
Changyi segera memperhatikan Geisya yang tengah berjalan meninggalkan Gubuk. Kemudian dia mengejar gadis itu, Haili dan Yumika memperhatikan Changyi yang tengah menyusul Geisya.
Yumika terlihat hanya diam saja dengan tatapan bingung dia segera berjalan untuk menghampiri Haili yang berada di dekat Gubuk.
"Ada apa dengan mereka?." Ucap Yumika yang berdiri di depan Haili.
Haili yang tengah memandang Changyi segera membalikkan wajahnya untuk memandang Yumika yang tengah bertanya dengan raut wajah polos dan bingung itu.
"Haha, tidak ada apa-apa kok." Ucap Haili dengan tertawa kepada Yumika.
Yumika hanya terdiam melihat tingkah Haili yang agak aneh di rasa olehnya.
Di dalam hutan Changyi tengah mengejar Geisya yang berjalan semakin cepat meninggalkan dirinya.
"Hei, Gadis es bisa kah kau menunggu ku?." Teriak Changyi dengan keras.
__ADS_1
Geisya tidak menggubris Changyi dia terus saja berjalan dan melompati dahan pohon yang cukup tinggi. Changyi segera menyusul Geisya yang semakin jauh darinya dia berlari dengan cepat dan menaiki Dahan pohon yang cukup tinggi.
"Hei!." Teriak Changyi dengan keras.
Geisya kemudian melihat sebuah sungai dari atas dahan pohon yang cukup tinggi dia sedikit tersenyum memandang sungai itu. Dengan cepat Geisya melompat ke bawah dan menghampiri sungai yang sudah berada di depan matanya. Changyi memperhatikan Geisya yang mendekati sungai itu segera Changyi mengikuti Geisya dia melihat Geisya tengah meminum air sungai dengan ke dua tangannya.
"Ada apa dengan mu?." Ucap Changyi yang berada di belakang Geisya.
Geisya sedikit melirik ke belakang.
"Apa kau lihat Liontin yang di kenakan oleh Yumika?." Ucap Changyi.
Geisya yang tengah meminum air sungai segera terdiam dan bangun dari duduk nya. Geisya membalikkan tubuh dan menatap Changyi yang berada di belakangnya.
"Ada apa memangnya dengan liontin itu?." Ucap Geisya.
__ADS_1
"Bentuk dari Liontin itu sama persis dengan tanda yang berada di pedang jiwa. Aku jadi sedikit curiga dialah pemilik pedang jiwa yang sesungguhnya." Ucap Changyi.
"Apa kau sudah yakin? lebih baik buktikan saja secara diam-diam." Ucap Geisya dengan berjalan melewati Changyi yang berada di depannya.
"Itu lah rencana ku." Ucap Changyi dengan sedikit melirik kebelakang.
Geisya dan Changyi tak lama saling berdiam diri tanpa ada hal yang di bicarakan oleh ke duanya. Tak lama dari arah Gubuk Changyi dan Geisya dikejutkan dengan suara ledakan yang sangat besar.
"Apa itu?!." Ucap Geisya dengan sedikit panik.
Changyi yang mendengar suara itu segera berlari ke arah Gubuk dengan sangat cepat. Geisya yang berada di belakang Changyi segera mengikutinya tak lama mereka sampai di Gubuk yang mereka tinggali. Changyi dan Geisya melihat ada dua Siluman yang sangat besar tengah bertarung melawan teman-temannya.
Geisya Kemudian melihat Yoyo yang tengah melawan satu Siluman sendirian segera dia membantu temannya itu. Sedangkan Changyi membantu Haili dan Yumika. Terlihat Coco tengah terkapar di tanah dengan luka di dadanya.
"Mengapa bisa begini? tadi tidak ada masalah apapun?." Ucap Geisya dengan Terus melawan Siluman yang tubuhnya seperti manusia tetapi tidak dengan wajah dan warna kulitnya yang memiliki Dua tanduk berwarna hitam, tubuh berwarna merah, kulit yang keriput seperti orang tua, bola mata kuning persis mata ular itu.
__ADS_1