TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN

TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN
BAB.17 Kedatangan Tamu


__ADS_3

Bagai petir di siang bolong.Pertanyaan Mita mengagetkan seluruh orang di dalam sana, termasuk Hafi.


Beberapa hari Yang lalu mereka sempat bertemu,berkenalan,dan mengobrol di sana.Bagaimana bisa Mita tidak mengenali satu pun kecuali Hafi.


"Nama mu Mita kan?" Ara penasaran dengan keadaan Mita.


"Ii..iya,nama ku Mita,Tante" Mita mengerjapkan mata pada Ara.


Tante??


Mendengar panggilan Mita kepada dirinya saja Ara sudah mencleos hati nya.Gadis di depan nya benar tak mengenali.


"Kak,kak Hafi siapa mu?" Giliran Inggira di buat penasaran.


"Hafi... Hafi... Bukan kah dia kekasih ku?"


Inggira membuang nafas berat.


"Kakak mengenali siapa lagi di sini selain kak Hafi?"


Mita hanya menggeleng "Tidak ada"


Inggira menoleh ke Mamah dan Papah nya,begitu juga Hafi yang melihat Mita dengan sendu.Masih tidak percaya dengan kenyataan di depan nya.Hanya dia yang Mita kenal.


Ara menarik tangan Hafi dan mendorong bahu suami nya keluar dari ruangan melewati pintu.


"Apa separah itu,hingga Mita tidak mengenali kita?" Mamah nya syok melihat keadaan Mita,dia berbicara pada Hafi dan suaminya Fandi.


"Mah.. Aku takut!" ucapan itu terlontar dari mulut Hafi.


Mereka hening sejenak nampak berfikir.


"Kamu telfon Om Allan,minta dia cari tahu latar belakang Mita.Bilang saja perintah Papah"


"Mamah jaga Mita dan Daffin, mintalah pada perawat jadikan satu ruangan.Agar lebih mudah memantau!"


"Papah sendiri akan mencari Yilmaz, Papah ingin tahu apa sebenarnya yang di alami Mita"


Setelah semua mengangguk,mereka berpencar dengan bagian masing-masing.


.


.


Mita,Inggi dan Daffin menoleh ke arah pintu yang di buka oleh Ara dari Luar.


Ara tersenyum hambar terkesan di paksa.Mita yang sedang duduk di ranjang merutkan kening,menunggu orang selanjutnya masuk,namun sama sekali tidak ada selain Ara.


"Hafi mana?"


"Oh maaf Mita,Hafi sedang keluar sebentar.Yang menjaga kamu mamah dan Inggi"


"Mita pun tersenyum tipis dan mengangguk"


Ara di buat bingung melihat Mita yang sangat santai, seperti tidak terjadi apapun.Mata Mita terus melihat ke seluruh ruangan itu.


"Sebenarnya aku kenapa? Dan lagi,kalian siapa? kenapa ada di sini?"


Ara tersenyum pada Mita.


"Kami keluarga Hafi.Saya mamah nya,ini adik perempuan nama nya Inggira,dan ini adik laki-laki Hafi,Daffin namanya"


Tiba-tiba pintu terbuka lagi,Fandi dan Yilmaz masuk berurutan.

__ADS_1


Yilmaz mendekati Mita.


"Maaf,bisa berbaring sebentar?"


Mita pun menuruti perkataan dokter muda itu.


Setelah mengecek bola mata dan detak jantung Mita, Yilmaz melepas stetoskop.Tatapan nya melihat kedua Mamah dan Papah nya.


Yilmaz adalah anak pertama She dan Allan,tetapi sudah dibiasakan dari kecil memanggil Ara dan Fandi,Mamah dan Papah.


Lain Fandi dan Ara,dia memanggil She dan Allan Mommy dan Daddy.


"Aku ingin bicara Pah!"


Fandi pun mengangguk, mengikuti Yilmaz keluar.


"Jika yang diceritakan Papah benar,aku kira sebaiknya kita lakukan ct scan saja.Kita bisa membaca keadaan Mita dari sana!"


"Kapan akan dilakukan?"


"Besok aku akan melakukan nya,aku akan mengurus semua.Ngomong-ngomong,dimana kak Hafi?"


"Dia sedang mencari Daddy mu di perusahaan.Biar Daddy mu yang mencari tahu alamat Mita dan mengabari kepada keluarga nya"


"Memang kak Hafi belum tahu?"


Fandi menggeleng "Papah sedikit curiga dengan anak itu!Tapi entahlah,semoga hanya dugaan Papah saja!"


Yilmaz pun mendengar kan dan hanya mengangguk.


.


.


Bukan sok tahu, Allan memang benar adanya.Dia mengetahui semua yang dilakukan keponakan nya kepada Mita, kesepakatan apa yang mereka buat.


"Ayolah Dad,bantu aku!"


"Nikaih dia Fi!"


