
Setelah pria itu sudah sembuh geisya dan Changyi berencana untuk menyembuhkan warga lain yang juga terkena racun dari Siluman Bunga Mawar, mereka kemudian berpamitan terlebih dahulu kepada keluarga kecil itu.
"Tuan, Nyonya kami harus segera menyembuhkan penduduk yang lain." Ucap Changyi sambil memperhatikan keluarga kecil itu.
Kemudian pria yang tengah berangkulan dengan anak juga isteri nya itu. Memandang Changyi dan Geisya sebelum mereka mempersilahkan ke dua orang itu untuk pergi isteri dari pria itu, berbicara kepada Geisya dan Changyi.
"Tuan dan nona jika kalian telah selesai menyembuhkan para penduduk, kembali lah kemari kami akan menerima kalian dengan senang hati."
Geisya memandang isteri dari Pria itu kemudian dia sedikit tersenyum kepada nya.
"Terimakasih, namun kami tidak bisa berlama lama di tempat ini ada hal lain yang sedang kami cari, jadi mohon maaf kami menolak permintaan nyonya."
Isteri dari Pria itu kemudian memandang Geisya dan Changyi yang menolak penawaran nya itu.
__ADS_1
"Oh jadi begitu, maaf saya tidak tau. Tetapi sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak atas bantuan dari Nona dan Tuan ,dan semoga apa yang kalian tengah cari itu segera kalian dapatkan."
Geisya dan Changyi kemudian membalas ucapan dari isteri pria itu dengan serentak.
"Terimakasih."
Akhir nya ke dua orang itu pergi meninggalkan rumah salah satu Penduduk Desa. Geisya dan Changyi segera keluar dari dalam rumah. Kemudian, Geisya melihat Haili tengah duduk di teras rumah dengan mengelus elus tubuh Diego yang tertidur di tubuh pria itu. Gadis itu menyentuh pundak haili dengan agak terkejut pria itu kemudian membalikkan kepala nya.
Geisya hanya menganggukkan kepala nya kemudian Changyi yang berada di samping gadis itu tiba-tiba menjawab tanya dari haili.
"Hmm, belum semua masih banyak warga yang harus kita bantu, lalu setelah semua selesai kita juga harus cepat pergi meninggalkan desa ini sebelum para Siluman itu kembali muncul."
Saat mendengar ucapan dari Changyi hewan besar itu terbangun dari tidur nya dia menguap dan segera mengibas ngibaskan rambut kuning nya itu. Geisya memperhatikan hewan nya yang sudah terbangun dari tidur nya.
__ADS_1
"Bagus, kau juga sudah terbangun dari tidur mu hmm apa kau sudah siap kita akan memulai perjalanan yang sangat panjang lagi?."
Singa yang bertubuh besar itu. Membusungkan dada nya kemudian dia meraung, itu adalah tanda bahwa dia sudah sangat siap untuk memulai perjalanan nya lagi.
Kemudian Changyi berjalan untuk menghampiri tubuh dari hewan besar itu. Dia mengulurkan tangan nya dan mengelus elus tubuh Dinga itu. kemudian, Changyi sedikit melirik Geisya yang berada di belakang nya dia sedang menatap Diego yang tengah bersikap manja terhadap Changyi.
Pria itu kembali mundur ke belakang. lalu dia dengan cepat menarik tangan Geisya dan mengangkat dagu nya dengan tangan yang satu nya. Gadis itu sangat terkejut dengan tingkah pria itu. begitu juga dengan haili dan Diego.
Hewan buas itu melihat Changyi dengan perasaan kesal saat dia ingin mendorong tubuh pria itu agar menjauh dari Geisya, dengan cepat Geisya mengangkat tangan nya yang terkepal lalu dia memukul kepala Changyi dengan sangat keras.
"Awww."
Pria itu terlihat sangat kesakitan sambil memegang i kepala nya, dengan cepat pria itu menjauh dari hadapan Geisya. Haili dan Diego yang memperhatikan kejadian itu kemudian tertawa kecil.
__ADS_1