
Sudah dua hari Mita tidak berangkat bekerja.Tidak punya ponsel dan kartu-kartu di dalam dompet baru hari ini dia bisa mengurusnya.
Robekan di kaki sudah sedikit sembuh.Dengan berbekal uang simpanan Ibu Dalilah Mita bisa mendapatkan kartu yang baru,dan sisa uang yang tidak terlalu banyak di tabungan nya,dia bisa membeli ponsel kembali meski tidak secanggih sebelumnya.
Seperti biasa Pak Sugeng, mengantar kan Mita kemanapun.Termasuk ke rumah sakit untuk mengecek jahitan nya.
Hari ini hari terakhir dia mendapat kan ijin cuti bekerja.
Antrian nya sangat panjang,padahal Mita sudah menunggu satu jam yang lalu.Jam istirahat pun tiba, bermaksud ingin ke kantin rumah sakit membeli sesuatu untuk mengganjal perut nya yang hanya terisi sarapan tadi pagi.
Mita berjalan di sepanjang koridor rumah sakit.
"Kak Mita?"
"Apa?"
"Itu kak Mita kan kak?" Daffin menunjuk ke luar jendela.
Bocah kecil itu sedang di rawat di rumah sakit karena beberapa hari lalu demam tinggi dan sedikit kejang.
Melihat arah telunjuk Daffin,Hafi pun menyipitkan mata nya.
"Kakak mengabari kak Mita untuk datang kemari?"
Pertanyaan Daffin membuat Hafi terdiam.Pasalnya semenjak melihat Mita di lampu merah,Hafi tidak bisa lagi menghubungi Mita.Ponsel nya tidak aktif.
"Ayolah kak,jemput kak Mita untuk kemari.Pasti jika ada kak Mita ada adek Mina juga!"
Mata Hafi terus melihat arah Mita berjalan.
Langkah kaki nya sedikit aneh.
Mata nya melihat ke arah kaki Mita.
Dia terluka?
"Tunggu sebentar.Daffin tetap disini jangan kemana-mana.Kakak akan membawa kak Mita kemari!"
Daffin pun tersenyum senang dan mengacungkan jempol nya.
.
.
Satu kotak makan siang,dan satu botol air mineral berada di satu kantong plastik berwarna putih,di genggam oleh Mita.
Dengan menahan perih dan sakit,dia berjalan pelan menyusuri Selasar rumah sakit.
tap..tap..tapp langkah cepat dari dua anak berlarian.Mita membulatkan mata,takut jika kedua nya menabrak tanpa sengaja kepada dirinya.
"Aawhhh!"
Dada nya naik turun,nafasnya memburu.Hampir saja dia jatuh jika tidak di topang oleh seseorang di belakangnya.
"Terim...." Mita mengerutkan kening,ucapan nya berhenti seketika setelah melihat orang yang dia kenal.
"Kau mengikuti ku?" Tangan Hafi di hempaskan,namun kembali merengkuh ketika Mita hilang keseimbangan.
Hap! Hafi menggendong Mita ala bridal.
__ADS_1
"Jangan terlalu percaya diri,diam dan menurut lah!"
Lelaki itu membawa Mita ke sebuah ruangan yang dia ketahui adalah ruangan dokter praktek.
Bragk!! "Yilmaz!! Obati dia sekarang!"
Yilmaz yang sedang duduk bersandar membaca diagnosa pasien,terkejut dengan kedatangan kakak sepupu yang minim akhlak.
Yilmaz berdiri dan melihat kaki Mita yang sedikit mengeluarkan darah.
"Kak Hafi apakan dia,jahitan nya merembes.Ini bahaya jika kena kotoran"
Mita terus melihat Yilmaz,dokter muda dan tampan.
"Maaf,aku sudah mendaftar di bagian poli umum.Sebaiknya aku kesana saja!"
Mita berusaha turun,dari ranjang tapi Yilmaz menyangga ke dua bahunya.Hingga tak sengaja mereka berposisi seperti sedang pelukan.
"Ahh maaf"
Hafi yang melihat itu dibuat kesal.Dan menarik bahu Yilmaz.Mendudukan Mita kembali.
"Di sini saja.Biar adikku yang mengobati!!"
Yilmaz yang tahu kakak sepupu nya sedikit kesal hanya menuruti nya saja.Dan mulai merawat luka Mita.
