TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN

TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN
BAB. 109 Tamu tak terduga


__ADS_3

Menjalani hari yang sangat berkesan,rumah tangga Mita dan Hafi semakin bertambah rame seiring jalannya waktu.Mita bahkan kini sering meninggikan suaranya ketika Razka dan Nesha berebut mainan.Padahal selalu membeli dua dan dengan warna yang berbeda.


Razka selalu merebut mainan Nesha,namun perkara melindungi Razka sangatlah tahu jika dia kakak.


Kali ini dengan kedua baby sitter nya,Mita berjalan sore mengelilingi komplek.Mina yang sebentar lagi pulang les mungkin akan bertemu di ujung jalan.


Les di sekitar ran rumahnya membuat Mina sangat mandiri,hanya satu pengawal yang ditugaskan oleh Opa Fandi khusus untuk Mina,itu pun karena Daffin yang terus merengek.


Perut Mita sudah memasuki bulan ke enam atau dua puluh empat Minggu.Semakin besar dan tentu saja geraknya pelan.Hingga umur sebesar itu Mita masih mengidam dan sering meminta sesuatu ketika malam tiba.


"Bu Hafi selamat sore?"


Tetangga di sana cukup ramah dan sangat baik.Walau tidak sering bertemu namun jika berpapasan pasti akan bertegur sapa.


"Sudah berapa bulan ini,wah cepat sekali baby twin sudah mau punya adik!"


Mita tersenyum,wanita yang sudah cukup tua itu mencolek kedua pipi Razka dan Nesha.Keduanya pun memperlihatkan gigi sebiji jagung yang rata.


"Enam bulan Bu, Alhamdulillah dikasihnya cepat" kata Mita tersenyum.


Selain tetangga nya tahu jika Mita menantu keluarga Brahmana,mereka juga tahu Hafi sangat lah ramah dan tidak sombong di lingkungan.Meski dari kalangan elit,tapi selalu ikut berkumpul dengan warga sekitar.


Bahkan selalu menggelontorkan dana jika ada even atau kegiatan warga.


Banyak bermacam - macam profesi di lingkungan nya.Bahkan yang sangat tidak mampu pun ada.Mereka selalu mengisi dan tidak pernah membedakan.


"Bunda!!!..."


Terlihat Mina keluar dari sebuah rumah yang cukup besar.


"Jangan lari nak!"


Bunda nya yang di panggil namun arah Mina mendekati kedua adiknya yang duduk di atas sepeda baby.


Keduanya pun tertawa senang melihat kakak nya berlari dan menciumi nya.


Lalu Mina memeluk Mita dan mencium perut yang dia ketahui di sana ada baby girl.


"Hallo partner bermain ku.Besok kakak Mina sisir rambutnya ya,kalau kalian sudah melihat dunia tentunya!"


Mendengar ucapan Mina,seketika orang di sana tertawa terbahak.Pasalnya tidak mengira anak sekecil Mina mempunyai fikiran seperti itu.


"Oh,calon adiknya perempuan Mina?" Tanya wanita setengah tua itu.


Mina pun menoleh,melihat wanita itu dan mengangguk.


"Yes,baby girl.. Temanku banyak kan Oma?"


Wanita tua itu tersenyum dan mengangguk,perasaan nya sangat senang melihat Mita dan keluarga kecilnya.Terlebih lagi melihat Mina yang berambut pirang seperti bule.

__ADS_1


"Oma gemas sekali dengan mu!"


Rambut di kuncir dua kanan dan kiri,tak lupa poni yang selalu di roll sendiri.Mina sangat lucu dan cantik.


Baru suaranya saja terdengar Hafi sudah beranjak dari sofa.Istri,anak,dan baby sitter bersenda gurau sepanjang jalan pulang.


Mita sesekali mengusap perutnya dan berjalan paling depan.Membawa kantong kresek berisi kue cubit yang dibelinya di ujung jalan.Banyak kaki lima di sana namun hanya kue cubit lah yang menarik perhatian.


Hafi melepas kaca mata dan mengulurkan tangannya ke Mita,untuk duduk di sebelah nya.


"Tidak pakai alas kaki?"


Mita menggeleng,menyandarkan punggungnya di sofa.Nafasnya memburu,mengusap perut.Tak lama Mbak Ti datang dan membawa segelas air hangat.Dia tahu itu karena diminta oleh Mbak Sri saat akan membawa masuk Razka dan Nesha untuk mandi sore.


