TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN

TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN
BAB. 37 Simulasi


__ADS_3

Beberapa orang datang menggunakan pakaian seragam proyek lengkap.Peralatan tukang yang tidak hanya satu atau dua,bahkan hingga bor dan penghancur tembok pun ada.


Mita yang lagi-lagi terperanjat melihat banyak orang di depan pun membulat kan mata..


Dia fikir hanya satu sampai tiga orang yang tadi dia tahu.Namun kenyataan nya lebih dari enam.


Meletakkan nampan,dan mendekati Hafi yang sedang mengobrol di depan sana.


"Ini kenapa banyak sekali orang?"


"Oh,kenalkan! Ini Pak Nasir pemborong yang biasa papah pakai.Dan Pak Nasir kenalkan ini Mita anak dari pemilik dari rumah ini"


Kedua nya berjabat tangan,Mita tersenyum pada Pak Nasir.


"Mita,calon istri saya Pak!"


Mendengar nya, Mita menyikut perut Hafi.Bukan menghindar,tangan Hafi meraih bahu Mita dan memeluk nya.


"Oh iya Hafi,saya sudah mendengar berita kalian di media massa"


Mita pun tersenyum canggung pada Pak Nasir.


"Kau belum menjawab pertanyaan ku!" suara Mita berbisik di telinga Hafi.


Tidak menjawab pertanyaan Mita,Hafi justru bertanya lagi pada Pak Nasir.


"Rencana nya bagaimana Pak?"


Mita melihat kedua nya bergantian.


"Berhubung tanah nya tidak terlalu luas,saya akan merenovasi rumah ini sesuai dengan konsep perumahan pada umumnya,minimalis namun nyaman untuk di huni"


Penjelasan Pak Nasir membuat Mita membulatkan mata.


"Jangan!..Jangan Pak,benarkan saja kaca jendela nya.Tidak lebih dari itu!"


"Tambahkan AC dan shower di toilet kalau bisa!Ganti semua properti menjadi yang keluar ran terkini!"


"Hafi!!"


Pak Nasir bingung mendengar kan kedua nya,entah siapa yang akan dia turuti.


"Maaf..."


"Dengarkan kata ku saja Pak!"


"Oh baik!"


Hafi mengangguk "Silahkan lanjutkan pekerjaan nya Pak!"


Pak Nasir pun undur diri dan melanjutkan pekerjaan nya dengan yang lain.


.


.


.


"Isshh....!"


Mita menghempaskan tangan Hafi yang melingkar di bahunya.


Belum juga bicara,tangan nya sudah ditarik untuk masuk ke dalam rumah oleh Hafi.


"Fi!!.. Lepaskan!"


"Bawa pakaian mu secukupnya saja,tidak usah banyak-banyak!"

__ADS_1


Mita mengerutkan keningnya "Kemana?"


"Kau tidak ingat,hari ini kau hanya menuruti keinginan ku!"


"Tapi kita mau kemana?"


"Aku tunggu lima belas menit,jika tak selesai terpaksa aku bawa kamu dengan tidak membawa apapun!"


Mita geram di buat nya.Lelaki di dekat nya benar-benar bertindak sesuai dengan keinginan nya sendiri.


.


.


Mengendarai motor yang di pinjamkan oleh Galuh,Hafi dan Mita akhirnya sampai juga di basemant Appartemen.


Menitipkan kunci motor milik Galuh pada security,karena Galuh akan mengambil nya beberapa saat lagi.


Hafi dan Mita menaikki lift menuju Appartemen milik keluarga Brahmana di lantai sebelas.Beberapa lantai sudah dilewati.Bergerak terus hingga ke lantai tujuan mereka.


Membuka pintu dengan pascode yang hanya dia yang tahu.


"Kita dimana ?"


"Appartemen"


"Appartemen? Punya siapa?"


"Punya Papah,siapa saja berhak disini.Tapi untuk saat ini milikku!"


Mita hanya mengangguk "Kamar nya hanya satu?" gadis itu menoleh ke Hafi.


Hafi pun mengangguk


"Jadi?"


"Kita berbagi ranjang!"


Hafi mendekat,dan bicara pas di depan Mita "Akan!"


Mita berdecih kesal.


.


.


"Lapor bos, target berada di Appartemen"


"Terus awasi mereka!"


"Siap!"


