
Bangun pagi sekali dan menyiapkan perlengkapan dirinya dan juga suami.Hari ini Mita memulai pekerjaan nya lagi setelah seminggu cuti.
Memakai rok pendek dengan panjang selutut berwarna navy dan kemeja berwarna biru laut,tanpa lengan.Tidak lupa blazer berwarna broken white.Rambutnya diurai dengan sisi kanan dan kiri di jepit.
"Aku turun dulu ya?"
"Nanti,sebentar sayang!" Hafi juga sudah bersiap,hanya tinggal memakai jas nya saja.
Menenteng tas dan menarik tangan Mita untuk keluar dari kamar,kedua nya berjalan beriringan.Menuruni tangga.
Mereka yang sudah ada di meja makan menatap seketika Hafi dan Mita.
"Woiii,masih licin.Basah kayanya nih!" Ucapan Riza sangat menyindir Hafi dan Mita,rambut kedua nya belum terlalu kering setelah mandi bersama beberapa jam yang lalu.
Mendengar itu,Mita melirik melihat semua nya.Ara dan Fandi tersenyum melihat nya.
"Ehekmmm,bentar lagi ada suara bayi disini!"
Bibir Fandi berucap sambil tangan nya mengambil lauk untuk piringnya.
"Semoga ya Pah?!" Ara menjawab nya.
"Iya kan kak?" suara Inggira tiba-tiba bertanya pada Mita,dan hanya di jawab dengan senyuman saja.
Mita yang ingin mengambil kan nasi dan lauk pada Hafi ternyata sudah lebih dulu suami nya mengambilkan untuk nya.
"Makan yang banyak biar strong!"
Mita mengulum senyumnya.Tidak dengan Riza yang mengibaskan rambutnya.
"Gerah euy!"
Seketika semua nya tergelak mendengar Riza bicara.
Sarapan pun di mulai tanpa ada suara sedikit pun hanya dentingan sendok yang beradu dengan piring.
"Mah,Mita berangkat dulu!" Setelah berpamitan pada Papah mertua nya kini dia berpamitan pada Ara.
"Sudah pamit pada Ibu dan Mina nak?"
Mita menganggu "Sudah mah!"
"Kalau begitu hati-hati ya,jaga diri baik-baik.Di luar situasi masih belum kondusif"
Mendengar nya Hafi menoleh ke Fandi papah nya "Pah,tidak ada pengawal kan?aku tidak suka?!"
Fandi hanya menggeleng.
"Kak aku berangkat dengan mu kan kak?" Inggira yang sudah menggandeng tangan Mita,berbicara pada Hafi kakak nya.
"Sama Riza lah!"
"Issshh!! Kakak?! Yang satu kantor kak Hafi, bagaimana bisa aku berangkat dengan kak Riza?"
"Bisa lah,Mita beda kantor tapi berangkat denganku?!"
Inggira mengerucutkan bibir mendengar Hafi,yang terlalu pilih-pilih atau takut jika terganggu.
"Apasih kak?!!"
__ADS_1
"Husttt! sudah-sudah tidak akan selesai jika seperti ini.Biarkan Inggira berangkat dengan kami Fi!"
Hafi berdecak kesal! Langkahnya keluar diikuti adik dan istrinya yang bergandengan.
Memasuki mobil,Inggira berada di jog belakang.Melajukan mobil keluar dari pekarangan dan melewati pintu gerbang yang tinggi.
Kini di rumah hanya Ara sendiri dan Mina,ibu Dalilah selalu dikamar sendiri mendengar kan murotal jika tidak menonton pengajian di YouTube.
Menghampiri Mina di taman,balita itu sedang sarapan pagi.
"Mina..Mina mau punya adik ya?"
"Ya.." kebiasaan balita jika di tanya pasti jawaban nya selalu kata terakhir pertanyaan nya.Ara tersenyum mendengar nya.
"Jadi kakak yang pintar ya Mina?" Mina hanya mengangguk.
"Wah,nyonya..Non Mita sedang hamil?"
"Semoga saja mbak sus, pernikahan nya baru sembilan hari mungkin.Jika langsung hamil akan menjadi berita yang sangat bahagia tentunya!"
"Oh semoga ya Nyonya?!"
Ara tersenyum "Doakan saja!Jaga Mina ya mbak sus,saya mau ke dalam dulu!"
