TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN

TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN
BAB. 110 Garang


__ADS_3

Mungkin sudah insaf atau hanya sandiwara saja.Mita dan Hafi masih tetap waspada dengan kedatangan Sharena.Pasalnya mereka tidak menyangka akan melihat Sharena setelah dua tahun,padahal hukumannya lebih dari enam tahun.


Mereka pun berfikiran positif,mungkin berkelakuan baik atau keluarga nya menebus dengan sejumlah uang tertentu.


Sharena bukan lah berasal dari keluarga miskin.Uang satu milyar jika hanya untuk anaknya, orang tua pun akan menyanggupi.


"Aku menyesal dengan yang sudah terjadi,dan sekali lagi maaf.Aku harap kalian datang di pernikahan ku!"


Mita mendengar kan ucapan Sharena,lalu tangan nya menarik sebuah kertas berhiaskan pita berwarna magenta.Undangan pernikahan.


Mata Mita menyipit melihat tulisan di sana.


"Vito?..."


Sharena mengangguk "Iya..mungkin kamu sangat mengenalinya"


Hafi menoleh melihat istrinya yang sedikit terkejut.


"Mita,apa aku boleh bertemu dengan anak kandung Vito?"


Mendengar itu membuat Mita tiba-tiba menghirup nafas dalam-dalam.Hafi mengusap perlahan punggung Mita.


"Untuk apa?!!" ucapan Mita terjeda.


"Untuk mengenalkan bahwa kau calon ibu sambungnya,atau kau akan berubah menjadi kakak ku dan mengaku ibu kandung pada nya?!"


"Aku tidak akan diam sedetik pun jika itu menyangkut tentang Mina,Vito menjadikan kau senjata untuk mendapatkan Mina.Itu tak kan pernah terjadi!"


Mita berdiri dan sekali lagi memukul keras meja yang ada di depannya.


"Katakan pada Vito,berani mengungkit hak asuh Mina.Akan aku bakar semua aset nya!!"


Kegarangan Mita keluar kembali setelah bertahun-tahun bersemayam dan tidur lama.Hafi hampir terkejut melihatnya.


"Tidak Mita,kami tidak punya fikiran itu.Vito sebenarnya ingin bertemu dengan anaknya,namun kau seolah tak mengijinkan dan untuk sekali saja,aku mohon berilah kesempatan itu pada nya.Setelah ini aku janji Vito tidak akan mengungkit nya!"


Sharena terlihat sekali memohon.Keambisiusan yang dulu ada mungkin sudah lebur seiring jalannya waktu saat dia di balik jeruji.Atau hukuman itu membuatnya sadar.


Hafi melihat bergantian Mita dan Sharena.


"Apa jaminan mu?!!"


"Seluruh saham milik ku!"


Mita pun berfikir sejenak.


"Jika hanya itu yang ingin kau bicarakan dan tujuan mu juga itu saja.Ok,nanti akan aku kabari!.." Jari telunjuk Mita berdiri tegak di depan wajah Sharena.


"Ingat!!! Jika aku mendengar salah satu dari kalian mengucapkan orang tua kandung,aku tidak segan-segan membuat berantakan hidup kalian!!! Ingat itu!!"


Mita pun berbalik,dan meninggalkan Sharena.Hafi yang tahu itu menoleh pada Sharena.


"Maaf,silahkan pergi dari sini jika tidak ada keperluan yang lain!"

__ADS_1


Hafi pun turun dari taman dan mengejar istrinya yang sedang di mode power ranger.


Sharena hanya bisa melihat kedua nya berlalu dari sana.Tidak akan menyangka jika Mita semengerikan itu dan setegas itu.


.


.


.


Hendak melangkah dan menaikki tangga,Mita melihat Mina yang berlari turun.


"Stop!..Stop!! Mina!"


Mina berhenti di tengah tangga,dadanya naik turun.Mita pun mendekat dan menggandeng gadis kecilnya untuk ke atas lagi dan duduk di sofa.


"Kenapa? Kenapa sayang?"


Mengusap rambut Mina yang tergerai indah,Mita menatap anaknya yang matanya mulai mengembun.


"Tante di bawah siapa Bunda ?"


"Kenapa memangnya?!"


Mina menggeleng "Aku tidak suka,karena dia membuat Bunda marah.Tangan Bunda merah karena memukul meja.Apa yang dilakukan nya Bunda?"


