
Para pengunjung sudah mengangkat ponsel dan standby kamera.Ada yang live sosmed dan ada juga yang sudah mengunggah di akun pribadi nya.
Jangan ditanya suara Hafi,belum terdengar sama sekali tapi semua yang di sana sudah memastikan bahwa suara Hafi merdu,karena permainan gitar nya juga merdu,enak di dengar.
Ada salah satu unggahan yang berteman dengan Sharena,kebetulan gadis itu sedang online.Sharen memicingkan mata,memastikan bahwa yang dia lihat itu Hafi yang dia kenal dekat atau bukan.
"Astaga!! bukan nya tadi juga kami kesana?ngapain sih Hafi ke sana lagi?"
Sharena mencoba memutar ulang unggahan video itu,Dahi nya berkerut saat video itu menampakan sekeliling kafe.
"Saudara nya juga di sana,bukan kah itu Riza dan Daffin?"
Sharena tersenyum, memikirkan dan merencanakan sesuatu.
"Ini saat nya!" Melemparkan ponsel ke ranjang kemudian membuka lemari untuk berganti pakaian.
.
.
Suara petikan gitar masih terdengar jelas,tak jauh disebelah nya juga ada pemain gitar sebenarnya ikut bermain bersama Hafi.
Hafi berdehem,membuang rasa nervous.
"Ini untuk seseorang.Banyak,yang ingin aku sampaikan tapi tak mampu aku ungkapkan.Tapi aku akan selalu berjuang untuk nya.Apapun itu!"
Mata Hafi terus memandangi Mita sekalipun wanita itu berpindah tempat.
.....
Hidupku tanpa cintamu
Bagai malam tanpa bintang
Cintaku tanpa sambutmu
Bagai panas tanpa hujan
Jiwaku berbisik lirih
Ku harus milikimu
.....
Sontak semua pengunjung gemuruh berseru, bertepuk tangan,ada juga yang bersiul.Aksi Hafi membuat semua mata tertuju pada nya.
Riza menghembus nafas lega,bibir nya terus senyum.Sedangkan Daffin terkejut,kakak nya benar-benar bernyanyi dan disaksikan banyak orang.
Sebenarnya keluarga mereka sering bernyanyi bersama di gazebo taman belakang,tapi baru kali ini Hafi bernyanyi ditempat umum.
....
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
Meski kau tak cinta kepadaku
Beri sedikit waktu
Biar cinta datang karena telah terbiasa
Simpan mawar yang kuberi
Mungkin wanginya mengilhami
Sudikah dirimu untuk
Kenali aku dulu
Sebelum kau ludahi aku
Sebelum kau robek hatiku
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
Beri sedikit waktu
__ADS_1
Biar cinta datang karena telah terbiasa
....
Terus mengulang di bait terakhir,Mita yang terpaku di tengah para pengunjung,terus memandang Hafi.Kedua nya saling pandang hingga ada sebuah kamera yang menangkap mereka.
Tak bisa menunggu lama,pemain sebelah nya masih memainkan gitar dan melanjutkan bernyanyi,saat Hafi berhenti.Meletakan gitar dan turun dari panggung.
Sadar akan Hafi yang mendekati nya,Mita berbalik dan melangkah.Namun langkahnya kurang cepat hingga pergelangan tangan nya di cekal,dan di tarik.Hingga kedua nya sangat dekat berhadapan.Hafi menunduk,menangkup kedua rahang Mita mencuri ciuman dari gadis itu.
Mata Riza membola melihat itu,tangan nya reflek menutup mata Daffin.Anak kecil itu risih mencoba membuka tangan Riza.
"Kak! Gelap! Daffin tidak bisa melihat kak Hafi dan kak Mita"
"Tunggu,jangan lihat dulu nanti kamu takut Fin.Di sana ada hantu,eh orang gila maksud kakak.Nanti kamu tidak bisa tidur"
"Tapi kak!" Daffin terus mencoba membuka tangan Riza yang menangkup mata nya.
"Sebentar lagi!"
Bodoh si Hafi!! di sini ada anak di bawah umur bego!
Riza kesal menggerutu di buat nya.
.
.
Ciuman itu terlepas,Hafi masih memandang Mita di depan nya.
Entah apa yang harus Mita katakan,yang jelas dia malu karena baru bekerja dan membuat semua pengunjung gaduh karena aksinya.
Tiba-tiba tubuhnya ditarik dari samping dan sebuah tangan mendarat di pipinya.
Plak!!
"Awww!" Mita mengaduh kesakitan.
Hafi membulatkan mata nya,melihat seseorang di sana.
"Sharena!!"
"Apa yang kau lakukan?!!"
