TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN

TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN
BAB. 16 Mereka Siapa??


__ADS_3

"Aku mau pulang!"


"Kau pulang bersama ku!"


"Tidak bisa begitu,ojek yang mengantar ku sudah lebih dari empat jam.Beliau juga punya pekerjaan lain!!"


"Nanti aku yang bayar!"


"Bukan masalah siapa yang membayar,aku pamit kepada Ibu hanya sampai siang hari.Tidak ada yang menjaga Mina"


"Kalau begitu,aku antar pulang sekarang!" Hafi sudah memposisikan tangan nya yang akan mendorong kursi roda Mita.


"Aaaah stopp!! Hafi!!" Tangan Mita mencengkram pergelangan tangan Hafi.


"Kenapa,kau selalu menghindar jika aku bertanya atau pun melakukan suatu hal yang berhubungan dengan tempat tinggal mu??"


"Ya karena kita bukan siapa-siapa!"


"Kau kekasih ku!"


"Itu hanya di depan keluarga mu.Dan sandiwara lebih tepat nya!"


"Kalau begitu anggap saja kita tidak sedang bersandiwara!" Hafi mendorong kursi roda Mita.


Mita bingung harus berbuat apa.Setiap bertemu Hafi,lelaki ini selalu ingin melakukan apa saja se enak nya sendiri.


"Stop!! Stop!! Stop Hafi aku mohon stop!!"


Hafi menulikan telinganya,tak menghiraukan sedikit pun ucapan Mita,hingga gadis membrontak, menggoyang kan kursi roda nya berlainan arah.Dan bertepatan dengan jalan menurun.Pegangan kursi terlepas dari genggaman.


Mata Hafi membulat melihat kursi nya meluncur turun sendiri.Mita berteriak kencang dan menutupi wajah,mata nya terpejam.Sudah di pastikan gadis itu jatuh tersungkur.


Hafi berlari cepat menuruni lantai yang menurun.Dan membalikan kursi roda yang menimpa Mita.


Kemudian Mita dengan mata yang terpejam,dahi nya mengeluarkan darah.


"Mita! Mitaaa.. Bangun aku mohon.Jangan membuat ku panik!" Hafi menepuk pipi Mita.


Tapi Mita tak sedikit pun menyahuti nya.


Dari arah yang berlawanan Inggira dan Papah nya datang bermaksud ingin mengantar sesuatu milik Mamah dan Daffin.


"Kak!.."


"Mita kenapa Fi?" Fandi ikut berjongkok di depan mereka berdua.


"Pah,tolong aku! Mita jatuh,tolong panggil kan dokter.Aku akan mengangkat nya ke IGD!"


Fandi mengangguk dan segera berlari mencari pertolongan.Hafi mengangkat Mita dan membawa nya ke IGD yang tak jauh dari sana.Inggira berjalan cepat mengikuti langkah nya.


.


.


Sudah di tangani oleh dokter tapi Mita masih saja belum sadar.Benturan di kepala nya cukup keras,langsung membentur tembok dan lantai,kebetulan jalanan yang menurun adalah jalan evakuasi jika lift mati.


Hafi sudah sangat panik,ditemani Papah nya dan Inggira di ruang tunggu.Fandi terus bertanya pada Hafi,tapi anak nya masih syok dengan kejadian yang ia melihat nya langsung di depan mata.


Tidak tahu apa yang akan terjadi,Hafi terus saja menunduk,kedua tangan nya menyatu menggenggam untuk menopang wajah nya.

__ADS_1


"Berdoa saja kak,kak Mita tidak parah!"


Hafi mendengar dan mengangguk.


"Hafi!! Ikut Papah!! Papah butuh penjelasan mu"


Hafi pun mendongakkan wajah dan beranjak dari sana mengikuti papah nya ke taman yang tak jauh dari sana.


Inggira hanya bisa memandang teduh kedua nya.Fillingnya mengatakan bahwa Kakak nya dalam situasi tidak baik.


.


.


"Apa yang terjadi sebenarnya?!"


Mereka hening sejenak.


"Ini salah ku Pah_"


"pegangan nya terlepas dari genggaman ku,dan tak sengaja kursi nya aku senggol dan berbelok ke lantai evakuasi yang menurun!"


"Astaga!!" Fandi meraup wajah nya.


"Luka di kakinya?"


"Mita kecelakaan beberapa hari yang lalu.Dia disini karena mengecek jahitan nya.Namun ketika pulang,aku tidak menyangka ini akan terjadi"


Ada yang hilang dari cerita Hafi,dia menyembunyikan tentang perdebatan antara dirinya dengan Mita.Mungkin karena takut rahasia nya terbongkar.