Hafi yang baru sampai di atas mendengar semua ucapan Mina,seketika dia pun menggendong Mina dan memangku duduk di sebelah istrinya.


"Mina tahu darimana?"


Hafi mengangguk.


"Aku tadi ingin memukulnya jika terus disini!"


Mita dan Hafi tersenyum tipis mendengar ucapan gadis kecil di depannya..


"Dia adalah Tante baik Mina,dia pernah membuat Bunda mu ini berjuang mendapatkan Razka dan Nesha waktu di dalam perut!"


"Kalau baik kenapa membuat Bunda marah?"


"Karena susah di atur,ucapan Bunda tidak pernah di dengar oleh nya!"


Mita benar-benar tidak mendoktrin anaknya untuk berfikir yang tidak baik kepada orang lain.Tidak pernah bercerita kejelekan ataupun kesalahan orang lain.


"Semoga Tante bisa di atur kembali ya Bund?" Mita mengangguk.


Meski marahnya masih di dada menggebu,Mita tetap bersikap seolah tidak ada apa-apa dan biasa saja kepada anak-anak nya.


Seketika Hafi mencium pipi Mita dan terus melihat kagum kepada istrinya.Yang jelas-jelas marah pada Sharena.Namun dia mampu menahan di depan anak nya.Bahkan tak berbicara tentang ketidak sukaan nya kepada wanita itu.


Baginya,biarkan Mina tumbuh dengan kelembutan dan menjadi pemaaf kepada siapapun,tidak pernah menganggap orang lain buruk dan selalu ber positif thinking.


"Ayah,aku juga ingin mencium Bunda!"

__ADS_1


Seketika pipi Mita menjadi bahan rebutan untuk ke dua nya.Jangan di tanya kenapa tidak ada Razka dan Nesha di sana.Karena misi dua anaknya sedang mengacak dua kontainer berisi mainan di ruang bermain nya.


Mereka tak akan mencari Mita karena memang sudah tak meminum asi,dan dipastikan akan tidur sebentar lagi jika sudah bosan dengan mainan nya.


.


.


.


"Ya Tuhan gerah!!"


Tangan Hafi terus melingkar di perut Mita,dan wajahnya mengusak di ceruk leher istrinya.Hafi masih terkesima akan kemarahan Mita tadi sore.Dia bahkan percaya bahwa wanita adalah ras tertinggi di muka bumi.


"Kesana'an sedikit bisa kan sayang??!" Suaranya masih mendayu dan merdu.


Bukan minggir,Hafi malah merasa semakin merangsek.


"Astaga, Hafidan!!!" Mita sedikit berteriak, suaminya benar-benar seperti anak kucing yang berlindung di perut Ibunya.


Hafi pun tertawa mendengar namanya disebut sedikit menjerit oleh istrinya.


"Iya sayang..."


"Aku gerah,tolong minggir ke sana sedikit!"


Hafi menggeleng.


"Aku tidak menyangka kamu segarang itu istriku.Aku bahkan tak mengira jika ucapan mu itu bisa membuat Sharena pucat!"


Mita menoleh "Kamu melihat wajahnya?" Hafi pun langsung mengangguk.


"Perhatian dong?!" Mita melengos.


Hafi berdecak,mana bisa dia berfikir bahwa pertanyaan Mita adalah jebakkan.


"Bukan hanya dia yang aku lihat,kamu juga sayang!"


"Hadeuhhhh bohong.Tadi aja tidak berkedip melihatnya!"


Hafi pun tertawa terbahak,Mita selalu bisa mengerjainya.Seiring berjalan nya waktu,kata cemburu seperti menjadi bahan tawaan keduanya.


Pembuktian cinta sudah berulang kali Hafi lakukan,dan Mita bisa merasakan.Suaminya bahkan sering keluar kota,dan menelfon setiap sedang bekerja.Bahkan Hafi pernah stand by video call ketika dirinya sedang meeting di luar kota.


Lalu apalagi yang harus di buktikan cinta nya untuk Mita, beribu godaan menerpa saja takkan mampu menggoyahkan rasa yang sangat dalam untuk istrinya.


Berawal dengan ciuman di bibir Mita,dan berakhir Hafi meminta hak nya karena memang sudah seharusnya,dan waktunya.Mita sangat tahu gerak gerik suaminya.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2