TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN

TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN
BAB. 101 Pindah rumah


__ADS_3

Sudah diperbolehkan pulang,Mita dan Hafi langsung ke rumah baru nya.Beberapa hari di sana melangsungkan syukuran rumah sekaligus pemberian nama untuk kedua anak nya.


Ara sedih karena harus jauh dari cucu nya,begitu pula dengan Fandi.Kedua orang tua itu memutuskan untuk ikut sementara waktu tinggal di sana.Dan sudah terduga oleh Hafi hal itu akan terjadi.


Menyiapkan beberapa kamar tamu di lantai bawah,Mbak Sri sudah jelas ikut mereka.Beberapa asisten rumah tangga di kediaman utama pun di bawa oleh mereka.


"Kalian itu selalu membuat mamah bingung! Kemarin Riza yang membawa art-art mamah,Sekarang kalian!"


Menangkup kedua tangan nya di depan dada,Ara sedikit tak rela jika asisten rumah tangga yang dia cari dan sudah terpercaya harus berpindah ke rumah Hafi.


"Mamah kan berpengalaman mencari art,jadi mamah cari lagi!" Kata Hafi menyangkal ucapan mamah nya.


Sebenarnya tidak sebesar kediaman utama,hanya saja Hafi tidak mau Mita terlalu lelah mengurus anak dan rumah.


Tidak bukan berarti belum,Mita masih mengurus kedua nya bergantian dengan Hafi,dan cukup Mina saja yang bersama Mbak Sri.Karena keaktifan dan rasa ingin tahu Mina sudah sangat tinggi dan mulai mempertanyakan banyak hal.Itu pun harus di jawab.


Mungkin beberapa hari atau hingga berganti bulan Opa dan Oma baby twin akan ada di sana,dan sangat meringankan Mita.Namun Mita dan Hafi harus bisa belajar dari sekarang jika Opa dan Oma sudah pulang.


"Sebentar lagi banyak tamu dari panti mah,di bahas nya nanti saja!" Kata Inggira yang berada di sebelah Ara.


Ara,wanita yang sudah tidak muda itu hanya berdehem dan melirik kepada Fandi yang selalu membela anak-anaknya.


Karena Fandi selalu setuju dengan Hafi.Hanya karena ingin di bela untuk lebih lama di rumahnya.


Dan benar saja, beberapa menit kemudian banyak anak-anak dan ibu muslimat beserta majelis nya.


.


.


.


Di awali dengan pengajian,pembacaan doa,lalu aqiqah dan potong rambut baby twin.Lalu pembagian santunan.


Halaman rumah sangat banyak ucapan dari berbagai macam kalangan.Bingkisan hadiah pun menumpuk tidak terkira.Mayoritas adalah teman kerja Hafi dan Fandi.Masih satu naungan Brahmana Group hanya saja beda kantor.


Berbagai macam ucapan dan doa dari mereka ketika wajah baby twin terlihat.


Bahkan ada beberapa karyawati magang yang menyeletuk 'Ku tunggu bujang mu!' .Hafi menggeleng seketika saat mendengar nya.Begitu pula Mita yang hanya tersenyum.


Mendadak selebritis di chat grub kantor,ketampanan dan kecantikan baby twin tidak di ragukan jika di lihat dari siapa orang tua mereka.


Hadwan atharazka Hafidan


Haneesha eshal Hafidan


Begitulah yang terlihat di Backdrop yang ada di halaman samping yang sudah di sulap menjadi tempat berkumpul.


"Maksud nya Adwan dan Neesha Fi?" tanya Riza yang belum lama baru datang,karena harus menunggu istrinya pulang sekolah.


"Bukan! Razka dan Neesha lebih tepat nya"

__ADS_1


"Ahh lama,dan terlalu panjang! Gua panggil aja kasha!"


Plokk!


"Ahs...!" Riza memegang bahunya yang baru sadar di lempar bola plastik kecil oleh Hafi.


"Gua dapet tuh nama harus melewati gunung,sungai,mengalir indah ke samudra..."


"Bersama teman berpetualang!" dilanjutkan oleh Riza.


