TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN

TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN
BAB. 79 Yank


__ADS_3

Benar apa yang Hafi katakan,hingga tengah malam Hafi terbangun masih dalam kondisi yang sama.Tidak menggunakan apapun dan sehelai benang pun.Menyibakkan selimut melihat Mita yang tidur dengan terlentang,semua nya pun terlihat oleh bola mata suaminya.


Entah kekuatan darimana,atau dendam selama beberapa hari.Hafi bergeser dan mengukung tubuh Mita kembali,meski istrinya terpejam dirinya menempelkan bibir,*******,dan memaksa membuka mulut Mita.Memasukki nya hingga Mita merasa kekurangan oksigen,dia pun terbangun dan memukul dada suaminya.


"Ini aku! Diam lah saja,aku menginginkan mu,cukup aku yang bergerak!"


Menjamah,dan membuat tanda di seluruh tubuh istrinya,dan tak ada yang terlewat.


"Hafi stop!" Mita menangkup kedua pipi suaminya yang sedang asik ******* dua benda kecil berwarna pink yang menegang.


"Aku sudah bilang,aku tidak menerima penolakan mu!" Kembali menunduk.


"Tapi aku ingin Akhh...Aku ingin buang air kecil!" Tak bisa menahan nya lagi,Mita mendorong Hafi,dan beranjak dari sana.


Brugk!!!


Hafi pun membuka pintu kamar mandi dan meraih Mita yang sudah selesai membasuh miliknya.


Menarik tangan istrinya dan membawa masuk di bathup.Melingkarkan tangan nya di pinggang.Hafi duduk dengan memangku Mita,sudah di pastikan alat tempurnya sudah berdiri dan siap menembak di dalam milik istrinya.


Mencumbu Mita dengan sangat intens,dan posesif.Tidak di ijinkan beranjak sedikit pun.Bibir Mita menganga ketika merasakan milik Hafi mulai memasuki nya.Memejamkan mata merasakan itu.Bunyi hentakan di dalam air sangat lah terdengar,untung saja kamar Hafi kedap dan berada di atas.Lampu kamar juga masih padam.Dipastikan penghuni rumah yang lain masih tidur.


 Berjam-jam di kamar mandi dan berakhir mandi bersama,tak cukup sekali hingga Mita meminta gendong.Hafi memakai kan lingerie berwarna abu tanpa dalaman.Menyisir rambut Mita,membaringkan tubuh istrinya di ranjang.Dia pun menyusul dan memeluk nya.Namun tangan Hafi dengan nakal meremat dua bongkahan bagian bawah istrinya.


"Aku cape,ijinkan aku istirahat dulu!" Matanya terpejam.


Hafi melihat itu pun tertawa karena merasa Mita sangatlah lucu.


"Ya sudah tidur lah" Meninggalkan kecupan di kening dan bibir Mita.


Kedua nya tidur dengan saling memeluk,Mita dengan memakai lingerie tanpa daleman,begitu juga Hafi yang hanya memakai boxer.


.


.


.


Sudah berulang kali teriakan Ara membangunkan anak dan menantu nya tapi tidak ada jawaban dari dalam.Semakin kencang pula Ara mengetuk pintu.Dia takut sesuatu terjadi dengan Mita dan melukai anak kesayangan nya.


Riza yang baru pulang semalam mendekati Mamah nya "Ada apa Mah?"


"Adikmu,sudah jam segini belum terlihat turun begitu juga Mita!"


Mendengar itu Riza memutar bola matanya jengah.Mamah nya terlalu berlebihan mengkhawatirkan mereka.


"Mereka habis ngeronda mah!"


Ara menoleh ke anak nya "Sok tahu!"


"Tahulah mah,kita kembar!"


"Memang sampai seperti itu?"


Riza mengangkat alisnya"Kadang-kadang mah!" dia pun tersenyum hambar.


"Sini mah,aku coba sekali lagi mengetoknya!"


Bukan ketukan tapi buka paksa pintu,Riza terus mencoba membuka hingga berhasil membuka nya.Ara reflek menutup mata Riza dan menutup mulut nya yang menganga karena terkejut.

__ADS_1


"Hafi,astaga!!"


Hafi terperanjat dan segera bangun.


"Hai pakai baju mu itu!" Hafi mengucek mata nya dan melihat di ambang pintu ada mamah nya.Meraih anduk dan memakai nya.


"Ya ampun mah,pintunya rusak!! Ini pasti kerjaan Lo kan Za!"


"Di suruh Mamah gua,liat bego jam berapa.Lu berapa ronde semalem sampe jam segini baru bangun?!"


"Bukan urusan Lo,kawin sana biar tahu rasanya!"


