
Bocil minggir dulu 😘🙏
.
.
.
.
Dua Minggu berlalu,akhirnya hari yang dinanti telah tiba.Lusa Hafi dan Mita dijemput oleh Fandi dan akan kembali ke ibu kota menggunakan pesawat pribadi milik rekan kerja Brahmana Group.Fandi sudah merencanakan itu sejak dirinya kembali menjemput Ara.
Sangat antusias dengan kedatangan Mita kembali kediaman utama dan beserta calon cucu nya yang masih di dalam perut.
Mita sudah mulai berkemas,di bantu oleh Hafi tentu nya.Terakhir memeriksakan kandungan,dan dokter memberikan ijin.Selain membuat ibu nya yang tenang sebisa mungkin Mita harus bisa membuat keadaan nya sangat sehat untuk melindungi bayi nya.
Menolak untuk USG dan akan USG di ibu kota saja,karena keluarga besar juga menantikan waktu itu tiba.Acara pesta kecil-kecilan untuk mengetahui jenis kelamin pun sudah dibuat oleh Fandi.Benar-benar calon Opa idaman.
"Kita akan kembali lusa..Mungkin aku akan merindukan tempat ini!" Mita memutar bola mata nya,mengelilingi setiap sudut ruangan.
"Apa perlu membuat kenangan di tempat ini sayang?" Hafi mendekati Mita yang sedang rebahan di sofa bed ruang santai.
"Bukan kah kita sudah ada,kita tinggal disini saja sudah membuat kenangan."
"Mungkin bisa di coba dengan yang lain" Mata Hafi mengerling.
Bisa ditebak apa yang Hafi inginkan.Mita sudah sangat faham dengan maksud dan tujuan ucapan Hafi.Apalagi selain bercinta.
Istrinya pun terkekeh,dan mencoba bangkit dari sana.Namun Hafi membuang tubuh nya di tempat Mita duduk tadi,mencekal pergelangan istrinya,dan menarik pinggang yang sudah tidak kecil lagi.Mita terduduk di atas pangkuan Hafi.
"Mau kemana?" Jaraknya hanya lima belas senti dan tangan Hafi sudah mengunci pinggang Mita.
Mita tidak menjawab,bibirnya tersenyum.Menempelkan hidung nya dan hidung Hafi,matanya saling menatap,kedua lengan mita bertengger di atas bahu Hafi.
"Aku mencintai mu,,"
Hafi tetap diam mendengar penuturan istri nya,ini yang pertama untuk Hafi dengar.Padahal Mita sering bicara itu ketika Hafi tidur dan dia mengusap dagu nya.
"Aku mencintaimu Hafidan!" Tiba-tiba bibirnya dengan berani mengecup bibir Hafi terlebih dulu.
"Kau sedang merayu ku?" Masih di posisi yang sama,hanya berbatas hidung mancung mereka yang menempel.
__ADS_1
"Tidak!" Mita menggeleng.
"Kau merayu ku tadi!"
"Aku tidak merayu mu,aku hanya mengungkap kan isi hatiku pada suamiku.Jika aku merayu,maka aku merayu pria lain,mana mungkin suami sendiri aku rayu.Tanpa di rayu pun dia pasti akan mau dengan ku!"
Kedua nya sama-sama tersenyum.
"Pintar sekali bicara mu Berliana!"
"Ya aku pintar,jika aku bodoh aku tidak bersama mu!"
"Jika kau bodoh,kau tetap bersama ku dan aku orang satu-satunya yang selalu menganggap mu pintar!"
Semakin merekah bibir Mita,tak kuasa menahan perdebatan itu Mita terlebih dulu mengecup bibir Hafi,mencium dan mulai bermain di bibir Hafi.
Decapan terdengar saat Hafi melepas paksa.
"Apa ini salah satu dari kemauan nya?" Tanpa fikir panjang Mita mengangguk dan mendekatkan bibirnya kembali,seketika Hafi pun menyambar dengan cepat.Mendekatkan,menarik pantat Mita untuk mendekat di bagian pinggang Hafi.
"Kau agresif sayang!"
Lidah Mita bermain dan membelit, pertahanan Hafi yang sengaja dia tunda dan ingin merasakan seberapa Mita menginginkan nya ternyata tidak juga tahan.