"Aku sengaja tidak memakainya..Katanya jika pagi akan lebih enak, tapi mana mungkin aku bisa sementara mengurus mu, menyiapkan Mina sekolah,dan si kembar mandi pagi."


Hafi tersenyum mendengar nya,tidak pernah mengajak istrinya piknik,bahkan sekarang saja Mita sedang mengandung lagi,semakin tidak bisa untuk kemanapun.


"Besok weekend kita ke sunmor ya sayang?"


"Terserah saja,yang penting anak-anak ikut!"


Matahari semakin tenggelam ke peraduan.Saat nya Mita dan semua keluarga makan,namun tiba-tiba bel rumah berbunyi.Mereka pun sama-sama menoleh.


"Mbak,tolong buka dulu!" Perintahnya kepada art.


"Kamu di sini saja temani anak-anak" Mengecup kening Mita lalu Hafi berlalu ke depan.


Seseorang berada di ambang pintu dengan memunggungi nya.


"Maaf,cari siapa ya?"


Diapun berbalik "Apa ini rumah Hafi?"


Suara yang tak asing bagi Hafi,dia pun dari kejauhan melihat siapa di balik pintu.Mengintip tirai sontak mata Hafi membulat melihatnya.


"Iya betul,Anda siapa?"


Mengembangkan senyumnya lebar,wanita itu pun menyelipkan anak rambut di belakang telinga.


"Bisa bertemu dengan nya,saya Sharena.Hafi pasti tahu!"


Art nya melihat dari bawah ke atas berulang kali.Lalu dia pun menutup pintu lagi dan bergegas menuju meja makan.


"Bun...."


"Siapa Mbak?" Mita sedang memasukkan suapannya untuk kesekian kalinya.


Terlihat Hafi menyusul.

__ADS_1


"Sha..." ucapan art nya menggantung.


"Aku ingin bicara sebentar!" Hafi memotong ucapan Art.


"Aku lagi makan,bisakah nanti saja?"


Mina yang berada di depan Mita pun ikut melihat Ayah nya yang sangat aneh.


"Sebentar saja!"


Melirik pada Mina, akhirnya Mita pun berdiri dan mengikuti langkah Hafi.


Di ujung sudut ruang tengah,Hafi berdiri sementara Mita duduk.Setelah memberitahu siapa di luar sana.Wajah Mita berubah memasang wajah jutek.


"Untuk apa dia kemari.Kenapa sudah bebas? Aku tidak mau lagi berurusan apapun dengan nya.Jika yang di inginkan dia bertemu dengan mu temuilah,tapi aku tidak mau jika ini terulang lagi!"


"Dengan mu!" ucap Hafi.


Mita menggeleng dan membuang muka.


"Jika dia merayu ku lagi bagaimana?"


"Bagaimana apa nya? Maksud mu bagaimana jika kamu tertipu daya? Kamu masih memiliki rasa atau bagaimana?!!" Mita mulai panas,nada suaranya meninggi.


"Pokoknya aku akan menemui jika dengan mu!"


Mita menghela nafas, akhirnya dia pun mau.Menggandeng tangan Mita erat,Hafi berjalan ke ruang tamu dan mulai membuka pintu.


"Hai Fi ?..."


Hafi mendongak dan daun pintu mulai terbuka lebar menampakkan Mita di sebelah nya.Dia pun tersenyum pada Sharena.


Gadis itu ikut tersenyum.


"Maaf tidak mengabari jika aku bebas terlalu dini,mungkin kedatangan ku hanya akan membuat hidup mu merasa terganggu lagi"


Tiba-tiba daun pintu yang lain ditarik oleh Mita.


"Duduklah,tidak enak bicara sambil berdiri di daun pintu!"


Sharena terkejut,ternyata tak jauh dari Hafi ada Mita,dan sengaja Mita lakukan untuk mengetes keduanya.


Bukan duduk di dalam namun Mita keluar dan mereka duduk di bangku taman.Sebelum duduk Hafi meletakkan alas yang terbuat dari dakron untuk Mita dudukki.Melihat itu Sharena sejenak membuang muka.


"Maaf sekali lagi Mita,aku kemari hanya ingin mengantarkan ini!"


Sharena meraih sesuatu dari tas nya lalu meletakkan di meja dan di dorong tepat di depan Hafi dan Mita.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2