TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN

TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN
BAB. 83 Pemancingan


__ADS_3

Menghadiri gala diner dan meeting pada malam hari.Siang hingga sore hari Hafi habiskan bersama Mita.Masih di sekitaran hotel.Sebelum membeli perlengkapan di mini market terdekat,mereka berjalan-jalan di area hotel.


Taman buatan,dan ada juga play ground yang hanya beberapa permainan saja.Tak jauh dari sana juga ada pemancingan dengan beberapa saung.


"Maaf Pak,ini ikan nya boleh di masak setelah dapat?"


Lelaki tua penjaga pemancingan nya pun menoleh pada Mita.


"Maaf non,tidak bisa.Tapi jika ingin memakan olahan ikan,di sana tersedia menu dan langsung ambil sendiri!" Lelaki itu memberi tahu Mita dengan menunjuk restauran yang tak jauh dari sana.


"Oh terimakasih" Mita langsung pergi dari sana menarik tangan Hafi untuk mengikuti nya.


Hanya menyebrangi kolam yang tidak terlalu panjang,mata Mita mengerling melihat makanan kesukaan nya di sana.


Mengambil beberapa jenis untuk di olah.Hafi hanya menuruti kemauan istrinya.Memilih beberapa macam,dan pilihan Hafi jatuh pada lobster,Mita hanya melirik melihat suaminya.


.


.


Menunggu beberapa puluh menit,makanan pun tersaji.Gurameh saus Padang,lobster asam manis,dan beberapa sayur di sana.


Mita menutup mulut nya sendiri,dan menelan air liur.


"Kenapa??"


Tertawa hambar,Mita mulai mencelupkan tangan nya di wadah kecil berisi air bersih.


"Apa aku bisa menghabiskan ini?"


Suaminya pun terkejut "Harus habis,aku tidak mau menjadi korban ke khilafan mu".


Setelah berdehem dan tak lupa berdoa Mita dan Hafi mulai mengambil sedikit nasi dan menempelkan di bumbu nya.


Tanpa terasa semua makanan hampir tandas,benar yang dikatakan Hafi.Mita menyuapi nya tanpa sadar dan Hafi hampir memakan semua menu.Mita yang tahu Hafi kekenyangan tertawa puas.


"Ahhh!! Bagaimana nanti malam.Aku mungkin tidak selera makan lagi!"


"Boleh aku bertanya?"


"Apa?..."


"Apa semua yang datang disana hanya para pria saja?"

__ADS_1


Seketika Hafi langsung menoleh pada istrinya.


"Kamu ingin ikut dengan ku?"


"Bukan kah gala diner bisa di datangi siapa saja selagi mereka mendapat undangan.Kebanyak dari mereka juga membawa istri nya kan?"


Hafi mendengar kan Mita bicara.


"Maksud mu seperti kita dulu? Membawa istri atau tidak aku tidak tahu.Aku hanya tidak ingin istriku di lihat banyak pria" Hafi mengambil gelas air minum.


"Dilihat banyak pria atau kamu yang ingin tebar pesona karena tidak membawa istri.Apa karena ingin dikenal belum menikah?"


Minuman dimulut nya menyembur,Hafi kaget dengan penuturan Mita.Dengan cuek nya Mita mengambil tissue dan memberikan pada suaminya.


"aku hanya bercanda,tidak usah terkejut seperti itu!" Mita memasukan potongan daging udang ke mulut nya.


"Sebenarnya apa mau mu Paramita istri ku?!" Bicara nya lembut,namun wajah Hafi terlihat kesal dengan penuturan Mita beberapa detik lalu.


"Kamu benar ingin ikut dengan ku? Jika iya,setelah ini kita cari gaun untuk mu.Di sana nanti banyak pengusaha dari kota manapun.Dan lagi, mantan-mantan mu yang dulu.Aku pastikan semua di sana! Bukan aku ingin menakuti mu,aku percaya kamu bisa menghandle itu semua.Tapi aku tidak mau istriku dilihat dari ujung rambut hingga ujung kaki oleh pria manapun selain aku.Aku lebih suka kamu yang seperti ini.Kaos oblong dan celana yang longgar,sama sekali tidak menarik untuk orang lain! Tapi tidak dengan ku!"


