
Setelah mereka semua berhasil mengalahkan para hantu itu. Changyi kemudian menatap sebuah jalan di dalam Hutan itu.
"Semua nya kita pergi kesana."
Ucap nya dengan segera berjalan menyusuri jalanan itu, Geisya yang di ditemani oleh Singa nya segera mengikuti langkah Changyi begitu juga dengan Haili.
Mereka menyusuri jalan setapak itu dengan cukup lama hingga tak lama mereka melihat sebuah pedesaan di balik Hutan.
Changyi yang melihat Pedesaan itu sangat ramai di penuhi oleh pedagang kaki lima yang tengah berjualan di pasar malam.
Namun Changyi di dikejutkan oleh seorang pria yang tengah berlari menuju Pasar dia nampak ketakutan dan wajah nya terlihat sangat pucat.
Geisya merasa kan keanehan pada orang itu, tubuh nya berwarna putih pasi dan seluruh tubuh nya di penuhi dengan duri duri hitam yang cukup besar.
"Tolong...tolong...tolong Aku."
Rintih nya sambil berjalan dengan sangat lemah di hadapan Changyi, seluruh pedagang juga pengunjung yang menyaksikan hal itu sontak sangat terkejut dan ketakutan suara teriakan dari para pengunjung Pasar membuat suasana di sana menjadi sangat ricuh.
__ADS_1
Semua orang memperhatikan pria yang tengah berjalan menghampiri Changyi, kemudian Geisya dan Haili memperhatikan Pria itu Gadis itu memperhatikan seluruh duri hitam yang tertancap di seluruh tubuh nya semakin bertambah banyak.
"Changyi, nampak nya sesuatu sudah terjadi pada Pria ini, aku yakin ini pasti perbuatan siluman bunga mawar." Ucap Geisya sambil menatap Pria itu.
"Tuan...ku mohon tolong lah saya , tubuh ini sangat terasa sakit." Rintih Pria itu sambil menggenggam erat ke dua tangan Changyi.
"Apakah benar siluman bunga mawar yang telah melakukan itu terhadap dirimu?."
Pria itu segera menjawab tanya Changyi kepadanya.
"Saya tidak tau, tetapi saat saya tengah berada di atas gunung untuk mengambil bunga matahari yang anak saya minta, tiba-tiba saya di serang oleh seseorang dengan mengenakan pakaian berwarna merah dan menggenggam setangkai mawar hitam."
"hmm, jika tidak segera di obati maka pria ini akan tiada." Ucap Geisya sambil menatap pria itu.
"Apa kata mu ?." Dengan terkejut Haili menatap Geisya yang berbicara dengan sangat yakin.
"Iya, dia hanya mampu bertahan selama dua hari dan setelah itu dia akan tiada." Ucap Geisya sambil menatap Haili yang berada di samping nya.
__ADS_1
"Apa kau tau penawar dari racun siluman bunga mawar ?." Sambil melirik Geisya yang berada di belakang nya Changyi berbicara dengan sangat serius.
Kemudian Gadis itu memandang pria yang tengah kesakitan, lalu pandangan nya mengarah pada Changyi yang berada di depan nya itu.
"Iya aku tau, penawar dari racun Siluman Bunga Mawar adalah Daun dari Pohon Kliwang Emas."
Changyi terkejut yang mendengar nya kemudian dia termenung sejenak.
"Tumbuhan itu bukan kah yang berada di bukit shinu?."
Geisya hanya menganggukkan kepala nya, lalu Pria itu terdiam lagi dia memperhatikan tubuh Pria itu yang sangat menderita dan sedari tadi memohon mohon kepadanya.
"Haili, antar Pria ini kerumah nya, dan jaga dia dengan baik, aku dan Geisya akan pergi untuk mengambil obat untuk nya ,dan satu hal lagi jika kau melihat Siluman Bunga itu datang kemari, kau tau kan apa yang harus kau lakukan?."
Haili yang berada di samping Geisya segera mengangguk kan kepala nya , kemudian Haili berjalan untuk menghampiri Pria itu, Changyi segera menyerahkan Pria itu pada Haili.
Haili segera memapah tubuh Pria yang lemah dan sudah tidak berdaya, kemudian Geisya menatap singa nya.
__ADS_1
"Diego ikut lah dengan Changyi, jika nanti dia dalam bahaya tolong bantu dia, kau mengerti?."
Singa besar itu Meraung sekali. kemudian Hewan itu segera mengikuti Haili yang berada tidak terlalu jauh dari nya.