Mita menahan sakit, mencengkram apapun yang ada di sebelah nya,termasuk celana Hafi hingga kukunya menembus,dan melukai kulit Hafi.
Jahitan yang sudah cukup kering akhirnya di benarkan lagi oleh Yilmaz.
"Sebaiknya jangan terlalu banyak jalan dulu, tekanan saraf dari bawah bisa membuat luka nya tidak menutup.Kak Hafi pakailah kursi roda,di sebelah ruangan ini ada ruangan pribadi ku,di sana ada kursi roda bekas Enzo yang masih bisa di gunakan"
Hafi melihat mata Mita yang terus melihat Yilmaz bicara.Bahkan Mita tak berkedip sekalipun.Di banding Hafi,Yilmaz memang terlihat lebih ganteng dan lembut.Tak ayal jika Mita terpukau melihat nya.
.
.
Tiba-tiba suara Hafi terdengar kala dia sedang mendorong kursi roda Mita.Dan membawa ke ruang rawat inap Daffin.
"Dihh!! Siapa yang menyukai nya? Aku hanya terpukau karna dia memperlakukan wanita dengan sangat lembut"
Kursi roda mendadak berhenti "Maksud mu?"
"Pikir saja sendiri!"
Mereka berdua hening sesaat.
"Ini mau jalan lagi,atau aku menjalankan nya sendiri?"
Tanpa menjawab Hafi malah berjalan sendiri melewati Mita.Gadis itu di tinggal begitu saja.Terpaksa Mita menjalankan kursi roda nya sendiri.
Hafi menoleh kebelakang dan akhirnya berbalik dan mendorong kembali.
Mita yang tahu itu diam saja.Membuat dirinya kesal lalu mengacuhkan lagi.
Bisa-bisa stress aku dibuat nya!
.
__ADS_1
.
Ceklek!!
Pintu terbuka,orang di dalam menoleh ke arah Mita dan Hafi.
Daffin tersenyum melihat Mita benar-benar di bawa ke sana oleh Hafi.
"Hallo Daffin" Mita melambaikan tangan.
"Hallo kak Mita,senang bisa berjumpa dengan mu lagi"
"Kakak juga iya,senang bertemu dengan mu lagi"
Tiba-tiba Hafi membantu Mita menggendong nya di letakan di ranjang,duduk bersebelahan dengan Daffin.
Perbuatan Hafi di lihat oleh mamah nya yang baru saja keluar dari toilet.
"Duh soo sweet banget anak mamah"
Mita menoleh,sedikit terkejut di sana ada mamah Hafi.
"Mamah kapan kesini?" tanya Hafi yang sama hal nya dengan Mita,tidak tahu jika mamah nya di sini.
"Mamah sudah ada tiga puluh menit tan lah"
Ara bergantian mengamati Mita.
"Kamu sakit?"
Mita menggeleng "Tidak nyo...Ma-mah,aku kecelakaan saat akan berangkat kerja.Tas ku kecopetan beberapa hari yang lalu,di sana ada dompet dan ponsel"
"OOO Astaga!! Kenapa Hafi tidak bercerita.Apa dia tahu?"
Bola mata Mita langsung melihat Hafi,mereka saling menatap.Kira-kira jawaban apa yang akan diberikan kepada mamah nya.
"Aku tahu mah,barusan aku mengantar nya untuk kontrol.Yilmaz yang menangani luka nya.Kalau tidak percaya tanya sendiri dengan keponakan mamah itu!"
Hafi menyandar di sofa yang ada di sana.
"Ini apa nak?"
Ara memegang bungkusan yang Mita pegang dari tadi.Wanita itu membuka nya.
"Astaga Hafi.Kenapa Mita membeli makan seperti ini? kau tidak mengajak nya makan di luar atau delivery order?"
Mie goreng dan telur ceplok dengan dua cabut rawit,Mita memesan nya di kantin beberapa saat lalu.
Hafi terkejut dengan ucapan mamah,tatapan nya pada Mita mengisyaratkan sesuatu.
"Oh ini mah,aku lebih suka makanan seperti ini.Ini makanan kesukaan ku"
Terpaksa berbohong demi menyelamatkan Hafi.Karena Mita tidak mau setelah ini Hafi menggoreng Mita habis-habisan.
Sebenarnya yang Mita pikir adalah,Hafi bisa saja memotong bayaran nya sebagai pacar sewaan.Tapi Mita tidak mau itu terjadi.
.
.
__ADS_1
.
to be continue