TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN

TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN
BAB. 25 Rubah Betina


__ADS_3

Ara yang melihat Mita terus berjalan hingga menghilang tak terlihat melewati pintu.Hafi sama sekali tidak menoleh sekali pun.Hingga Riza dan Inggira yang sudah cukup mengerti dengan kondisi ini hanya saling menatap bergantian.


Kekhawatiran Ara mungkin saja terjadi,tapi untuk saat ini dirinya belum bisa bertanya apapun.Sarapan di lanjutkan dengan hening.Tak ada satu pun yang bicara.


"Aku selesai,aku berangkat kerja dulu!" Suara nya datar dan dingin.


"Tidak menunggu Riza atau Papah dulu Fi?"


"Tidak!" Hafi minum segelas air putih,lalu beranjak dari kursi dan pergi dari sana.


Bukan hanya merasakan situasi yang canggung, menjadi ibu dari anak-anak.Ara bahkan merasakan ada sesuatu antara anak nya.


"Ada apa sebenarnya Za?"


Riza mengedikan bahu "Tidak tahu mah"


"Mamah yakin ada sesuatu antara kalian.Jika sekarang belum bisa menjelaskan Mamah memaklumi.Tapi mamah tunggu salah satu dari kalian menjelaskan!!"


Riza menghela nafas panjang.Jika dirinya yang bercerita ke Ara,pasti Riza akan menganggap Hafi yang berlebihan.Membiarkan mamah nya mendapat penjelasan dari Hafi dulu baru dia akan bicara.


.


.


Sepanjang perjalanan,Mita diam tanpa sepatah kata pun.Biasa tidak banyak bicara membuat Ibu nya tidak curiga jika dia mempunyai masalah.


Bukan masalah sebenarnya,hanya saja mereka terbawa arus dengan perasaan masing-masing.


Pandangan Mita terus tertuju ke luar kaca.Tiba-tiba Mina merangkak duduk di pangkuan Mita,dia pun menoleh.


"Kenapa sayang?"


"Bobo Unda"


"Mina ngantuk?Sini bunda pukpuk dan bobo ya?"


Bocah balita itu mengangguk dan menyenderkan kepala di dada Mita.Padahal tak lama lagi mereka sampai di depan halte.


Beberapa menit berlalu,Mita dan Ibu nya turun di depan halte dan menaikki ojek online.


Mina yang masih di gendongan Mita, dan tertidur.Menggunakan dua ojek karena ada Ibu nya,dan barang yang lain.


Menempuh jarak yang berliku,akhirnya Mita sampai juga di depan rumah.Tak menyangka di sana duduk seorang pria yang sangat dia kenal.


Membantu menurunkan tas dan menyangga ibu Dalilah.


Mita tersenyum pada nya.Setelah membayar ojek online dan turun dari sana.Mita mendekati pria itu,ibu Dalilah membuka pintu.


"Masuk nak,sudah lama di depan?"


Pria itu menggeleng "Belum Bu, kira-kira lima sampai sepuluh menit"


"Maaf ya?"


"Tidak apa"


Ibu Dalilah hendak membawa tas-tas nya namun pria itu sudah lebih dulu meraih pegangan koper dan tas.


"Biar aku saja Bu, silahkan ibu masuk dulu!"

__ADS_1


Mita yang berada di sampingnya dan menggendong Mina tersenyum dengan nya.


"Terimakasih"


Pria itu pun membalas senyuman Mita dan ikut masuk menyusul ibu Dalilah untuk meletakan tas dan koper.


"Sebentar ya,aku meletakkan Mina dulu di kamar?"


Pria itu pun mengangguk.


.


.


"Ini nak,teh nya.Silahkan di minum, Mita sedang di kamar kecil.Tunggu ya?"


"Iya Bu santai saja"


"Ibu tinggal ya,mau istirahat.Rasanya badan ibu sakit semua, ternyata duduk di mobil berlama-lama juga tidak enak!"


Pria itu pun tertawa "Ibu bisa saja"


Menunggu,dan sesekali melihat jam di pergelangan tangan nya.Ternyata yang di tunggu sedang membersihkan diri karena gerah.


"Maaf terlalu lama"


Dion menghela nafas "Seperti biasa,selalu begitu"


Pria yang menunggu di depan dan pada saat Mita membersihkan diri adalah Dion.


Mita pun tertawa hambar.Gadis itu beberapa saat lalu mengirim pesan kepada Dion untuk ke rumah nya, karena kemarin tidak masuk kerja beberapa hari.


