
Jebrett!!
Pintu kamar tertutup dengan keras,orang di bawah sampai melihat ke atas semua.Termasuk Daffin dan Mina yang sedang asik bermain.
Riza keluar dari kamar dan melangkah turun hanya menggunakan celana pendek,dada bidang nya terpampang nyata.Mata nya menyorot ke ruang tengah.
"Kenapa melihat ku seperti itu?!"
"Yang menutup pintu kamu?"
Riza mengangguk,tangan nya nenyugar rambut yang sangat berantakan karena di tarik paksa oleh Hafi dari ranjangnya.
"Mamah kenapa mengijinkan perempuan masuk ke kamar sih?!Nanti kalau terjadi sesuatu bagaimana?!!"
Ara mengerutkan keningnya.Bukan kah dirinya sudah memberitahu kan setiap kamar ada namanya,kenapa Riza tahu Mita masuk kamar.
Apa mungkin Mita salah masuk kamar?
"Mita masuk kamar mu?"
"Aku terkejut tadi mah,bukan Mita yang salah.Tapi setelah subuh aku yang pindah ke kamar Hafi karena AC ku mati atau rusak.Gerah mah!"
"Jadi Mita?" Ara menunggu Riza berbicara lagi.
"Hampir saja aku berkelahi dengan Hafi gara-gara perempuan!"
Tangan nya meraih pintu kulkas dan membuka.Menenggak botol berisi air putih,hingga tandas tak tersisa.
Riza ikut bergabung dengan mamah dan adik nya di ruang tengah.Menjatuhkan bobot tubuhnya di sofa paling panjang dan lebar.Bergelayut di bahu Inggira,matanya masih ngantuk dan tubuhnya masih lemas.
"Isshhhh kak,kau berat sekali!"
"Masih ngantuk aku dek!"
Inggi menepuk bahu Riza "Kak lihat tuh,calon keponakan!" jari telunjuk nya mengarah kepada Mina yang sedang bermain mengoper bola warna bersama Daffin.
Ara yang berada di sofa sebelah menunggu ekspresi Riza.
Benar saja dugaan mamah nya.Riza pasti mencerna kalimat adiknya dulu.Wanita yang sudah menahan senyum itu melihat perubahan wajah Riza.
"Maksud nya apa sih,ponakan dari mana? Adik-adik ku belum ada yang menikah kan?" mata Riza melihat Ara dan Inggi bergantian.
Daffin menoleh "Ini adik Daffin kak.Namanya Adek Mina.Ya kan Mina?" Daffin mencubit lalu mencium pipi Mina,balita itu hanya tersenyum memamerkan gigi sebesar biji jagung yang rata.
Melihat itu Inggi dan Ara tertawa hingga terpingkal.Daffin sangat menyayangi bocah balita yang di duga anak Mita,dari namanya pun sama hanya satu huruf saja yang berbeda.
Riza yang menyaksikan langsung adiknya mencium pipi bocah balita, mengerjapkan matanya.Bukan salah lihat,atau dia yang baru bangun tidur.Ini adalah nyata.
"Anak Mita!"
"Hah!!! Apa mah?!!"
Plak!
__ADS_1
Sama-sama terkejutnya,tangan Ara memukul bahu Riza.Padahal mamah nya hanya berbisik saja,tapi keterkejutan Riza berteriak hingga mamah nya pun reflek memukul.
"Sakit mah!"
"Makanya jangan keras-keras suara mu!_"
"Namanya Mina,datang bersama Mita kemari.Mamah mendengar dengan telinga mamah sendiri.Anak balita itu memanggil Mita 'Unda' bukan kah itu artinya Bunda?"
"Oh ternyata Mita single parents..Aku baru tahu,jika dilihat dia seperti bukan gadis.Kenapa Hafi bisa suka single parents?"
Mendengar nya Ara menghembuskan nafas,anak nya benar-benar menyebalkan.Menganggap single parents apa memang mereka.
"Mamah juga dulu jendes.Jangan lupa itu!!" Ara beranjak dan pergi ke dapur.
Jengah dari tadi mendengar kan anaknya mempersoalkan tentang single parents,sama saja seperti dirinya dulu.Hanya saja dia tidak di karuniai anak di pernikahan sebelumnya.
"Kalian di sana saja menjaga bocil,mamah mau masak.Sebentar lagi makan siang,papah mu pasti pulang!"
Tidak ada suara jawaban, berarti kedua anak nya mau dan setuju menjaga dua bocil.
.
.
Beberapa puluh menit yang lalu...
Bola mata Hafi loncat dari tempat nya.Melihat seperti adegan di drama-drama Korea fantasi romantis.Perempuan yang berada di atas tubuh laki-laki di atas ranjang.