Hafi pun mulai menyentuh Mita,daster yang panjangnya hanya sepuluh Senti di atas lutut seketika mampu Hafi taklukan,tangan nya sudah membuka kain yang kebesaran itu.
Segala yang menonjol di tubuh Mita terpampang di depan Hafi.Dua gundukan dengan penutupnya yang sangat kontras,kulit putih mulus Mita dan kain berwarna biru terang,semakin segar melihat nya,senada dengan warna kain segitiga nya di bawah.
Mulai menyentuh benda kesukaan nya.Bibir Hafi melepas belitan di lidah Mita dan mulai menjelajah di tulang leher.Membuat tanda di sana adalah hal yang penting untuk Hafi.
"Ahkk..Jangan banyak-banyak!"
Hafi menggeleng dan terus melanjutkan aksinya,melepas pengait di bagian belakang.Tangan Hafi ke atas,melepas ikat rambut Mita,rambutnya semakin panjang dan tergerai.Membuag Mita makin seksi bagi Hafi.
Penutup pun sudah terhempas entah kemana.Menangkup dengan telapak tangan keduanya sangat besar hingga melebihi besar telapak Hafi.Mulai bermain dengan ujungnya,dan bibirnya mulai mengulum bermain dengan ujungnya.Mita melenguh meremas rambut suaminya, namun segera mungkin tangan Hafi meraih tangan Mita dan meletakkan di bawah sana,menyentuh milik Hafi yang sudah mengeras sempurna.
"Aku ingin disini sayang!" Mata Hafi sudah sangat berkabut,dan Mita sangat tahu itu.Suaminya sudah sangat tinggi.
Mita pun mengangguk "Pelan-pelan!"
Mulai merebahkan tubuh Mita di sofa bed.
__ADS_1
"Lihat,perut mu dan milikmu ini.Mereka sama semakin membesar dan kamu sangat terlihat cantik dan seksi!"
Membuka sendiri baju yang dia kenakan.Tangan Hafi mencekal lengan Mita yang akan membuka kain segitiga nya.
"Jangan!! Itu nanti aku yang mengerjakan nya!"
Mita pun tersenyum dan terlentang memposisikan diri.
Merendahkan tubuhnya dan menenggelamkan wajah di antara dua gundukan Mita,******* ujungnya bergantian lalu ******* bibir Mita,bergantian.
"Apa susah?!"
Perut yang besar membuat Hafi sangat berhati-hati.Dia pun menggeleng.Jika untuk seperti ini apapun akan dia lakukan dan tak akan ada kata susah untuk ini.
Mita yang sudah tidak tahan dengan semua sentuhan suaminya,mulai menggenggam batal sofa yang ada di sana.Milik Hafi terus menggesek di bawah sana hingga Hafi turun kebawah.Kain segitiga Mita sudah sangat basah.Diapun menurunkan nya,hingga terlepas dan hanya diletakkan sembarang.
Menenggelamkan wajahnya di sana,bermain hingga Mita membusungkan dada nya meremas rambut Hafi.Tangan Hafi memegang kedua pangkal paha Mita,karena istrinya terus melenguh dan tubuhnya bergeser.
"Aku masukkan!"
Mita pun mengangguk.Dengan sekali hentakan miliki Hafi sudah mulai memasuki milik Mita,mengulangi nya kembali hingga semua terbenam sempurna.
"Tenang dan santai,aku akan melakukan nya pelan!"
Mita sudah seperti cacing kepanasan ketika Hafi mulai bergerak memaju dan mundurkan miliknya.Hinga berkali-kali Mita menggelinjang dan mendesah.
Beberapa kali Hafi melakukan nya,dan berakhir membawa Mita ke dalam kamar nya,hingga keduanya mencapai puncak bersama.
Melempar tubuhnya di sebelah Mita lalu menarik selimut untuk menutupi kedua nya.
"Terimakasih sayang!" Hafi mencium kening lalu bibir Mita.Mengusap perut Mita dan berharap tidak melukai mereka.
Membawa tubuh Mita kedalam dekapan nya.
.
.
.
To be continue
__ADS_1