TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN

TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN
BAB. 56 Penculikan


__ADS_3

Hafidan Brahmana



Paramita Berliana



Rizaidan Brahmana



Ditempat yang berbeda,Mita sudah bangun.Merasa sedikit enakkan,keadaan nya jauh lebih sehat dari pada kemarin.


Melewati sarapan nya adalah hal yang sudah biasa untuk Mita,semenjak Ibu nya tidak ada Mita menjadi susah dikendalikan.


Kadang semaunya,dan kadang tiba-tiba sedih merindukan Ibu.


.


.


.


"Mbak,rumah kenapa sepi?Apa Hafi berangkat kerja?"


Menggenggam cemilan di tangan nya,Mita berjalan menyusuri koridor lantai dua,tidak ada penghuni satu pun.Mata Mita melihat salah satu asisten rumah tangga sedang membersihkan ruang keluarga.


"Nona tidak tahu?"


Mita menggeleng,tidak lupa cemilan kripik baso goreng di tangan kanan nya,satu persatu masuk ke dalam mulut.


asisten rumah tangga itu pun melihat Mita yang memakan cemilan nya dan sesekali mendesis.


"nona dapat makanan itu dari mana?"


"Mau? Dari online,aku membelinya dan ada kurir yang mengantar."


"Apa tidak apa-apa jika Den Hafi melihat nya?"


Mendengar nya,kening Mita berkerut "Ini sudah di tes di security dan pengawal depan mbak,mereka juga tidak apa-apa dan aman-aman saja!"


Asisten rumah tangga itu pun mengangguk.


"Mbak,selain saya tidak ada yang lain?"


"Oh ada..Daffin baru pulang dan masih di kamar,Mina tidur dengan mbak Sus,lalu yang lain bekerja dan Ibu bos sedang ke gerai pakaian dari tadi!"


Mita mengangguk-angguk "Kalau begitu,bisa minta tolong?"


"Apa?"


"Aku ingin alpokat tidak pake gula,dibelah lalu jangan lupa pake susu kental manis yang sachet,jangan mbak yang nuang.Aku saja!"


"Tapi non,dari pagi baru keluar kamar.Belum makan.Kenapa makan alpokat dulu.Lagi pula tidak ada alpokat di stok lemari pendingin.Apa menunggu saya beli tidak apa-apa?"


Asisten yang satu ini memang sangat lembut,umurnya sudah berkepala empat.Selain asli dari daerah Yogyakarta,memang tutur katanya sangat santun dan penyabar.


Mita masih tetap berdiri di sana melihat asisten rumah tangganya menuruni tangga dengan sangat pelan.


Mbak nya sabar banget sih!


Kaki nya iseng melangkah ke arah balkon terbuka yang menembus ke halaman samping.Jarang sekali Mita keliling rumah itu.Karena Hafi selalu mengurung nya di dalam kamar.

__ADS_1


Menyetujui untuk menunggu mbak Sri membeli alpokat,Mita berfikir untuk tiduran di kursi yang ada bantal di sana.


"Sambil menunggu,diminum dulu non!"


Mita yang tak menoleh ke sumber suara hanya berdehem saja sambil terpejam,rasa ngantuk nya mulai menyerang saat semilir angin menerpa wajah.


Meraih gelas dan meminum seteguk air dari gelas di sebelahnya.


Prang!!


.


.


.


Sore hari,mobil Hafi melaju dengan cepat.Seseorang mengirimkan gambar yang sangat dia kenal.


Mata nya terpejam dan meringkuk,mulut nya di bekap oleh sehelai kain,bukan hanya itu.Tangan nya juga di ikat ke belakang.


"Om dimana?!"


Hafi melakukan panggilan telfon mendadak.


"Dengan ibu dan bapak bos,ada apa?"


"Siapa di rumah?"


Mendengar itu,Abas mengerutkan kening.Firasat sesuatu terjadi di rumah.


"Daffin,dan para Asisten"


"Om Mita Omm!!"


"Aku belum pulang dari pagi, om dan mamah tahu jika aku kerja .Bagaimana mungkin Mita bersama ku?"


"Security melihat Mita dibawa oleh asisten rumah menggunakan kursi roda,bukan kah dia sakit?Dia membawa nya karna kau menunggu di depan pintu!"


"Aysshhh..Om,ada seseorang yang menyelusup ke rumah.Mita di bawa oleh nya Om!!"


"Hah!!! Apa??!!!"


Fandi dan Ara yang sedang duduk berhadapan menoleh kepada Abas yang tiba-tiba berdiri dan tegang.


