TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN

TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN
BAB. 10 Restu Papah


__ADS_3

Tidak tahan melihat bibir Mita yang sensual,dan lesung di pipi nya.Hafi mencuri kecupan di bibir Mita.


Gadis itu mendorong dada bidang Hafi.


"Kau keterlaluan sekali,berapa kali kau mencium ku? Tidak tahukah jika ciuman itu tarif nya dua kali lipat?"


Hafi tersenyum miring "kau terlalu mengejekku dengan tertawa mu.Jika tidak seperti itu,kau akan terus tertawa.Sebutkan berapa harga kecupan itu? Bagaimana jika aku membayar semua yang ada di dirimu.Termasuk satu malam bersama ku."


Mita membulat kan mata mendengar ucapan Hafi.


"Bukan kah kau sudah punya Mina,dan tentu pernah melahirkan,jelas saja kau sudah tidak virgin.Sudah banyak lelaki yang menjamah mu"


Hafi menahan senyum melihat Mita sinis.Perubahan wajah gadis itu sangat jelas terlihat.Bukan Hafi sebenarnya jika bicara nya seperti ini.Hanya saja dia penasaran dengan Mita.


Tiba-tiba datang,membawa seorang bocah balita yang memanggil nya Unda.Riza saja yang tahu siapa Mita, terkejut di buatnya.


Mata Mita mengembun,menelan salivanya,menarik nafasnya berat.Kesabaran nya benar-benar di uji oleh Hafi.Meski Mina terlahir bukan dari dirinya,dan bukan dia juga yang mengandung.Tapi Mita sangatlah menyayangi bocah balita yang sangat lucu dan menggemaskan.


Tidak terima sebenarnya jika dirinya di rendahkan seperti itu,tapi apa boleh bua.Jika tidak demi uang.


"Harga ku sangat mahal! Terlebih lagi Mina aku besar dan aku fasilitasi semua yang terbaik.Mana aku tahu siapa Ayah nya.Tapi sejelek-jelek nya aku,kau membutuhkan ku bukan?"


Menegakkan wajah dan berdiri tegak di depan Hafi dengan sombong,Bagi Mita orang seperti Hafi harus dibalas dengan kesombongan juga.


Hafi pun melangkah maju lebih dekat,wajah nya saling bertemu.Mita yang kalah tinggi sampai mendongak melihat.


Sama-sama saling memandangi,bola mata mereka bergerak saling mengunci.


Ceklek!!!


Kedua nya langsung menoleh bersama.


"Hafi!!!! turunlah untuk makan siang!!"


Tanpa permisi Fandi membuka pintu kamar anak nya.Pemandangan yang mengejutkan sebenarnya.Tapi akan biasa saja karena dia pernah mengalaminya.


Mita bergerak sedikit mundur lalu menundukkan kepala nya. "Selamat siang Tuan Fandi"


Hafi hanya melirik dan mengaitkan tangan di depan dada bersedakep.


Tahu di dalam ada seorang wanita yang Fandi kenal,dia pun masuk dan menghampiri.


"Paramita Berliana? senang bertemu dengan mu di luar pekerjaan.Dan tidak menyangka jika kau ada hubungan spesial dengan anak ku!"


Hafi berdehem mendengar nya.Mita tersenyum merasa sungkan.

__ADS_1


"Maafkan saya Tuan"


"Tidak usah se formal itu,anggap saja keluarga sendiri.Panggil saya papah atau om juga tidak apa-apa"


Mita tersenyum hambar dan mengangguk.


Fandi beralih kepada anak nya "Turunlah,ajak Mita dan anak nya ke bawah.Makanan sudah siap!" Fandi hendak berlalu namun tubuhnya berbalik lagi.


"Jangan lama-lama jika sudah tidak tahan.Takut nambah dosa!!" Mata Nya mengeling sebelah.Hafi yang tahu maksudnya memeutar bila mata nya jengah.


Fandi melanjutkan langkah nya keluar dari kamar Hafi, bibir nya tersenyum.Mengingat dulu dirinya juga seperti Hafi.


Peribahasa buah jatuh tak jauh dari pohonnya memang benar adanya.Tapi jangan sampai sejarah terulang kembali.Tidur bersama saat sebelum ijab kabul terucap.


