubuh Changyi.
__ADS_1
"Baiklah, oh ya air di dalam cangkir itu apakah masih tersisa?." Ucap Geisya sambil memandang Haili yang berada di belakang nya.
Haili melirik Geisya kemudian dia memberikan cangkir yang berada di genggaman nya.
"Kau tidak berkata padaku jika kau belum meminum nya?, ini masih tersisa sedikit." Ucap haili.
Geisya mengambil cangkir itu dari tangan Haili. Kemudian, dia meminum air yang masih tersisa. Setelah dia meneguk nya sampai habis, cangkir bambu itu dia jatuhkan ke bawah.
Changyi dan Haili memandang Geisya. Kemudian, mereka segera berjalan untuk mencari tau apa yang tengah terjadi di suatu tempat yang berada di arah barat.
Beberapa lama kemudian tidak terasa hari sudah semakin gelap. Matahari yang berada di langit perlahan lahan tenggelam. Mereka sudah cukup lama berjalan, namun mereka belum juga keluar dari dalam hutan dan menemukan pemukiman warga.
"Huh, sudah sedari tadi kita berjalan, namun hutan ini cukup luas juga ya?." Ucap Changyi yang menghentikan langkah nya.
Geisya menatap Changyi yang sudah mulai kelelahan. Dia juga merasakan hal yang sama. Kemudian mereka memutuskan untuk istirahat sejenak di tempat itu, Geisya membalikkan tubuh nya dan duduk di bawah pohon yang berada di belakang nya.
Gadis itu menyandarkan tubuh nya di bawah pohon besar. Changyi yang menatap Geisya lalu dia berjalan mendekat i Geisya dan duduk di samping gadis itu.
__ADS_1
Haili menatap ke dua teman nya yang terlihat sangat kelelahan. Akhirnya pria itu memutuskan untuk mengambil kayu bakar untuk membuat Api Unggun. Karena cuaca semakin gelap dan dingin sampai menusuk tulang.