Sangat dekat,wajahnya hanya berjarak lima sampai sepuluh Senti.Hingga keterkejutan Hafi langsung menarik paksa lengan Mita,karena wajahnya terlihat jelas.
Melihat itu Mita bingung,ternyata mereka memang kembar identik.Tak bisa dibedakan.
"Aysssh,kenapa ada wanita disini Fi?"
"Kau yang pergi dari sini,sudah kubilang kau hanya menumpang tidur di kamar ku.Pergilah sekarang,atau kau sengaja tadi ingin mencuri kesempatan?Mungkin jika aku tak keluar dari toilet kau akan mencium Mita kan?"
Riza tak menanggapi Hafi,tangan nya meraih selimut nya lagi,dan akan menariknya.Namun telat.Hafi sudah menarik lebih dulu.
Riza pun di buat kesal "Ahyss!! brengsek!!" mata nya melirik ke arah Mita.Mita yang tahu itu sama,dia juga melihat Riza dengan angkuh.
"Kau!!!.." Jari nya menunjuk Mita "Awas saja kalau macam-macam dengan kembaran ku!"
"Riza!" Hafi menegur dengan lantang.
Riza pun hanya melenggang pergi dan membanting pintu kamar Hafi.
Bukan tanpa alasan Riza bersikap seperti tadi.Mendengar cerita Mita dari Hafi,Riza sudah bisa menebak wanita seperti apa Mita.Ternyata bukan seperti yang dia tahu selama ini.
Wanita yang sering membubuhi tanda tangan jika meeting dengan Candra Corpuration,bersama Ameer dan Dion.
.
.
__ADS_1
"Kalian benar-benar kembar identik.Tapi aku baru menyadari nya.Maaf!"
Hafi hanya mendengar kan saja,langkahnya berlalu masuk di Walk in closed dan menggeser pintunya di tutup.Mita yang sudah duduk di pinggiran ranjang hanya mengedikan bahu,dan tersenyum miring.
Menoleh kanan kiri belakang,mata nya terfokus pada ranjang Hafi yang berantakan.Tanpa segan Mita naik dan merapikan nya.Persis seperti dia merapikan ranjang Kamar nya sendiri.Rapih seperti di hotel.
Hafi keluar dari ruang ganti dan menggosok rambut yang basah.Terpanah melihat Mita yang menepuk busa kasur yang sudah rapih.Mita pun tersenyum pada Hafi.
"Kenapa di rapihkan?"
"Karna mungkin ini juga bagian dari kerja ku!"
Hafi tersenyum sinis "Siapa yang menyuruhmu naik ke kamar ku?Datang tidak mengabari ku dulu!Kita tidak sedekat ini ya Paramita Berliana!" Hafi mencondongkan wajah di depan Mita persis.
Mita hanya mengerjapkan mata,bukan cuma sekali Hafi bersikap seperti itu pada Mita.
"Mamah yang menyuruh ku..."
Mata elang Hafi langsung menoleh kembali pada Mita,dan menarik nya.
"Mamah?"
Mita mengangguk "Mamah mu, ternyata keluarga mu sangat serius dengan drama kita!"
"Mamah mu sendiri yang meminta ku memanggil Seperti itu.Ma-mah! terdengar begitu lembut kan? Bagaimana jika mamah mu tahu kita hanya sandiwara?!"
"Kita baru mulai,jangan berfikiran seperti itu.Mungkin beberapa hari kedepan kita akan sering keluar bersama.Itu untuk menutupi berita miring tentang ku,aku bukan perebut pacar orang!"
Mita tertawa terbahak,Hafi segera menutup mulut Mita.Dia takut siapapun mengetahui sandiwara nya,dan pasti akan kecewa.
Hussttt!!! Wajah mereka sangat dekat,Hingga Mita bisa melihat betapa bersih dan tampan Hafi,hidungnya yang mancung,alisnya yang tebal,wajahnya sangat bersih.
"Kedip!! Takut nanti jika jatuh cinta beneran!" Hafi melepaskan bekapan tangan nya.
Mita tanpa sadar berkedip "Siapa yang jatuh cinta?!"
"Kamu lah!! Kalau aku tidak mungkin! "
Mita hanya tersenyum dalam hati. Dia merasa tidak mungkin dan terlalu jauh.Keluarga Brahmana adlah keluarga terpandang dan sangat di segani di kota nya.
Memilik beberapa mall besar,bahkan ada yang bilang beberapa jalan yang kau injak Ki adalah milik keluarga itu.
"Berapa yang harus aku bayar semua nya?"
Huaahuhuhu...Undaa!!!
Bukan nya menjawab,Mita berjalan cepat dan membuka pintu kamar.Hafi yang melihat itu langsung mengekor dan ikut berlari di belakangnya.
.
.
.
__ADS_1
to be continue