
Bagi Mita menyimpan rahasia dari ibu nya sangatlah tidak mudah,di rumah hanya beberapa jam saja.Dia tidak tahu apa yang dilakukan ibu nya jika di rumah.
Seperti tadi,ibu nya pergi ke warung tanpa ditemani oleh mba Yati,Ibu muda yang biasa membantu ibu Dalilah untuk mengasuh Mina.Meski bayaran nya tidak seberapa,tapi mba Yati dengan senang hati melakukan nya.
Pekerjaan dan kebutuhan membuat Mita jarang di rumah,setelah mandi dan sholat magrib Mita merebahkan diri di ranjang,angin yang semilir dari kipas berdiri yang ada di kamar,cukup membuat dirinya sedikit nyaman.
Mata nya terpejam sejenak,untuk merilekskan tubuh.Pesan yang Mita kirim ke Hafi belum terbalas sejak tadi.
"tok.. tok.. Assalamualaikum"
Ibu Dalilah yang mendengar ketokan pintu langsung membuka.
"Bu Dalilah maaf saya kesini malam-malam"
"Iya ada apa Yati? marilah masuk!"
Kedua nya masuk dan duduk di depan ruang televisi,di sana ada Mina yang tiduran sambil menyusu dari botol miliknya.
Ibu Dalilah menepuk nepuk pantat Mina,menidurkan gadis balita itu.
"Ini masih sore,jangan sungkan jika ingin kemari"
mba Yati tersenyum kaku "Sebenarnya ada sesuatu yang ingin saya katakan Bu"
Bu Dalilah mengerutkan keningnya "Apa itu,katakan saja!"
"Maaf sebelumnya,apa saya bisa meminta upah saya bulan ini dan bulan depan sekalian?" Mba Yati menundukkan kepala,meski sudah cukup lama bekerja tapi dirinya merasa tidak enak dengan Bu Dalilah dan Mita.
"Boleh saya tahu,untuk apa itu Yati?"
"Untuk bayar sekolah anak saya Bu, Pendaftaran siswa baru dan membeli perlengkapan sekolah"
"Begini saja.Besok kan kau kemari,nanti saya bicarakan dulu dengan Mita.Kalau saya,jujur saya tidak memegang uang sebanyak itu."
Mba Yati diam dan berfikir,menimbang tawaran Bu Dalilah.
"Memang nya Mita belum pulang?"
"Mita sudah pulang.Hanya saja selesai mandi dia belum keluar kamar lagi.Mungkin terlalu capek karena seharian membawa Mina bermain"
Mba Yati pun mengangguk.Dia paham tentang pekerjaan Mita yang sering ibunya ceritakan.
"Kalau begitu saya pamit ya Bu,maaf sudah mengganggu.Saya tidak enak hati sebenarnya,tapi cuma ibu dan Mita yang bisa menolong saya"
Bu Dalilah tersenyum "Semoga saja Mita bisa membantu mu ya?"
Setelah mengobrol,mba Yati ijin pulang.Bu Dalilah menutup pintu dan mengunci,menutup jendela dan gorden,lalu mematikan lampu.
Melihat Mina yang sudah memejam kan mata.Bu Dalilah berniat mengangkat Mina dan memindahkan ke kamar.Namun suara pintu terbuka dari belakang membuat diri nya terkejut.
__ADS_1
"Astaghfirullah nak,ibu fikir kamu sudah tidur!"
"Cuma sebentar Bu,baru juga magrib bagaimana aku tidur?"
"Ibu akan memindahkan Mina ke dalam!"
"Sini Bu biar Mita saja! Kelihatannya dia lelah seharian bermain" Bukan nya langsung menggendong dan memindahkan.Mita justru menciumi pipi gembul Mina,balita itu pun merengek.Namun kembali tidur lagi setelah Mita mengayun.
.
.
"Nak,duduk lah Sebentar.Ibu mau bicara"
Mita pun menuruti ibu nya dan duduk di depan televisi.Dia duduk di bawah sedangkan ibunya di kursi yang terbuat dari rotan.
"Tadi,Yati kemari.Dia meminta upah bulan ini dan bulan depan"
Mita pun menoleh, "Tidak biasa nya mba Yati?"