"Ahh kawin mah udah,nikah nya aja yang belum!"


"Hah?...."


"Riza??...."


Hafi dan Ara sama terkejutnya dengan pernyataan Riza.


"Becanda Mah!"


"Awas ya kalau sampai Mamah denger Riza hamilin anak orang!"


Melihat itu Hafi mengusir mereka.


"Sudah Mah,mending berantem di luar sana.Nanti Mita bisa bangun,badan nya sedikit demam!"


"Mita sakit?"


Bukan pergi,Ara melenggang masuk ke dalam.Menyingkirkan tubuh Hafi yang besar.Mendekati Mita lalu memegang keningnya,benar.Ternyata Mita demam.Namun Ara curiga kenapa selimut nya sampai leher,dia pun mengangkat selimut sedikit.


Dan benar saja dugaan nya.Dia pun tersenyum dan menoleh ke anak lelaki nya.


Ara pun keluar,dan Hafi menutup kembali lalu menguncinya kembali dengan mengganjal kursi di belakang nya.


"Riza brengsek,pintu kamar gua rusak jadinya!"


.


.


.


Lewat pukul sembilan pagi mereka baru bangun,Hafi yang sudah rapih dengan kemeja dan setelan jas.


Mita masih meringkuk di sofa, bersin dari tadi tak jua berhenti.Mungkin demam nya karena Hafi terlalu lama mengurungnya di kamar mandi.


Mendekati istrinya "Aku tinggal tidak apa-apa kan sayang?"


Mita hanya mengangguk "Pergilah,aku tidak apa-apa!"


"Nanti aku pulang,jika kamu masih seperti ini.Kita ke dokter saja ya?"


Mita pun mengangguk,mata nya sayu dan wajahnya sangat puas.Harus nya Hafi tahu,berulang kali melakukan nya dan bukan hanya kali ini saja.


Istrinya tidak bisa di ajak begadang terlalu lama dan tidak bisa terkena air terlalu lama juga.


"Aku berangkat yaa..Muach!" meninggalkan Ciuman dibibir, Hafi berpamitan dan keluar dari kamar.Seketika itu pula Mita menjatuhkan diri nya di sofa,dengan beralaskan bantal.Tubuhnya memang demam ,hari ini belum terisi makanan sama sekali.

__ADS_1


Selemah inikah aku,cuma semalam aja langsung sakit!


Sayu-sayup mata Mita terpejam kembali dan mulai tertidur mengarungi mimpi.


.


.


.


Kebiasaan Hafi adalah berulang kali mengirimi istrinya pesan,terlebih lagi istrinya sedang tidak enak badan gara-gara dirinya.


"Siapapun di rumah,tolong lihat Mita di kamar apakah dia baik-baik saja?!"


Satu pesan masuk di chat grub keluarga.Dan kebetulan yang melihat duluan adalah Fandi.Fandi yang sedang di rumah pun segera ke kamar menantu nya,namun sayang pintu terkunci otomatis.


Melangkahkan kembali kaki nya ke kamar lain.Dan ada Mbak Sri yang sedang menidurkan Mina.


"Sri,kamu tahu pasword kamar Hafi?"


Sri menggeleng "Maaf,tidak tuan!"


"Nyonya dimana?"


"Tadi berpamitan keluar sebentar,mungkin di mini market depan!"


"Ya sudah terimakasih!!"


Pintu di tutup kembali.Fandi pun mencoba keluar membawa motor matic nya yang sangat matic karena menggunakan listrik.


Benar saja istri tercinta ada di mini market ujung jalan perumahan ini dan sedang memilih sesuatu.


"Yank...." Semua yang ada di dalam pun menoleh,Ara yang tahu itu mengulum bibir menahan senyuman.


"Maaf,dia istri saya!" Fandi menunjuk Ara di depan nya.


Pengunjung yang lain hanya menggeleng kepala.


Melihat barang yang di beli Ara,mata Fandi membola.


"Kamu??" Tangan nya memegang sesuatu yang tidak asing karena dulu dia juga menggunakan ini.


"Itu untuk Mita,siapa tahu sudah ada lagi di sana!"


"Oooo aku fikir kamu!"


Ara memutar bola matanya jengah,umur nya sudah tua dan sudah tidak produktif bagaimana bisa hamil lagi.


Menyodorkan ponsel nya dan Ara membaca,mereka pun segera pulang setelah membayar,tak lupa membeli minyak angin dan beberapa obat untuk Mita.


"Bisa lebih cepat tidak sih Pah?"


"Iya sabarr,namanya juga matic yang sangat matic!"


Fandi pun gas polll dan berusaha sampai lebih cepat membawa istrinya.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2