"Apa Pak Ameer tahu jika aku sakit?"


Dion pun mengangguk "Pertama Ricko Sebastian ke kantor untuk meminta biodata dan alamat mu,lalu dia bercerita panjang lebar tentang mu dan..."


"Dan apa?" Mita pun mendekatkan wajahnya ke Dion karena penasaran.


"Kau mempunyai hubungan dengan Hafidan Brahmana,apa itu benar?"


Mita menghela nafas kasar.


"Tunggu,Ricko Sebastian itu siapa?dan tentang Hafi,aku sudah tidak punya hubungan apapun dengan nya!" Mita menunduk,mata nya sedikit mengembun namun dia menyembunyikan dari Dion.


"Sudah putus?"


"Jawab dulu Dion, Ricko Sebastian itu siapa?!"


Dion berdecak "Dia asisten keluarga Brahmana,biasa nya jika Riza atau saudara kembar Hafi meeting,Ricko akan mengikuti"


"Kau belum menjawab pertanyaan ku Mimith!"


Mita memutar bola mata nya jika panggilan itu keluar dari bibir Dion.


"Aku dan Hafi sudah berakhir,kami sudah tidak memiliki hubungan apapun"


Mita menghela nafas "Sudah lah,jangan membahas itu! Sekarang kau harus membantu ku Ion!"


Dion terkejut dengan ucapan Mita.Tumben sekali,jika tidak penting maka gadis di depan nya tidak akan memanggil nya secara pribadi.

__ADS_1


"Buruan Mimith! Bantu apa'an?"


Mita mencondongkan bahu nya tepat di sebelah Dion.


"Carikan aku kerja paruh waktu,aku ingin terlepas dari kerjaan sebelum nya"


"Maksud mu kau akan resign di Canda Corpuration?"


"Ishh bukan itu Dion!!" Mita gemash mencubit telinga Dion.


"Lalu apa?"


"Aku tetep kerja dan pulang nya aku bisa kerja yang lain tapi bukan pacar sewaan.Mengerti?!"


Dion mengangguk paham.Pria itu berfikir sejenak dengan ucapan Mita.


"Hanya itu saja permintaan ku.Nanti aku akan berangkat kerja,Surat ijinku masih berjalan kan.Jadi aku bisa masuk setelah makan siang!"


"Kenapa tidak sekalian dengan ku?"


Mita buru-buru menggeleng kan kepalanya cepat.


"Aku takut di teror fans beratmu yang ada di sana!" Mita tertawa terbahak setelah ucapannya selesai.


.


.


Tidak menebang dengan Dion hanyalah omongan semata,nyatanya Dion menunggu Mita hingga gadis itu bersiap.Jam sudah menunjukkan pukul sebelas empat puluh lima menit, sebentar lagi jam makan siang di mulai.


Menjadi sekretaris dadakan,dan dekat dengan asisten bos membuat Mita kadang kala merasakan semua mata yang ada di kantor hendak menerkam nya hidup-hidup.


Menyelusuri jalanan,dan berhenti di kafe.Mita memilih meja yang ada di luar ruangan dan tak jauh dari sana kendaraan berlalu lalang.


"Pesan saja Mit,aku yang bayar!"


"Ckk..sombong sekali!" Mita berdecak kesal.


"Bukan begitu,Jangan heran jika aku seperti itu dengan mu.Sudah lama kita berteman,aku takut kau sungkan dengan ku!" Dion mengusak rambut,ujung kepala Mita.


Mereka pun tersenyum bersenda gurau sangat menikmati dan saling melempar ejekan.Mita tertawa dengan lepas.


Hingga orang di depan sana melihat dengan mata nya sendiri,melihat dengan seksama.Menyipitkan mata nya,menatap seseorang yang beberapa jam lalu berpamitan dari rumah nya dengan memasang muka sedih.


Cepat sekali kau merubah mood,padahal baru beberapa jam kau berpamitan kepada keluarga dan memasang muka sedih mu.


Dasar Rubah!


Hafi bergumam lirih di dalam mobil,sama hal nya dengan Mita dan Dion yang hendak makan siang,Hafi pun sedang mencari outlet makanan siapa saji untuk makan siang nya.


Namun mata nya tak sengaja melihat Mita dan Dion yang sedang tertawa bersama.


.


.


.


to be countinue

__ADS_1


__ADS_2