TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN

TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN
BAB. 60 Gagal move on


__ADS_3

Hari ini Mita pagi-pagi sudah bertengger di kursi meja makan.Setelah subuh dirinya meminta jalan-jalan di dekat perumahan.Awalnya Hafi menolak,karena selain hari masih petang.Matanya masih ngantuk.Pergulatan semalam membuat kedua nya tertidur lewat tengah malam.


Lain dengan Hafi,Mita yang hanya tidur beberapa jam saja sudah on lagi mata nya.Ditemani Papah mertua dan Om Abas,Mita berjalan pagi dan berhasil mengerjai Om Abas dengan tiga kantong kresek yang bergelayut manja di jari nya.


Hal yang sangat menggelitik perut para pengawal lain,karena Abas menenteng kantong kresek berwarna warni di jarinya.


Melihat berbagai macam kuliner pinggir jalan,Fandi dengan senang hati membelikan menantu nya.Terlebih lagi Mita mengandalkan kehamilan nya untuk menjadi senjata ngidam.


Mita yang dijemput menggunakan mobil sport oleh Hafi,dan meninggalkan Papah dan Abas untuk berjalan kaki sendiri.


Fandi dengan wajah yang berbinar melihat menantu nya sarapan dengan bubur ayam tanpa kuah,dan hanya kecap.Tak jauh dari sana Hafi yang duduk berpangku tangan karena sudah dua macam makanan yang masuk ke dalam perut Mita.Ara pun tersenyum melihat pemandangan itu.


"Weitsss,pagi sekali Nona kita sudah sarapan!" Riza yang baru turun dan mengambil air mineral di dalam kulkas.


"Za, sarapan sini Za!!" Dengan makanan yang masih di mulut,Mita berbicara.Membuat Abas yang duduk di sana memutar bola mata nya jengah.


Yang susah payah dia menenteng dari ujung jalan hingga ke rumah,tapi tak ditawari seujung sendok pun.


Riza pun tertawa "Kalian dikerjain bumil?" meletakkan gelas di meja dan ikut duduk di sebelah Papah nya.


Mita pun tersenyum mendengar ucapan Riza.


"Kalau Papah sih gak,demi cucu!" Fandi masih dengan senyum nya yang terlihat tulus.


"Jangan-jangan anak lu kembar bro!" Riza menyenggol lengan Hafi.Dan hanya di balas gelengan kepala oleh adik nya.


"Belum tentu,tapi setahu Mamah.Mamah belum dengar Mita morning sicknes.Betul Mita?"


Mita membuka mata lebar melihat mata Mamah mertua nya "Maksud mamah mual di pagi hari?"


Ara pun mengangguk.


Membenarkan duduk nya dan meminum seteguk air di dekat nya.


"Sebenarnya sudah dua hari ini mengalami itu saat pagi hari.Tapi Hafi selalu mengelus perut ku dan tiba-tiba hilang rasanya!"


"Dia tidak tahu mah,jika rasa itu berpindah padaku!"


"Ahh benarkah?! Kenapa tidak bicara dengan ku?!"


Sebenarnya Hafi tidak mau bercerita tentang itu,namun merasa dirinya tertindas,dan Mita menang akhirnya cerita juga.


"Oh kasian anak Mamah!" Ara mengusap rambut Hafi,menepuk lengan nya.


Dan sorot mata Mita melihat itu "Dasar manja!!" suara Mita lirih namun terdengar oleh semua nya dan membuat mereka tertawa.


.


.


.


"Baru sebiji jagung,semua nya baik-baik saja,dan normal"


"Satu atau dua dok?"


"Satu,ada keturunan kembar?"

__ADS_1


"Saya kembar dok!"


Felice,dokter obgyn yang sangat ramah.Selain dokter termuda, prestasi sudah cukup terkenal.


Dia pun mengerutkan keningnya.


"Oh,astaga maaf.Saya lupa jika anda keturunan salah satu pendiri rumah sakit ini!"


Mita turun dari ranjang dan di bantu oleh Hafi,menyingkap mini dress nya dan membenarkan rambut panjang Mita.


"Suka mual tidak?"


Mita menggeleng namun jari nya menunjuk ke arah Hafi.


"Dia yang suka mual,bukan saya!"


Felice pun tertawa "Kehamilan simpatik,biasa terjadi seperti ini pada beberapa pasien"


Membuka laci meja dan meraih buku.


"Enam Minggu tujuh hari,masih sangat kecil dan rawan,banyak mengkonsumsi makanan ataupun minuman yang bernutrisi, tinggi zat besi,dan asam folat"


"Jenis kelaminnya?" Hafi sebenarnya sangat penasaran tentang itu.