"Dia pantas mendapatkan nya!Dia menggoda mu Hafi!" Telunjuk nya terus menunjuk ke Mita.
Mita hanya terdiam memegangi pipinya.
"Tidak ada yang menggoda ku!"
"Jika bukan menggoda,kenapa dia mencium mu ditempat umum?"
"Aku yang mencium nya,bukan dia!"
Mata Mita mengembun,selain sakit di pipinya,hati nya juga sakit karena di tuduh sebagai penggoda.
Akhirnya Mita mundur dari mereka dan melangkah pergi melewati pintu samping.
"Kak Mita!" Suara panggilan dari Daffin.Karena dia melihat Mita menangis keluar.
"Kak Riza,kita kejar kak Mita!" Daffin menggandeng Riza dan berjalan cepat.Riza hanya menuruti keinginan adik kecilnya.
.
.
"Jika kau yang menginginkan,berarti sama juga dia penggoda.Buktinya kau tertarik pada nya,memang dasar murahan!"
"Bukan dia! Dia tidak seperti itu Sharen!!!"
Seumur hidup baru kali ini bersuara keras dan lantang kepada wanita,dan itu dilakukan Hafi karena Sharena sudah di luar batas.Apalagi tempatnya berada adalah tempat umum.
"Sayang,kau?" Mata Sharena mulai mengembun.
Entah apa yang harus Hafi katakan pada wanita di depan nya.Sangat susah untuk dikendalikan.
__ADS_1
Hafi menarik tangan Sharena,membawanya keluar.Matanya melihat seseorang di dalam mobil Sharena.Seketika langkah nya berhenti.
"Kita bicara disini saja!"
Sharena mulai menitikan buliran bening.
"Aku minta maaf,tapi setelah aku fikir kita jalani hubungan ini masing-masing.Karena aku merasakan ada yang salah.Entah pada dirimu atau padaku"
"Tapi aku mohon, jangan pernah beranggapan jika Mita yang membuat kita begini!"
"Ada sesuatu yang harus kita fikirkan masing-masing dan aku harap kau cepat tahu itu"
"Maaf,aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita!"
Hafi yang berbicara panjang lebar,dan Sharena yang mulai menangis membuat kakak Sharena penasaran dan ingin turun menghampiri kedua nya.
"Tapi aku tidak terima ini Hafi!" Suara Sharena terdengar oleh Dito yang baru menutup pintu.
"Maksud nya apa ini Hafi?"
Sharena berbalik badan dan memeluk Dito.
"Maaf kak,aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini!"
Dito mengerutkan keningnya, menggeser Sharena.
"Kalian putus?"
Hafi mengangguk.
Bugh!! satu kepalan tangan mendarat di perut Hafi.
"Hanya karena wanita lain dan seorang pelayan kau mencampakkan adikku?"
Dito menambah pukulan nya lagi di area wajah.
"Kau rela memutuskan adikku dan memilih penggoda?"
"Dia bukan..Aghh!" Dito melayangkan satu pukulan lagi.
Sudut bibirnya mengeluarkan darah.Sharena yang berada tak jauh dari sana hanya melihat dan tersenyum tak melakukan apapun.
Kepalan tangan Dito sudah melayang lagi dan ditangkap oleh Riza.
"Lawan mu bukan dia jika bermain otot"
"Ini bukan urusan mu Riza Brahmana!"
"Jika tentang aku mungkin orang lain tidak ikut campur tidak apa-apa.Tapi jika itu tentang adik-adik ku,sudah tentu akan menjadi urusan ku pasti!"
Tanpa aba-aba kaki Riza berayun dan membuat Dito terjatuh.
"Itu untuk Sharena adikmu yang menampar Mita"
Riza berjalan ke arah Dito yang tergeletak.
Kriyeeek!!!
Sepatu Ket yang Riza gunakan menginjak tangan Dito hingga berbunyi.
"Ini untuk beberapa kali pukulan mu di wajah adikku.Tidak kah kau tahu,tangan mu tidak lebih berharga dari wajah adikku.Beruntung yang kau lawan adikku,yang selalu hormat pada orang yang umurnya lebih tinggi!"
"Jika kau melawan ku,Tidak lama kau akan aku lempar ke rumah sakit!!"
Riza berbalik dan membantu Hafi,memapah nya hingga ke halaman belakang kafe yang sudah dipastikan sepi tak ada orang.
Melihat dan mendengar saja Sharena takut.Ternyata saudara kembar Hafi sangat garang.
"Kak,kau tidak apa-apa?" Sharena mendekati kakak nya.
"Kita kerumah sakit sekarang!!Tangan ku tidak terasa,seperti kebas.Sialan!!!"
.
.
__ADS_1
.
to be continue