Kedua nya pun berkelakar,anak tahun sembilan puluhan pasti tau itu lagu ketika menunggu film anak-anak apa.


Bingkisan sudah di masukan ke dalam kamar semua,namun Galina membawa satu kotak kecil berwarna pink dan biru dan di letakkan hanya di meja.


"Mbakk...mbak!!" Mita memanggil mbak Ti.


"Iya Bund?"


Sesuai permintaan Mita,lebih baik memanggil dirinya Bund,karena kelak anaknya akan mendengar itu,dan secara tidak langsung mengarahkan panggilan pada Mita.


"Di meja ada masih ada kotak,tolong masukan kamar,Kalau tidak salah tadi Galina yang membawa"


Art di sana pun mengangguk.Dan membawa ke dalam kamar.


.


.


.


"Fi kamu tidur dengan Papah saja di kamar Mamah sana!"


Hafi tercengang mendengar ucapan Mamah nya.


"Mana bisa begitu mah?!"


"Mamah ingin tidur bersama baby twin di sini,lagian Mita belum empat puluh hari!"


"Paling tidak aku bisa memeluknya mah!"


"Ishhh kamu ini! Pokoknya kamu tidur di kamar Mamah sama Papah!"


"Gak!..." Hafi langsung merebahkan dirinya di ranjang,merentangkan tubuhnya menyilang hingga suara pintu terdengar terbuka dari kamar mandi.


Hafi dan Ara menoleh bersama.Mita yang baru saja berganti pakaian karna berulang kali asi nya merembes sampai pakaian nya basah.


Awal mula melahirkan sudah keluar,dan esoknya sudah mulai lancar.Hingga kini bahkan asi nya melimpah.Mereka sangat bersyukur karena tidak harus susah payah untuk memakan atau meminum sesuatu seperti Mamah nya dahulu kala.


Tak lama disusul Fandi yang tiba-tiba membuka pintu kamar,dan masuk.


"Mahh,,sini aku gantian yang menggendong!"

__ADS_1


Ara menggeleng "Tidak!!...Nesha masih nyaman dengan Oma nya!..Nesha mau bobok dengan Oma ya di sini yaa?!"


"Dengan Opa juga ya cantik nya Opa?!"


Hafi dan Mita saling memandang,mereka seperti melihat drama klasik.Mereka pun menggeleng.


"Kau tidur dengan Hafi saja di kamar sana!"


"Laaa... Kenapa begitu?"


"Iya karena yang pantas mengurus anak para wanita!"


"Mah,aku tidak mau!! " Sangkal Hafi.


"Kalau begitu kita yang tidur di kamar kita karena Hafi tidak mau!"


Fandi sudah akan meraih Nesha di gendongan,namun Ara menyingkirkan nya.


"Ya sudah Papah tidur sendiri sana!"


Fandi tetap saja menggeleng,hingga suara perdebatan mereka membuat Razka bangun dan menangis,di susul dengan Nesha yang ikut menangis.


Mita pun mendekat dan meraih Razka di box,memangku baby nya di ranjang untuk mengasihi,seketika Hafi menghalangi pandang karena di sana ada Papah nya.


"Mas,kamu di sofa sana mas.Mita sedang mengasihi Razka!"


Menghela nafas berat, akhirnya Fandi di sofa.Mereka langsung diam tak berdebat.


.


.


.


Bangun karena haus dan akan ke bawah mengambil air minum,Mita tercengang melihat sofa panjang dan sofa bed yang ada di walk in closed berjajar tak jauh dari pintu.


Kedua generasi beda usia sedang tertidur di sana,dengan posisi yang sama.Fandi dan Hafi berakhir dan terkulai.


Mita menoleh sekali lagi ke ranjang,dan dia pun baru menyadari jika yang berada di sebelahnya adalah Mamah Ara.


Sesayang dan setidak rela itu mereka jauh dari cucu pertama.Seketika mata Mita mengembun teringat Ibu nya yang sudah lebih dulu di panggil Tuhan.


Ibu pasti bahagia melihat kami yang sudah bahagia.Ibu,cucu ibu baby twin Bu..


.


.


.


to be continue

__ADS_1


__ADS_2