Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 87


__ADS_3

Yumika menatap rumah itu lalu segera ia berbicara.


"Permisi, apa ada orang didalam?" ucap Yumika yang terlihat sangatlah lelah.


Changyi melirik rumah itu, tak lama dia melihat seseorang yang keluar dari dalam rumah sederhana itu dengan mengenakan pakaian berwarna abu-abu gelap, tubuh terbungkuk dan kepala yang tertunduk.


Yumika segera memperhatikan pria tua itu, dia terlihat sangat menakutkan dari penampilannya.


"Iya? Ada yang bisa saya bantu?" ucap pria paruh baya itu yang menatap Yumika.


Yumika sedikit terkejut, kemudian dia segera mengenyampingkan rasa curiganya.


"Maaf Tuan, saya ingin meminta tolong kepada anda, apakah anda mengetahui tabib dekat kota ini? Sedari tadi kami sudah berjalan cukup lama namun kami tidak bertemu dengan siapapun?" ucap Yumika menjelaskan.


Pri paruh baya itu menatap wajah Yumika, kemudian dia menganggukkan kepalanya.


"Saya lihat kalian sangat kelelahan, dari mana asal kalian, mengapa kalian bisa sampai ke tempat ini?" ucap Pria itu dengam tatapam tajam.


"Ah, hmm ceritanya sangat panjang tuan." Ucap Haili yang segera meyambung.

__ADS_1


Pria paruh baya itu menatap wajah Haili, lalu dia segera menawarkan kepada mereka untuk beristirahat sejenak di rumahnya.


"Oh, kebetulan aku tinggal sendiri jika kalian tidak memiliki tempat tinggal, kalian boleh menginap untuk beberapa hari disini, aku bukan lah seorang tabib, namun jika masalah obat-obatan aku sudah sangat fasih, aku mungkin bisa sedikit membantu kalian." Ucap Pria itu dengan dingin.


Yumika, Haili dan Changyi yang mendengarnya merasa sangatlah senang.


"Terimakasih Tuan, kebetulan kami memang belum memiliki tempat tinggal." Ucap Changyi.


"Silahkan masuk." Ucap pria itu.


Mereka akhirnya memasuki rumah pria paruh baya itu. Yumika menatap kearah dinding dilihatnya ada sebuah bingkai fhoto seorang anak perempuan yang te pajang, dia terlihat sangatlah mirip dengan Geisya.


"Geisya!" ucap Yumika dengan terkejut melihat fhoto itu.


Pria paruh baya itu menatap Yumika yang terlihat begitu terkejut saat memandang fhoto gadis itu.


"Ada apa!?" ucap pria itu pada Yumika.


"Aa... tidak tuan maaf jika saya lancang, namun jika boleh saya bertanya siapakah gadis yang berada didalam fhoto itu?" tanya Yumika dengan penasaran.

__ADS_1


Chanyi dan Haili juga nampak terkejut saat mereka melihat fhoto Geisya yang berada dirumah pria itu.


"Dia adalah cucuku, memangnya ada apa?" ucap pria paruh baya itu dengan tegas.


"Sebelumnya terimakasih, anda telah mengizinkan kami untuk tinggal, namun saya merasa sangatlah tidak sopan sedari tadi saya belum bertanya siapa nama anda?" ucap Yumika.


"Namaku, Lin Tan. Kalian boleh duduk, apakah ada masalah dengan fhoto itu?" ucap Kakek Lin.


Segera meraka duduk disebuah kursi panjang, Haili meletakkan tubuh Coco dengan perlahan diatas Sofa.


"Maaf bukan maksud kami untuk lancang, namun fhoto gadis itu sangatlah mirip dengan kami yang hilang." Ucap Changyi.


Kakek Lin Tan menatap Changyi yang berbicara padanya, dia terlihay sangat terkejut.


"Apa kalin yakin? Siapa nama teman kalian yang hilang itu?" ucap kakek Lin Tan.


"Geisya." Ucap mereka dengan serentak.


Kakek Lin Tan hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Mungkin itu hanya kebetulan saja, cucuku tidak hilang namun dia pergi dari rumah, untuk menuntut keadilan dia bernama Yori Tama." Ucap kakek Lin Tan.


"Yori Tama....?" ucap Haili yang seperti tidak merasa asing dengan nama itu.


__ADS_2