"Kalau dilihat dari luka di kepalanya,papah takut terjadi sesuatu dengan nya"


"Kembali lah ke IGD bersama Inggi, Papah akan mengabari Mamah dan Daffin!"


Hafi mengangguk dan pergi dari hadapan Papah nya.


.


.


Sampai di IGD,Hafi tidak menemukan Inggi di depan sana.Orang di dalam nya pun sudah berubah.Tidak ada Mita di sana.


Mencari-cari perawat atau dokter,juga tidak ada di sana.


Hafi menelfon Inggira


"Hallo kak .. ad?


"Kau dimana,kenapa sudah tidak ada di IGD?"


"Kak Mita sudah di pindahkan di ruang rawat inap.Tak jauh dari ruangan Daffin.Tadi kita berpindah menggunakan lift.."


"Ok Aku kesana!" Hafi menutup sambungan telfon.Dan berlari mencari ruang kamar yang Adik nya maksud.


.


.


Hanya selisih dua ruangan dari tempat Daffin di rawat,semua yang menyetujui atas persetujuan Inggi,karena Inggi lah yang tadi ada di dekat Mita.

__ADS_1


Dengan kepala yang di balut perban melingkar,Mita masih memejamkan mata nya.Inggi,duduk menemani di sebelah nya.


Baju yang Mita gunakan sudah berganti dengan baju pasien,baju nya terkena noda darah dari dahi nya beberapa saat lalu.


Hafi membuka pelan pintu dan menyembulkan kepala nya ,memastikan orang di dalam adalah Mita dan Inggi.Dan benar ada nya.


Inggi menoleh "Kak,kak Mita masih belum sadar juga!" tatapan nya sendu.


"Iyaa, terimakasih sudah menjaga.Apa kau ingin ke kamar Daffin,kakak yang akan menjaga Mita?"


Inggi pun mengangguk,berdiri dari kursi nya.


ceklek!!..


Kedua nya menoleh.Papah Mamah dan Daffin ternyata masuk ke ruang rawat Mita.


Ara menutup mulut nya melihat Mita yang terbaring dengan perban yang melingkar di kepala.


"Astaga!! Hafii!!! Kau apakan Mita?!!" Ara memukul Hafi.


"Mah,,sabar dulu!! dengarkan penjelasan Hafi! Aku tidak sengaja Mah!"


"Kalian pasti meributkan sesuatu tadi setelah keluar dari ruangan Daffin?Lalu kau apakan Mita? Kami berpamitan mengantar nya pulang,kenapa jadi seperti ini.Ini anak gadis orang Hafi! Kenapa kau jadi se tega ini dengan perempuan? Ingat Hafi! adik mu juga perempuan"


Mendengar ocehan Ara yang tak berhenti-henti hingga Daffin terperangah melihat nya,Fandi pun mendekat dan menenangkan istrinya.


Pria itu tahu jika istrinya marah pasti semua perkataan akan terlontar semua.Hafi yang tahu pun diam dan menunduk.


"Sudah mah,kita dengar apa yang Hafi akan katakan!"


"Tanggung jawab kau!! jika terjadi sesuatu dengan Mita!!!"


Kemarahan Ara sudah meledak,selalu mengajarkan tanggung jawab dan selalu memberikan kepercayaan.Nyata nya Hafi menyimpang dari ucapan nya Yang berpamitan dan akan menjaga Mita saat pulang.


"Iya,aku salah mah. Tangan ku tidak memegang erat pegangan kursi roda,sehingga saat Mita bergerak kursi nya berbeda arah pas di lantai evakuasi yang menurun_"


"Kursi roda Mita meluncur dengan cepat,Dahi nya terbentur tembok dan jatuh kembali tersungkur terkena lantai,aku tidak bisa mengejar dengan cepat,karena lantai nya licin".


Beberapa kali Hafi sudah menjelaskan.Kali ini dia harus membuat Mamah nya percaya.Semua melihat dan mendengar nya.


"Ahhh..."


Suara ******* terdengar dari ranjang.Ternyata Mita sudah membuka mata.Ara mendekati dan di susul dengan yang lain


"Nak...Mitaa,sudah siuman? Di bagian mana yang sakit?"


Mita melihat sekeliling,lebih dari dua orang di sana.Mata nya melihat Hafi di belakang Fandi,wajah yang terlihat sayu dan lesu.


Tangan Mita terangkat,ingin memanggil Hafi.


"Hafi..mereka siapa?"


.


.


.


to be continue

__ADS_1


__ADS_2