Dugaan nya selama ini benar,ada nya penyelusup di rumah memang benar adanya.Kecurugaan Hafi bukan hanya kecurigaan.Kali ini benar-benar kecolongan.Dan Mita di luar pengawasan.


Fandi menggunakan mobil karyawan Ara,lain dengan Abas,dia membawa mobil milik nya sendiri.Menghubungi Riza,lelaki itu sama panik nya dengan Fandi.


Sudah tau track record perjalanan Dito di dunia permafiaan,tak segan untuk membunuh tanpa meninggalkan jejak.


"Ahsss bego sekali,para pengawal ini!"


Abas yang memimpin semua para pengawal dan security naik pitam.Hampir saja melayangkan kepalan tangan nya di muka salah satu dari mereka jika tak dihalangi oleh Fandi.


"Pah,aku mohon Pah.. Bagaimana cara nya kita menemukan Mita?"


Berkumpul di ruang tengah,Ara yang menggendong Mina karena menangis terus di buat bingung.Bocah balita itu terus menangis,hingga Daffin membawakan kotak music kesukaan nya.


"Biar Mina dengan ku dan Daffin mah" Inggira mengambil alih gendongan Mina,dan membawanya ke kamar Mina yang sudah di sulap menjadi taman bermain.


.


.

__ADS_1


.


"Satu-satunya jalan,ruang cctv pengendali lalu lintas"


"Hubungi Kapolres,dan semua bawahan nya.Kita minta tolong kepada mereka"


"Kau yakin Fi? Tidak semudah itu membobol data nya!"


Riza,hanya dia yang masih terlihat santai di bandingkan yang lain.


"Begini saja!" Abas membagi tugas kepada seluruh pengawal dan security.


Sedangkan Fandi mencoba menelfon kepolisian bagian kriminal,untuk meminta ijin pembukaan cctv jalan.Dan bagian plat kendaraan.


Semua kemampuan mereka keluarkan,termasuk Riza.Menelfon seseorang dan langsung melacak keberadaan Mita.


.


.


.


Mita mengerjap kan mata.Cahaya di sana sangat redup,beberapa orang berjaga.Tak jauh dari mereka banyak gelas dan botol bir berserakan di atas dan bawah meja.


Menggerakkan tubuhnya namun sangat sulit.Seseorang menyadari jika Mita sudah sadar.Dia pun mendekati Mita.


"Hai!!" ujung sepatunya menyenggol lutut Mita.


Mita hanya menghela nafas, pura-pura tak berdaya,mata nya masih terpejam "Aku dimana?"


Lelaki itu tertawa terbahak "Kau ada ditempat yang jauh! Tidurlah lagi,besok baru bos kami akan kemari!"


"Tolong pindahkan ikatan tangan ku kedepan,lengan ku sangat sakit!!"


Awalnya penjaga itu tidak mau,karena bos mereka sudah mewanti-wanti sebelumnya Namun melihat wajah Mita yang pucat dia terpaksa menuruti permintaan Mita.


Setelah dipindah ikatan di depan.Mita mengerjap melihat celah dari gerbang.Bisa di tebak sore hari,karena senja terlihat di sana.


Kepala ku pusing sekali!!


Setelah itu Mita tertidur lagi karena salah satu dari mereka memberikan air mineral dalam botol.


Hingga tubuhnya tergoncang karena ada seseorang yang membangunkan nya,namun stelah Mita membuka mata lebar tidak ada siapa pun di sana,hanya ada belati kecil di sebelah kaki Mita.


Melihat situasi yang semakin sepi,dan hanya ada dua orang.Mita mencoba meraih belati dan menggesekkan pada tali dilengannya.


Tali terbuka,namun tangan Mita tergores sedikit.Seorang penjaga tahu jika Mita membuka talinya.


"Hai!!!" iya pun mendekat,namun Mita dengan kemampuan nya yang di luar dugaan mampu berkelahi dengan ke tiga penjaga itu,dan merebut kunci yang ada di saku mereka.


Mita berlari mencari mobil melalui remote automatis yang ada pada kunci di tangan nya.Mobil pun menyala,Mita segera membuka pintu dan melajukan mobilnya.


Dari arah berlawanan ada mobil masuk,mungkin pengawal juga atau bos dari mereka.Mita nekat dan menerjangnya.


Menancapkan gas lebih cepat,dan benturan terjadi,namun kemudi Mita masih bisa terkontrol dan mampu berjalan melewati gerbang, berkejar-kejaran dengan mobil para penjaga.


Hingga sepidometer mobil yang dipake Mita berkedip,ternyata bahan bakar habis,dan Mita masih jauh dari sana menuju kota.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2