"Bagaimana bisa aku menikahi nya.Aku kenal dengan nya baru beberapa hari.Astaga!!! Jari-jari ku saja masih lebih jika harus menghitungnya!"


"Tapi kau sudah menyeret nya dalam masalah mu sendiri! Jadilah pria yang bertanggung jawab!"


"Aku bertanggung jawab Dad,Jika tidak untuk apa aku kesini meminta bantuan Daddy?!"


"Daddy dan Papah mu tahu siapa Mita,jika kau tahu siapa sebenarnya dia.Kau akan menyesal pernah berbuat tidak baik dengan nya!"


Matanya membulat mendengar nya.Ternyata benar Papah lebih tahu siapa Mita.


"Kembalilah ke rumah sakit,jaga dia baik-baik!"


"Tapi Dad?!"


"Kembalilah! Daddy masih banyak kerjaan!"


"Dadd??!!"


"Hafi!!"


Hafi menghembuskan nafas kasar.Bujukan nya tidak berlaku untuk Allan.Dia pun melenggang keluar ruangan dengan lemas.


Harus laporan apa dengan Papah nya jika begini?

__ADS_1


Allan yang melihat Hafi keluar dari ruangan nya tersenyum miring dan menggelengkan kepala nya.


.


.


Ibu Dalilah mondar-mandir di depan pintu.Sudah menjelang petang tapi anaknya tidak muncul juga dari gang.


Berpamitan mengurus surat-surat dan membeli ponsel lagi dengan uang tabungan yang dia punya.Tapi hingga jarum jam semakin kebawah anak gadis nya tak pulang-pulang.


"Bu..Maaf,sudah petang saya mau pamit dulu.Nanti jika Mita belum pulang juga saya kembali lagi ke sini untuk menemani"


Ibu Dalilah menatap mba Yati yang sedang berpamitan,tak jauh dari sana Mina mengekor Yati dan menyembulkan kepala nya di balik tembok.


Ibu Dalilah pun tersenyum melihat bocah balita itu,wajah nya masih penuh dengan bedak bayi yang dia pakaikan setelah mandi sore tadi.


"Iya Yati.Pulang lah saja.Biar Mina bersama ku"


Mba Yati pun tersenyum dan melenggang dari sana,tak lupa juga mengucapkan terimakasih pada Bu Dalilah.


Baru menutup pintu dan berbalik berjalan beberapa langkah,suara ketukan pintu membuat Bu Dalilah berbalik dan membuka nya.


"Pak Sugeng,mana Mita?" Bu Dalilah melihat pak Sugeng sendiri di ambang pintu.


"Maaf Bu,saya sebenarnya sudah satu jam yang lalu kembali dari rumah sakit dan langsung ke pangkalan.Tapi ada seseorang mencari rumah Mita,dan ini saya mengantar nya kemari!"


Laki-laki berjas dan berdasi rapih menampakkan dirinya dari samping tembok.Ia pun menunduk.


"Selamat sore Bu?"


"Ya selamat sore,apa ada yang bisa saya bantu?" Bu Dalilah melihat pria yang berpakaian rapih itu.


"Oh maaf Bu Dalilah,sebaik nya dibicaraka berdua saja.Saya undur diri" Pak Sugeng berpamitan karena merasa bukan urusan nya.


Bu Dalilah pun mengangguk.


Setelah menyilakan tamu nya masuk,dan memberi segelas teh hangat.Wanita tua itu duduk berhadapan dengan pria itu.


"Perkenalkan Bu,Saya Ricko asisten Pak Hafi anak dari Tuan Fandi,rekan kerja Bos di perusahaan yang Mita bekerja di sana"


Ibu Dalilah mendengar kan dan mengamati ucapan Ricko dengan serius.


"Sebelum nya saya minta maaf,dan mohon sekali ibu jangan berfikir yang tidak-tidak.Saya di sini ingin menyampaikan bahwa Mita anak Ibu sedang di rawat di rumah sakit karena suatu hal yang tidak di sengaja"


Mata Bu Dalilah membulat,dada nya terasa sesak.Beliau pun memegangi dada nya yang tiba-tiba nyeri.


"Ahh,Ibu tidak apa-apa.Minum lah sedikit!" Ricko menyodorkan teh miliknya untuk di minum.


"Terimakasih nak,Boleh tahu rumah sakit mana?"


"Rumah sakit Healthy Hospital,Saya yang akan mengantar Ibu ke sana"


"Kalau begitu tunggu sebentar,saya akan bersiap dan membawa cucu saya"


Ricko pun mengangguk.Ibu Dalilah beranjak dari sana.


Mata Ricko melihat-lihat keadaan rumah Mita,rumah yang sangat kecil namun sangat bersih.Sudah bisa ditebak,hanya ruang tamu,ruang tengah,dua kamar,toilet dan dapur.


.


.


.

__ADS_1


to be continue


__ADS_2