"Biasanya jenis kelamin bisa diketahui setelah enam belas sampai dua puluh Minggu."


Mita jengah mendengar nya,suaminya tidak sabaran sekali.


.


.


.


"Dirumah saja,tadi pagi aku tidak makan masakan mamah,dan aku tidak mau tidak makan masakan mamah lagi!"


"Kenapa?"


"Kapan lagi aku bisa makan makanan mamah jika tidak hari ini.Dulu ibu sering berbicara,makan lah dirumah selagi makanan itu ibumu sendiri yang memasaknya,sebelum ibu mu tidak mampu,atau ibumu tidak ada lagi!"


Mendengar itu Hafi menepikan mobil nya di sisi jalan.Membuka kaca sedikit,duduk menghadap Mita di sebelahnya.


"Apa kamu merindukan Ibu?"


Mita mengangguk "Sakit hatiku yang paling dalam adalah kehilangan orang tua,dulu ayah.Sampai sekarang pun aku masih belum percaya beliau meninggalkan ku.Lalu Ibu, sebenarnya sampai hari ini aku masih membenci mu!"


Warna wajah Hafi berubah mendengar itu.


"Aku tahu ibu saat sudah kritis,dan hanya air mata yang sering mengalir dari matanya.Harusnya kau memberitahuku sesaat setelah kejadian!"


"Aku takut sayang.Takut kamu terkejut dan tidak bisa terima kenyataan.Terlebih lagi ibu me rumah sakit dengan mamah.Aku takut kamu menyalahkan Mamah!"


Mita menggeleng "Aku tidak berfikir sampai kesana.Justru aku menerima semua nya karena sudah takdir Tuhan!"


Tak terasa air yang menggenang di pelupuk mata akhirnya terjatuh juga.


Hafi mengusap perlahan,dan menangkup kedua pipi istrinya.

__ADS_1


"Nanti..." Tangan nya beralih ke perut Mita.


"Jika dia sudah besar,kita bawa ke rumah Ibu"


"Kalau sekarang kenapa?"


"Jangan sekarang,aku takut nanti anakku sawan dibawa ketempat begituan!"


"Sawan??!" Suaranya keras.


Hafi mengangguk,dan mulai mengarang sesuatu,menceritakan tentang makhluk halus yang dia ketahui.Yang sering di dapat dari cerita Daffin jika dia pulang dari latihan drama.


Memperagakan satu persatu wajah-wajah nya dan menirukan suara nya.Bukan nya takut,Mita tertawa terbahak di sepanjang jalan pulang.Tak habis fikir dengan suami nya yang percaya dengan hal semacam itu,padahal Hafi tumbuh dewasa terdidik dan mengetahui agama walau seujung sendok.


.


.


.


"Inggira!!.."


Gadis itu mengerutkan keningnya,memakai werpak dan helm proyek.Inggira beberapa hari ini full hingga harus meninggalkan Mina.


"Kak Dion?!"


Dion mengangguk "Kau adik Hafi Brahmana kan?"


"Iya.."


Kedua nya sudah berhadapan.


"Bagaimana keadaan Mita?Aku dengar beberapa hari lalu dia di culik.Apakah itu benar?"


Inggira mengangkat alisnya,ternyata orang di depan nya mengikuti berita kakak ipar nya,yang beberapa hari lalu sempat heboh di kantor pusat.


"Ohh,itu benar.Tapi sekarang Kak Mita sudah pulih dan seperti biasa lagi!"


"Sebenarnya siapa dalang dari penculikan itu?"


Dengan malas Inggira menjawab "Ada!..saya rasa anda tidak harus mengetahui semua tentang kehidupan pribadi kakak saya!"


Mendengar nya Dion terkejut,ternyata cucu perempuan satu-satunya Brahmana sangat lah arogan.


"Atau Anda belum bisa move on dari kak Mita? Hahhaaa sayang sekali, padahal calon keponakan ku sebentar lagi akan launching!"


Suara Inggira terkesan mengejek pada lelaki di depan nya.


"Untuk Anda, Move on lah dari Kak Mita dan cari pengganti yang lain.Biarkan kakak-kakak ku saling mencintai! Permisi!!"


Dion tergelak dengan semua ucapan Inggira.


Sial !!! Dia anak kemaren sore.Berani-berani nya bicara seperti itu.Maksud nya apa dia?!!


.


.

__ADS_1


.


to be continue


__ADS_2