
Dengan tidak sabaran Putri Geisya segera bangkit dari duduknya, tubuhnya saat itu terlihat sudah sangat memperihatinkan, Changyi terus menatap tajam diri Putri Geisya dengan sepasang bola Mata tajam. Tampak raut Wajah kesal yang diperlihatkan oleh Putri Geisya, lengan kanan Putri Geisya tampak tengah mengepal dengan sangat kuat, Changyi yang masih terdiam dengan tampang dingin tidak membuat tatapannya lari dari Putri Geisya.
"Kau ingin mengalahkan diriku? Hei! Dengan berbekal kekuatan seperti itu? Hmh... Kau terlalu percaya diri! Bukankah akulah yang membangkitkan kekuatan mu itu? Dan sekarang kau ingin melawan ku? Aku tidak menyangka ternyata ada seorang Putri yang tidak tau diri seperti dirimu!" Ucap, Changyi dengan tampang dingin kepada Putri Geisya.
"Aku bisa jauh lebih buruk dari ini, siapapun yang berani melukai keluarga ku, maka aku akan membalasnya seribu kali lipat jauh lebih pedih dari apa yang dia perbuat! Aku mengerti, tujuan mu berada didunia ini untuk mengatasi hal semacam ini, aku bukannya ingin menghalangi tugasmu itu, tetapi aku mohon jika kau tidak ingin ada pertumpahan darah ditempat ini, serahkan dia kepadaku! Aku berjanji... Aku bersumpah pada langit dan bumi, Bundaku aku pastikan tidak akan melukai siapapun, aku mohon belas kasih mu!" Ucap, Putri Geisya yang segera bersujud dihadapan Changyi luka pada punggung Putri Geisya tampak begitu semakin buruk.
"Hmh! Mereka yang lemah maka ia yang akan binasa! Mereka tidak pantas untuk hidup, jika aku tidak menerima permohonan mu itu bagaimana?!" Ucap, Changyi dengan tegas, sorot dari kedua bola Mata biru itu terlihat sangat dingin dan mengerikan.
"Baiklah..." Ucap, Putri Geisya yang segera bangkit.
"Hmh! Jika kau tidak tertarik dengan cara baik-baik maka aku akan menggunakan cara yang sedikit kasar!" Ucap, Geisya dengan tatapan dingin.
__ADS_1
"Deinto!" creset... Terdengar suara listrik yang disusul dengan sinar oranye dengan garis petir yang cukup kuat.
Changyi yang masih mencengkeram tubuh dari Ratu Fahrani, segera ia memutarkan Pedang jiwa yang saat itu tengah berada di dalam genggaman tangan kirinya, tak terlihat Changyi menggunakan kekuatan apapun untuk menghadapi Putri Geisya, hanya berbekal Pedang jiwa sambil mencengkeram tubuh Ratu Fahrani ia tengah menunggu Putri Geisya yang datang kepada dirinya.
Putri Geisya berlari dengan sangat cepat, beberapa serangan ia berikan kepada Changyi, disitu tampak Changyi yang begitu lihai menghindari segala pergerakan dari Putri Geisya. Putri Geisya terus menyerang diri Changyi dengan kekuatan Deinto miliknya. Sampai pada akhirnya Changyi yang terlihat sudah tidak sabar itu dengan segera ia menendang tubuh Putri Geisya sampai jatuh diatas tumpukan salju.
"Sial! Semua serangan ku dapat ia halau dengan mudah, bagaimana ini...." Dalam benak Putri Geisya yang merasa cemas, kemudian dia menatap ke arah dahan Pohon besar yang tengah berada dibelakang tubuh Changyi.
Trakk... Krekk...." Suara batang Pohon yang patah karena terkena serangan Deinto milik Putri Geisya, Changyi yang terkejut akan suara itu segera ia mengangkat kepalanya dilihatnya batang Pohon yang akan segera menimpa tubuhnya.
"Hmh... Lumayan!" Dalam benak Changyi yang segera menghindar dari tempat itu.
__ADS_1
Brukk... Suara batang Pohon yang jatuh diatas tumpukan salju putih. Terlihat Changyi tengah menatap Wajah Putri Geisya dari kejauhan, begitupun dengan Putri Geisya, terlihat ia begitu sangat letih. Sampai pada akhirnya....
"Aku tidak akan membunuh Bundamu, selama ia tidak memakan korban! Tetapi berhati-hatilah dengan Haili, ia begitu sangat benci dengan makhluk seperti ini! Jika kau ingin menyelamatkan Bundamu maka selamatkan saja, tetapi jika dia sampai melukai orang lain, maka aku tidak akan segan lagi! Saat ini tubuh Bundamu tidak terkendali, dia harus ikut dengan diriku! Dan kau Geisya... Aku memiliki dua penawaran untuk dirimu, pertama ikut dengan ku, atau mencari Raja itu sendirian!" Ucap, Changyi dengan tegas.
"Kau pikir setelah seperti ini, aku masih memiliki pilihan?! Jika aku pergi bisa saja kau membunuhnya." Ucap, Geisya dengan tegas sambil melirik ke arah Haili yang saat itu tengah memeriksa tubuh Yoyo.
Haili yang mendengar perkataan dari Putri Geisya sedikit ia melirik ke arah samping kiri, tampangnya dingin dan seakan tak mau tau lagi. Changyi terdiam sejenak kemudian dia segera menatap ke arah Haili yang tengah memeriksa tubuh Yoyo.
"Bagaimana kondisinya?" tanya, Changyi dengan tegas kepada Haili.
Haili yang tengah memeriksa tubuh Yoyo segera ia menjawab perkataan dari Changyi.
__ADS_1
"Lukanya sangat parah, kita harus menyembuhkannya, karena ini ulah dari Monster itu maka Putri Geisya yang harus bertanggungjawab, tidak perduli kau tengah terluka atau tidak, karena kau memiliki kemampuan itu maka kau harus menyembuhkannya, aku tidak perduli kau akan menggunakan cara apapun!" Ucap, Haili dengan raut Wajah dingin.