TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN

TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN
BAB. 95 Kesibukan Hafi


__ADS_3

Acara syukuran sekaligus mengetahui jenis kelamin baby di dalam perut Mita sudah selesai.Fandi dan Ara bahkan sangat bahagia mengetahui cucu mereka ber gender boy dan girl.


Mita dan Hafi sedang di kamar.Istirahat setelah seharian di sibukkan dengan acara itu.Dari mulai pengajian,baksos,hingga pada acara inti,dan ramah tamah kepada seluruh tamu undangan termasuk rekan kerja.


Tidak tahu bahwa salah satu pewaris Brahmana sudah menikah,sebagian orang di sana terkejut.


Kediaman utama bahkan masih terasa ramai,seluruh keluarga Brahmana ada di sana termasuk She ,Allan dan juga kedua anaknya. Yilmaz dan Enzo,Dokter Ganteng dan si paling dingin dan kaku Enzo.


Mita mulai membuka satu persatu kado dari para undangan.Ada yang menarik matanya di sana.Kotak yang sangat kecil,hanya sebesar kotak ponsel.


"Sayang,minta tolong ambilkan yang itu!"


Hafi menoleh ke arah jari telunjuk Mita.


"Mana?..yang ini?" Mita mengangguk.


Membuka kotak kecil berwarna biru dan berhias pita merah.


"sepatu rajut?"


Hafi menoleh "Dari siapa?"


Membolak balikkan kotak kecil dan melihat mengecek semua nya tidak ada apapun.


Gelengan Mita menandakan tidak menemukan apapun di sana.


"Tidak ada apapun selain ini"


Dua pasang sepatu rajut berwarna merah dan pink.


"Ini sepertinya buatan tangan"


Hafi mendekati Mita,memberikan segelas susu yang diletakkan di meja untuk di minum.Mencium kening istrinya lalu mencondongkan tubuhnya dan mencium mi perut yang semakin membesar.


"Lihat sayang,sepatu ini sangat detail kan rajutannya!"


"Mungkin dari Oma!" Hafi melihat sekilas sepatu mungil itu.Dan kembali mencium mi perut Mitaa.Hingga Mita mengusap kepala Hafi tanpa melihat.


"Sudah aku geli!"


Suara pintu di ketuk dan seseorang masuk dari sana.


"Mitaa..."


Hafi dan Mita menoleh bersama.Oma Maria beserta Perawat membawa satu kotak besar berwarna biru dan pink.


Hafi beranjak dari ranjang,dan berganti Oma yang duduk.Cucu nya sangat peka dan sangat sayang dengan Oma nya, tanpa diminta pun Hafi berdiri dari sana.


"Kenapa Oma ke atas,biar kami saja yang turun!"


Maria pun menggeleng "Oma masih sehat dan kuat,hanya menaikki beberapa tangga sangat gampang!"


Mita terkejut "Oma tidak naik lift?!"


"Oma bukan kamu yang susah berjalan membawa anak dua di perut!!... Sudahlah,Perawat bawa kotak itu kemari!"


Perawat yang selalu menemani Oma kemanapun karena memang Oma Maria selalu dalam pengawasan dokter.Pernah drop dan mengalami struk ringan membuat pola makan dan gaya hidup nya harus sangat di jaga.


Hafi hanya bersedekap dan melihat kedua wanita berbeda usia.

__ADS_1


"Ini untuk mu, ayo di buka!"


Kotak nya lumayan besar,Mita terperangah ketika membuka nya.


Dua pasang mini atur stroller berwarna pink dan biru.


"Kenapa kecil Oma?!" Hafi protes.


Maria mengibaskan tangannya,namun tidak mengenai Hafi "Ini hanya miniatur nya saja,yang asli sudah ku masukkan di dalam kamar merek!"


"Serius Oma?"


Maria pun mengangguk.Pelukan hangat di berikan oleh Mita.


"Aku iri pada mu cucu menantu!"


Mendengar itu Mita mengurai pelukan nya, melihat Oma mulai menangis.


"Iri kenapa Oma?"


"Kau mengambil kasih sayang anak ku dan cucu-cucu ku.Bahkan Riza saja menyukai mu sebelumnya!"


Mita dan Hafi terkekeh bersama.Mode kekanak-kanakan nya muncul.


"Tapi mau bagaimana lagi,kamu memang sangat menyenangkan Mita"


"Aku kira ini kado dari Oma!" Mita memamerkan kotak kecil berisi sepatu rajut berukuran mungil.


