
Terbangun karena suara alarm yang begitu berisik dan nyaring di telinga.Beberapa kali Hafi matikan,nyatanya alarm itu bunyi setiap sepuluh menit sekali hingga pada terakhir Hafi merenggangkan tubuhnya dan membuka selimut.
Hal yang pertama lihat,pantulan matahari yang sudah menembus kaca jendela dan tirai.Seketika dia pun terperanjat dan melompat,melihat jam di atas nakas.Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh lebih tiga puluh.
Ruangan itu tidak ada seseorang yang biasa membangunkan nya, membuka tirai dan benar sudah siang.Hafi pun melangkah untuk mandi,matanya tak sengaja melihat pakaian yang Mita sudah siapkan.
Bukan lalu mandi,dia ke bawah untuk melihat istrinya.Ke dapur dan taman belakang,mungkin saja Mita terlalu asik memasak atau mengasuh baby twin hingga lupa membangunkan dirinya,namun ternyata tidak ada siapapun selain mbak Ti dan Mbak Rus yang lalu lalang.
"Mbak,Mina mana?"
Mbak Ti pun,melihat ke sana kemari mencari bahasa yang tepat untuk menjawab.
"Mbak??..."
"Tadi sudah dibawa Bunda kerja Den!"
Hafi pun tercengang mendengar nya.
"Nesha dan Razka?.."
Mbak Ti pun mengangguk.
"Maksud nya? Mereka dibawa Mita semua?"
"Ii-iyyaa" sulit untuk menjawab sebenarnya,art yang sudah cukup lama mengikuti dan bekerja dengan mereka tahu jika majikannya sedang tidak baik-baik saja.
Tanpa ucapan apapun,Hafi berbalik naik ke kamar nya dan mencari ponsel.Menghubungi Mita yang sama sekali tak menjawab meski menyambung.Chat nya pun sama ,tak satu pun di balas dan di baca.
Mengingat alarm yang berulang kali berbunyi,Hafi baru sadar jika itu Mita dengan sengaja melakukannya.
Melempar ponselnya ke ranjang dan segera membersihkan diri,memakai pakaian yang sudah Mita siapkan.Hafi melihat jam di tangan nya.
"Mina pasti baru sampai,dia biasa berangkat jam segini!"
Hafi berbicara sendiri,langkahnya lebar dan cepat.Sarapan yang sudah di atas meja pun tak diliriknya sama sekali.
.
.
Melajukan mobil dengan cepat,dan beberapa kali menyelip truk.Akhirnya Hafi sampai di sekolah Mina.
Dia pun turun dari mobil dan masuk.
"Selamat pagi Pak Hafidan!" seorang guru memberi salam di depan pintu.
"Selamat pagi Bu.Maaf,apa Mina sudah di antar sekolah?"
__ADS_1
Bu citra guru yang sangat ramah "Oh,sudah pak.Belum lama,Mina baru saja masuk kelas dan Bunda nya belum lama pergi!"
Hafi menoleh,mengingat beberapa detik lalu dia melihat mobil yang sama namun tidak yakin jika itu Mita,karena banyak yang menggunakan mobil tipe yang sama.Namun sayang plat nya tidak jelas.
"Oh,baik.Terimakasih,saya permisi Bu!"
Bu citra pun menunduk kan badannya,dan Hafi berlalu dari sana.Mengendarai mobil dengan cepat,berharap bisa menyamai dengan Mita.
Apa kamu marah Mita? Ya Tuhan!!!
Hafi memukul setir mobil nya berkali-kali.Berkali-kali juga kena lampu merah membuat dirinya kesal,karena harus menunggu beberapa menit untuk melajukan kereta besinya kembali.
.
.
.
Mita bisa melihat mobil Hafi memasuki parkiran dari ruang kendali,karena kebetulan sedang ada di sana
Dan ruangan Mita pun tak jauh dari sana.Ruangan yang dibuat mendadak karena Mita sering berkunjung.
Padahal tiap hari bersama, mengobrol banyak hal dan bercanda bersama.Berbagi peluh dan keringat,namun entah kenapa saat melihat suaminya datang,jantung Mita seketika berdebar dan sedikit termor.Mereka sedang tidak baik-baik saja.Yang Mita fikirkan adalah apa yang akan Hafi ucapkan setelah tau dirinya membawa anak-anak bekerja dan tidak berpamitan.