Mita menggaruk tengkuk nya.Ucapan Hafi benar-benar sangat panjang dan lebar.Bukan nya terkejut,Mita malah merasa pusing.


Sudah bisa di bayangkan hal seperti ini akan terjadi.Menikahi salah satu anak pewaris Brahmana,dengan masa lalu nya yang sedikit nakal bagi nya.Tidak mudah jika harus tetap menebalkan telinga untuk semua ucapan yang akan terdengar.


"Apalagi alasan nya selain itu?"


Mita hanya mengangguk "Sudah..."


"Kau tidak punya perasaan cemburu kan?"


"Untuk apa,jika yang kau inginkan hanya aku.Rasa cinta mu padaku bukan kah lebih besar dari cemburu ku?" Mita membuang wajah nya ke lain arah.Dan Hafi tersenyum miring mendengar nya.


"Ya ampun,senang nya hatiku melihat istriku di mode cemburu!"


Mendengar itu Mita mengedikan bahu nya.Suara Hafi terdengar menggelikan di telinga Mita.Meski ucapan nya benar namun Mita masih tetap saja gengsi.


"Nanti aku akan bicara pada Ricko untuk mencarikan security di depan kamar jika kamu takut,dan aku akan kembali tidak lama.Aku tidak mungkin meninggalkan mu di kota ini sendirian hanya di dalam kamar!"


Hafi tiba-tiba memberikan kecupan singkat di pipi Mita.Istrinya pun menoleh dan melebarkan matanya.


"Pipiku bau ikan Hafi!"


Hafi tertawa melihat pipi Mita.Bukan nya berhenti,dia memberikan kecupan beberapa kali di sana.Dan Mita mendesah,dia sedikit marah.Karena bisa di pastikan bau nya amis bercampur bumbu,dan sudah pasti berbintang.

__ADS_1


Mereka yang masih di posisi saling berdampingan,Hafi sedikit berdiri dan mengecup kening Mita.


Seperti bayi yang sedang merengek.Mita semakin kesal.Wajah nya sudah bau dan berminyak.


"Bersihkan!... Skincare ku bisa sia-sia Hafi!"


Tidak menghiraukan itu,Hafi menangkup wajah Mita dengan bagian tangan yang tidak kotor.Mendekat dan kembali mencium wajah Mita hingga Hafi tertawa lepas dan puas.


Mita dengan rengekkan nya seperti Mina yang meminta sesuatu,hal itu pun membuat Hafi senang melihat nya.Bahkan dia pun tertawa.Mereka berlarian saling mengejar hingga berakhir di tempat cuci tangan.


Hafi dengan perlahan mencuci wajah istrinya yang sangat berminyak.


"Bau tidak?"


Mita mencondongkan wajahnya.Hafi pun mencium.


"Masih sedikit!"


"Coba sekali lagi! " Mita pun mencuci wajahnya sendiri dengan sabun alakadarnya di sana.


"Jangan banyak-banyak sayang.Wajah mu bisa rusak nanti!" Hafi memperingatkan.


Mita hanya menggeleng dan masih membasuh wajah.


"Jika rusak paling jerawat satu,dua,atau tiga dan itu akan sembuh tidak lama.Kulit ku tidak se sensi kebanyakan wanita lain yang jerawat tidak hilang!"


Hafi pun mengangguk.Benar yang dikatakan istrinya.Memang wajahnya hampir tidak terlihat jerawat atau sejenisnya.


Hari sudah gelap.Kedua nya baru kembali ke kamar hotel pukul enam lebih lima belas.Menenteng belanjaan yang cukup banyak.Menata di lemari pendingin,sebagian Mita letakkan di meja yang ada di bawah televisi dan di pinggiran jendela.


Suaminya sampai menggeleng karena dimana-mana cemilan.Namun dia sadar Mita pasti membutuhkan itu ketika dia bekerja.


Menyimpan sesuatu di laci nakas,Mita melihat resi pembayaran hotel.Matanya memicing.


Banyak sekali.Apa tidak apa-apa perusahaan membayar ini?


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2