"Kau mengejekku? Mentang-mentang aku nenek tua yang tidak bekerja?"


"Bukan begitu Oma,Oma sangat suka merajut.Mita fikir Oma lah yang membuat nya untuk cicit Oma yang cantik ini!"


"Fii istrimu pandai menjilat ternyata!" Maria melirik pada Hafi.Dan seketika Mita memeluk Oma Maria.


"Aku sayang Oma,jangan seperti itu Oma.Mita minta maaf!"


Akhirnya semua tertawa karena obrolan Oma dan Mita yang sangat dekat.Bagi Oma,Mita cucu menantu pertama,selain cantik,Mita juga sama seperti Ara dulu saat pertama menikah dengan Fandi.Kedekatan yang terjalin di keluarga itu sungguh nyata dan tidak membedakan dari golongan apapun mereka.


.


.


.


Hari berganti dilalui oleh semua keluarga,Mina yang terpaksa di datangkan guru private ke rumah karena keaktifan nya bertambah dan semakin bertambah pula pengetahuan nya.Mita dengan perut yang besar sudah tidak bisa menjaga nya dua puluh empat jam non stop.


Pernah suatu ketika menggendong Mina,karena anak itu demam.Beberapa hari Mita harus bedrest karena mengeluarkan flek.


Meraih ponsel nya,Mita di kejutkan dengan saldo pada rekening nya yang bertambah sangat banyak.Mata nya bahkan memicing dan tak percaya.


Siapa yang mentransfer ku sebanyak ini?


Ibu jari nya pun bergerak lincah di layar ponsel pintarnya.


Mas Vito? Astaga mau apalagi dia?


Tak berselang lama panggilan masuk.


My lovely Husband ❤️

__ADS_1


"Hallo..."


"Sudah cek pemberitahuan di ponsel?".


"Maksud nya?"


"Vito memaksa ku menerima nya,dia mengirim sejumlah uang untuk Mina berulang tahun.Dia ingin datang sebenarnya,namun aku tidak mengijinkan.Bagaiman menurut mu sayang?"


"Transfer ran ini jadi benar dari mas Vito,Siapa yang memberitahu nya jika Mina akan berulang tahun?"


Hafi di sebrang sana diam tak menjawab.


"Aku tidak akan merayakan nya,pakai saja uang nya untuk donatur panti,pondok pesantren,atau masjid.Tidak ada perayaan ulang tahun sebelum Mina sekolah.Titik!"


Sambungan telfon langsung Mita matikan.Hafi terkejut dengan ketegasan Mita.


"Hadeuh... wanita hamil memang mengerikan!"


Meletakkan lagi ponsel nya dan melanjutkan pekerjaan yang tadi sempat di tunda.Tak berapa lama ponsel Hafi berkedip dan notifikasi tertera di sana.


Mata nya membulat seketika saat mengetahui nominal yang Vito transfer.Bagaimana tidak Mita marah jika yang dia transfer seharga satu persen saham di Mall miliknya.


"Jelas saja Mita marah!Bodoh!!!"


Hafi pun menghubungkan telfon wairless di sebelah nya.


"Ricko,hubungi Vito! Aku akan membicarakan hal di luar bisnis penting!"


Ada-ada saja masalah.Sudah aku urus semua,termasuk pengadopsian Mina,dia ingin mencoba mengganggu keluarga ku lagi.Awas saja jika membuat Mita berfikir berat.


Hafi menggerutu sendiri di dalam ruangan nya.Tangan yang terus bergerak memilah dokumen penting dan segera mengerjakan nya untuk di selesaikan hari ini.


Pekerjaan nya semakin bertambah setiap hari nya,seiring dengan waktu Mita sudah bisa ditinggal dan ngidam nya tidak seperti di awal.Banyak orang di rumah tidak membuat Hafi kuatir dengan keadaan istrinya.


Tok!


Tok!!


Tok!!!


"Masuk!"


"Maaf Pak,ada pemborong datang ingin bertemu."


Hafi terkejut dengan penuturan Felly sekretaris nya.


"Astaga aku lupa,, tolong bilang pada Ricko untuk mengambil dana cash dan cepat kemari!"


"Baik..permisi!"


Hafi beranjak dan berlari keluar ruangan menemui pemborong yang sedang membangun rumah nya.Sudah jadi dan siap dihuni. Pemborong meminta total pembayaran,namun karena sibuk pekerjaan Hafi melupakan itu.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2