Menapaki mall dan tak lama sampai di ruangan Mita.Hafi pun membuka pintu.Ketika itu pula Mita melihat nya,ibu muda itu sedang bermain dengan Razka dan mengasihi Nesha di ranjang sudut yang cukup luas.
Mendekati istri dan anaknya,seketika Mita terdiam.Bibir Nesha sudah melepaskan asi nya,hingga Hafi menutupinya.Dan itu sudah menjadi kebiasaan nya di rumah.
Belum juga Mita menjawab,Mbak Sri keluar dari kamar mandi.
"Mbak,minta tolong bawa mereka main bisa mbak?..."
Mbak Sri pun mengangguk,keterkejutan nya melihat Pak Bos disana tiba-tiba menguap ketika Hafi memberi tugas.
Keduanya pun di dudukan di stroller,Mita melihat hingga Mbak Sri hampir keluar dari sana.Dia pun beranjak dan ingin keluar juga namun tangan nya di tahan oleh Hafi.
"Aku ingin bicara!" Hafi memeluknya dari belakang,dagunya bersandar di bahu Mita.
"Tolong,lain kali jangan seperti ini.Pamit,paling tidak buat lah note di selembar kertas!"
Mita masih terdiam.
"Aku mohon sayang,kita bicarakan lagi tentang semalem!"
"Jangan membuat aku jauh dari mereka,aku tidak bisa.Kalian segalanya untuk ku!"
Mita memutar bola matanya jengah,selalu anak-anak yang menjadi alasan kemarahan.
__ADS_1
"Lepas!.." hanya itu yang keluar dari bibir Mita.
"Lepas dulu!" Tak lama Hafi mengurai pelukan nya,bukan membalikan badan Mita duduk di kursi nya.
Dan Hafi berdiri persis di depan kursi Mita dengan kedua tangan yang berada di depan dada.
"Sebenarnya apa mau mu? Sebutkan ucapan ku yang membuat mu sekesal ini!"
Mita melihat Hafi,matanya sangat tajam seperti mata pisau.
"Ternyata Riza memang lebih baik dari pada mu,tadi dia kemari dulu sebelum ke kantornya sendiri!"
Hafi menarik nafas dalam-dalam dan menghelanya.Sekalipun saudara dia tidak suka jika istrinya membandingkan seperti ini,terlebih lagi menyanjung pria lain.
"Kenapa Riza kemari?Apa hubungan nya dengan mu?!"
Mita terkekeh,hanya seperti itu dia langsung emosi dan berwajah serius.
"Tadi ada mbak Sri kan saat dia kemari?!"
"Mbak Sri keluar sebentar dengan anak-anak " Mita menjawab dengan santai.
"Dia tidak menyentuhmu kan?" Hafi langsung mendekat lagi dan mencoba meraih tubuh Mita,namun istrinya menghindar.
"Pulang sekarang Mita!"
"Mita!!! Aku bilang pulang sekarang!!!" Suaranya meninggi,dirinya paling tidak bisa Mita bertemu dengan lelaki lain siapa pun itu, termasuk Riza,yang bahkan notabene nya Riza sudah menikah dan kakak ipar nya sendiri.
Dengan tak di hiraukan oleh Istrinya,Hafi langsung berjalan dan menerjang lengan Mita menggandeng,dan membawanya ke arah basemant.
Cekalan Hafi sangat kencang hingga Mita beberapa kali meringis.
"Lepas Fi!!"
"Aku tidak akan melepasmu hingga kau masuk mobil."
"Tapi sakit ini lengan ku!"
Hingga di depan mobil dan membuka nya,Hafi langsung memaksa Mita dan sementara mengunci pintu mobil,mengurung dirinya di dalam mobil.
"Hafi.. Buka!!!"
Hafi melenggang begitu saja,tak lama diapun keluar menggendong Razka dan di ikuti Mbak Sri dan Nesha.Mereka semua duduk di bangku belakang.
.
.
__ADS_1
.
to be continue