Mbak sus hanya mengangguk sebagai tanda patuh pada nyonya besar.
.
.
Candra Corpuration
Mita yang baru sampai,dan turun tepat di depan lift yang mengarah langsung ke ruangan nya.Bukan depan gedung,Hafi mengantar nya lewat basemant yang langsung ke atas supaya lebih aman.
"Mita!!!"
Dari arah samping Dion yang memanggil dengan suara kencang dan berlari menghampiri nya.
"Dion?"
"Aku baru saja sampai, akhirnya kita bisa bekerja bersama lagi!"
Mita pun tersenyum.Dion menuntun Mita untuk masuk,tangan nya memegang punggung Mita.Hal itu tak luput dari penglihatan Hafi yang sengaja melaju kan dengan pelan mobil nya.
"Kak?!" Inggira melihat kakak nya meremat kemudi nya dengan kencang.
"Kak,wajar lah kak Mita begitu dengan rekan kerja nya.Bukan kah dia Dion asisten pribadi Ameer?Sedangkan kak Mita sekretaris mereka" Inggira berbicara lembut pada Hafi untuk menenangkan nya.
"Tapi aku tidak suka Nggi.Berkali-kali aku melihat Dion menatap Mita dengan tatapan lain!"
"Aku yakin kak Mita tidak memiliki perasaan dengan Dion! "
"Tapi kenapa Mita tidak mau keluar dari pekerjaan nya?"
Inggira menghela nafas "Sebelum menikah dengan kakak,kak Mita sudah terlebih dahulu di sana.Jadi jangan memaksa nya kak.Sabar sebentar saja!"
Inggira mengusap lengan kakak nya sendiri untuk menyalurkan energi positif.
Ternyata kakak nya sedang mode cemburu sekali.Dan sensi pastinya,karena orang cemburu diliputi dengan perasaan nya yang tidak menentu.
__ADS_1
Hafi kembali melajukan mobil nya seperti biasa menuju perusahaan.
.
.
Sebagian dari mereka membungkuk kan badan ketika bertemu dengan Dion,orang berpengaruh nomor dua di perusahaan.
Tak sedikit yang kagum dan sering memuji nya,tak sama dengan Dion.Mita yang sempat viral karena berita nya dengan putra Brahmana sering menjadi bahan gunjingan teman sekantor.
Menjadi sekretaris dengan jalur belakang dan sangat aneh,tidak tes apapun dan tiba-tiba menjabat sebagai sekretaris.
"jika mereka seperti itu,sudah biasa Ion!"
Mita terkekeh menanggapinya.
"Lain dengan mu,aku hanyalah pecahan kaca,remahan seriping,dan butiran debu kau tahu itu?"
Mita yang bicara saja tertawa,apalagi Dion yang hanya mendengar kan.
Kedua nya masuk di pintu lift yang sama dan lantai yang sama juga.
Seseorang di ruang tunggu terus mengamati gerak geriknya,dan tak lupa kamera yang di selipkan di saku kemeja terus membidik gambar mereka berdua.
"Hallo bos, Seperti nya wanita itu sudah mulai kerja seperti biasa!"
Lelaki di sana menjawab panggilan menggunakan aerophone.Lalu mengangguk.
.
.
Brahmana groub
Hafi yang sedari tadi bermain bolpen di tangan nya,Kerja nya tidak tenang.Selalu mengingat kejadian pagi tadi.
Nampak berfikir keras, bagaimana cara nya membuat Mita dengan sukarela keluar dari perusahaan itu secepatnya.Padahak saham sudah dibelikan hampir separuh.Tapi istrinya tetap saja tidak mau resaign dari sana.
Hingga melempar bolpen ke arah pintu,namun pintu seketika terbuka.Hafi membulatkan mata nya.
"Apa Ko?"
Rick yang menonjolkan kepalanya menunduk.
"Maaf,ada yang ingin bertemu!"
"Siapa?!"
Ricko tidak langsung menjawab,dia terdiam sebentar.
"Sharena,dia menunggu mu di lantai dasar karena sesuai perintah, security menghalangi nya untuk masuk tetapi dia memaksa"
Hafi mendengar,dan mengerutkan keningnya.Tidak mengabari dan tidak membuat janji.
Untuk apa dia datang kembali?
.
.
__ADS_1
.
to be continue