Panggilan di akhiri oleh Dito.Sangat tidak terima adik kesayangan, jauh-jauh dari luar negri datang hanya untuk menagih janji Hafi.Kenyataan yang di dapat Sharena diputus kan hanya karena seorang perempuan yang sangat jauh dibanding dengan adiknya.


Terlebih lagi,tangan nya retak karena di injak Riza saat berkelahi dengan nya.


Sangat tahu dengan kepribadian Hafi, menghormati orang yang lebih tua,dia tidak akan membalas jika tidak terdesak.


"Kau akan membayar semua nya keturunan Brahmana!Tega menghancurkan hati adikku,berarti kau siap menerima akibat nya!"


Membela adik nya yang bahkan sedang bersenang-senang di rumah nya,Sharena tidak merasa tersakiti sedikit pun.


Sudut ruangan rumah kakak nya yang di sulap seperti club' malam, hampir setiap hari music berdentum kencang di sana.


Dito tersenyum miring melihat adik nya yang bergoyang dan mengacungkan secangkir minuman di tangan nya.


Dikelilingi beberapa teman wanita nya dan teman Dito.Berbaur menjadi satu.Mana ada yang tahu jika kelakuan Sharena di rumah dan di luar sangat berbeda.Itu semua dia lakukan hanya demi ingin mendapatkan Hafi,dan menjadi keluarga Brahmana.

__ADS_1


.


.


Menjelang malam,Hafi baru pulang dari mini market yang ada di lantai dasar.Membawa berkantong-kantong plastik berisi persediaan dapur untuk mengisi kulkas.


"Banyak sekali?"


"Persediaan!"


"Persediaan kata mu?Bukan kah kita hanya satu hari disini?Esok aku akan pergi!"


Hafi yang sedang mengeluarkan isi di kantong plastik menoleh kepada Mita.


"Dengan sangat rendah hati.Boleh kah aku tahu kau akan pergi kemana?"


Mita melihat kedua mata Hafi.


"Mita,aku mohon! Beritahu lah aku!"


"Ke suatu tempat,dimana orang-orang yang aku sayangi meninggal kan aku,ibu,dan juga Mina"


Hafi mengerutkan keningnya.Bukan tidak tahu apa-apa tentang Mita.Hanya saja kedekatan mereka yang tidak seberapa lama nya membuat Hafi tidak sempat mengorek masa lalu Mita.


"Kami,korban bencana alam beberapa tahun lalu.Dua orang yang aku cintai menjadi korban pada saat itu" Mata Mita mengembun,wajahnya mulai menunduk.


Hafi menarik tangan Mita,untuk duduk di depan nya.


"Saat itu,Ibu yang membawa Mina ke pasar dan aku yang sedang kerja.Kebetulan Ayah tidak berangkat kerja dan Fadila yang masih tidur"


Mita menceritakan semua kejadian demi kejadian hingga dia berada di kota ini.Dan Ibu nya sempat mengalami trauma,hingga menderita sakit parah.


Menjadi kekasih sewaan karena berawal dari seorang teman yang membutuhkan itu.


Mita meneteskan Buliran air mata saat menceritakan Fadila yang hingga saat ini tidak di temukan.


Pasti dia sangat terpukul kehilangan suami nya.


Hafi mengusap pipi Mita.Memeluk erat gadis di dekapan nya.Mengusap punggung memberikan semangat,dan kekuatan untuk melanjutkan semua tantangan kehidupan.


kruk..krukkk...


Hafi terkekeh mendengar nya.


"Kau lapar?"


Mita mengangguk dan mengulum senyum.


"Masak lah,bisa kan?Aku juga lapar!"


Mendengar nya Mita mencebikkan bibir.Bertanya,dia pikir akan membuat kan makanan.Nyata nya Mita sendiri yang membuat untuk diri nya juga.


"Kenapa hanya melihat ku seperti itu? Aku tidak bisa memasak, jadi maaf jika aku tidak membuat nya untuk mu!"


Mita menghela nafas nya.Berdiri dan berjalan gontai.Membuka kulkas dan melihat apa saja yang Hafi beli barusan.


"Masakan apa saja ya?"


"Yaa.. apa saja!Yang penting kau yang membuat nya!"


Hafi tersenyum


Itung-itung simulasi kau menjadi istri ku Mita!


.


.

__ADS_1


.


to be continue


__ADS_2