"Dia sebenarnya tidak enak hati,tapi kelihatannya mendesak!"
"Padahal mba Yati seminggu lagi baru gajian Bu"
"Jika kamu ada,berilah gaji nya terlebih dahulu bulan ini saja. Masalah berobat ibu,bisa di tunda sampai kamu gajian.Kata Yati dia butuh untuk sekolah anaknya!"
Mita mengerutkan kening, menghembuskan nafas pelan.
Mita pun berfikir sejenak,mengingat berapa jumlah tabungan yang tersisa di bank.
"Jika tidak ada jangan di paksakan nak"
Mita menatap Ibu nya "Ada Bu,ada.Tabungan Mita masih cukup ibu tenang saja"
Meyakinkan ibu nya bahwa dirinya mempunyai tabungan yang lebih.Bagaimana pun juga mba Yati satu-satunya orang yang bisa dipercaya dan yang mau membantu Ibu nya meski mendapat upah kecil.
Tugas Mita sekarang adalah berfikir mencari tambahan untuk berobat ibu dan mencukupi kebutuhan Mina,bukan cuma itu.Dapur ibu juga harus terpenuhi setiap hari.
ibu Dalilah tersenyum mendengar Mita berucap dan menyanggupi.Dia tahu anak nya sangat lah hati-hati jika tentang pengeluaran uang.Trrlebih lagi selain dia tidak ada lagi yang menafkahi ibu dan diri nya sendiri.
"Sudah malam,tunaikan kewajiban mu dulu lalu setelah itu tidur lah.Besok kamu kerja pagi bukan?
Mita pun mengangguk,dan masuk ke dalam kamar nya.Menutup pintu, mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur yang sebesar telur puyuh di sebelah meja biasa yang di sulap menjadi rias.
Mendudukkan bokong nya di tepian kasur,mata nya menerawang pada kartu ATM yang dia letakan di meja.Lalu tangan nya meraih benda pipih milik nya.
Pesan kepada Hafi beberapa jam lalu masih belum terbaca.Ingin mengirimi pesan lagi tapi gengsi nya terlalu tinggi.
Mita penasaran dengan kartu ATM itu,apa ada isi nya atau tidak.
__ADS_1
Makin penasaran di buat Hafi.Akhirnya mengirim pesan lagi kepada Hafi.
Lima menit,Lima belas menit hingga setengah jam masih saja tidak di baca.Mita pun memberanikan diri menelfon lelaki itu.
Panggilan di lakukan,tak berapa lama Hafi menjawab.
"Siapa ini?
"Ini aku!"
"Aku siapa?"
"Mita,,"
"Mita siapa?"
Amnesia nya mendadak kambuh,dasar orang aneh!
Mita menggerutu di sebrang telfon.
Hafi yang berada jauh di sana tersenyum dan mengulum bibir nya menahan tertawa.
"Berliana Paramita!"
"Oh yaaa,aku baru ingat.Ada apa malam-malam menelfon ku?"
"E...e... aku mau tanya,kartu yang di tas Mina apa itu milik mu? Dan apakah ada isi nya"
"Akan aku isi jika penawaran ku kau terima!"
Mita mengerutkan kening "Tawaran apa?"
"Bersama lah dengan ku,menghabiskan waktu dengan ku!"
"Hemm... Terimakasih!" Mita menutup ponsel nya kasar,
Dasarr! Orang gila!! Mentang-mentang aku membawa Mina,kami di anggap ibu dan anak.Dia pikir memang bisa membayar ku. berapa jika mampu membayar ku! Akan aku pertimbangkan jika yang kau beri adalah saham Canda Corpuration atau Brahmana Group!!
Mita tidak tahu harus bicara dengan siapa lagi tentang masalah ini.Dirinya memutuskan untuk tidur saja dan akan di fikirkan esok.
Mungkin jika aku meng istirahatkan otak ku,besok akan kembali berfungsi dengan benar lagi.
Gadis itu pun merebahkan tubuhnya menarik selimut hingga ke dada dan mencoba memejamkan mata.
.
.
.
__ADS_1
to be continue