.


.


Dengan di temani asisten Mina tidur.Hafi dan Mita sudah turun dari setengah jam lalu.Ikut menikmati makan siang bersama keluarga Brahmana di satu meja yang sama.


Kecanggungan terasa di sana.Hening, tak seorang pun berbicara,mata Maria dari tadi mencuri pandang pada Mita.Berita nya sudah merambah di manapun.


Hanya bertegur senyum saja ketika Mita datang turun dari lantai dua.Maria,wanita tua itu sudah berada di meja makan terlebih dahulu.


"Jangan malu-malu Mita,makan lah yang banyak" Ara berbicara sambil mengambil nasi untuk ditambahkan di piring suaminya.


Walau hanya sesekali tatapan mereka berdua beradu,Mita tetap saja tidak enak.Tatapan Oma Maria terasa intens dan sedang ingin mengulitinya.


"Oma,kalau mata Oma terus begitu.Kak Mita nanti akan takut Omaa..." Celetukan Daffin membuat semua nya menoleh pada Maria.


Maria yang dilihat seluruh anggota keluarga pun tersenyum "Oma hanya melihat calon cucu menantu saja Daffin.Lagi pula kami belum sempat bersalaman dan memperkenal kan diri"


Maria melirik ke Mita.Mita yang mendengar itu meletakkan sendok,berdiri dan menghampiri Oma Maria.


"Maaf Nyonya,Kenalkan saya Mita.Teman...."


"Calon istri Hafi Mah..." Fandi menyela ucapan Mita.


Tatapan mereka berpindah pada Fandi.


"Iya, Papah setuju jika Hafi dengan Mita.Papah tahu siapa Mita sebenarnya,selain sekretaris Ameer dia juga_"


"Ibu dari Mina.Yaa Oma,Mita mempunyai anak balita.Mina namanya,dia sangat lucu"


Belum juga Papah nya selesai bicara,Hafi sudah menyambar.Dia takut jika Oma nya tahu Mita mempunyai kerja paruh waktu.

__ADS_1


Hafi berfikir Papah nya tahu semua dari orang-orang bawahan Papah yang di warisi oleh Opa Brahmana.


Fandi mengerut kan keningnya,ucapan nya terpotong.


Tidak sopan!


Fandi bergumam dan Hafi mendengar nya.


"Maaf Pah!"


.


.


Mita menyalami tangan Oma dan mencium punggung tangan wanita tua itu.


Maria mengusap Surai indah Mita.


"Sabar..sabar ya dengan Hafi,dia dulu sangat penyayang dan lembut.Entah kenapa sejak masuk dunia bisnis jadi seperti itu" Matanya melirik cucu kesayangan.


"Omaa....!" Hafi menegur.


Mendengar itu Mita hanya tersenyum.Langkahnya kembali ke kursi dimana dia duduk dan melanjutkan makan.


Mata Hafi tidak lepas dari pergerakan Mita.


"Lusa,kalian harus ikut di peresmian gedung baru,di sana di buka mall besar.Itu kelak milik Daffin.Papah rasa akan banyak wartawan,pasti kalian tahu kan maksud nya,Hafi Mita?"


Kedua nya menoleh ke Fandi.Hafi terpaksa mengangguk meng iya kan.Tujuan nya memang ini.Meng klarifikasi kejadian tempo hari yang bisa membuat namanya jatuh padahal baru merintis.


Lain dengan Riza,Riza sudah tidak di ragukan kemampuan nya lagi.Karena sejak dulu di perkenalkan bisnis oleh Opa uyut Brahmana.


"Tapi nanti aku bagaimana meminta ijin nya pada Pak Ameer?" Mita berbisik pada Hafi.


"Nanti Opa Petra yang akan mengurusnya Mita.Papah akan memberikan saham atau apapun itu demi Hafi"


Ternyata Fandi mendengar bisikan Mita ke Hafi.Wajahnya langsung menciut.


Papah benar-benar memberikan restu kepada ku dan Mita, Bagaimana jika nanti mereka tahu jika kita hanya sandiwara?.


Hafi merasa terjebak dengan permainan nya sendiri.


.


.

__ADS_1


.


to be continue


__ADS_2