TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN

TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN
BAB. 41 Alasan


__ADS_3

Beberapa kali datang ke rumah Hafi,kali ini Mita benar-benar merasa sedikit asing.Tiba-tiba menjadi menantu di rumah itu.Hal yang sering di bayangkan oleh nya adalah mertua yang galak.


Tentang cinta,Mita saja sulit untuk mengutarakan isi hatinya Entah cinta atau pun tidak,dirinya tidak tahu sama sekali.


Hatinya masih bertanya seakan bingung dengan perasaannya sendiri.


"Turunkan aku Fi!"


Hafi menggendong Mita hingga pintu.Tarikan seseorang yang tidak dikenal membuat seluruh tubuhnya memar dan sakit.


"Bisa berjalan sendiri?" Mita mengangguk.


Mencoba berjalan,namun nyatanya merasakan beberapa persendian nya nyeri jika di gerak kan.


Hafi meraih lengan Mita,tangan kiri nya memegang melingkar di pinggang.


"Pelan-pelan!" Hafi menuruti,menggandeng dan menuntun nya dengan pelan dan telaten.


Memasuki ruang tengah,Mita melihat papah Hafi sedang membaca koran.Hafi pun mendekat.


"Papah!" Fandi melihat anak dan menantu nya,koran di tutup dan diletakkan di meja.


"Siang Om?" Mita menyalimi dan mencium tangan Fandi.


"Papah,bukan Om!" Hafi protes dengan sebutan yang keluar dari bibir Mita.


"Maaf,aku hanya Belum terbiasa kecuali dengan mamah"


Mendengar perdebatan kecil itu Fandi tersenyum pada Mita.


Sebenarnya Fandi juga baru sampai beberapa puluh menit yang lalu,karena tidak sabar menunggu Hafi dan Mita,mobil nya melaju lebih dahulu.


Merasa tidak enak dengan Papah mertua nya Mita duduk di ruang tengah bergabung bersama dengan yang lain.


Mina yang sudah mempunyai suster sendiri tetap mendekati Mita dan bermanja-manja padanya.Hafi yang ada di sana selalu membatasi gerakan Mina karena beberapa luka Mita masih belum sembuh.


"Maaf kan kami yang melakukan nya mendadak Mita.Mendengar teror yang kamu alami.Papah takut jika pernikahan tidak segera di langsungkan.Dito kakak Sharena adalah tangan kanan mafia ternama di kota ini.Sementara kau dalam pengawasan kami,Papah dan Riza akan mengkondisikan keadaan"


Mita mendengarkan nya,ekor mata nya melihat Hafi.Baru tau alasan yang pasti kenapa Hafi menikahinya secepat ini.


.


.


.


Senja berubah menjadi gelap,Mita yang tidak bisa naik turun sendiri akhirnya menghabiskan makan malam di kamar,di temani Mina dan suster baru nya.


Bocah balita itu sangat lah aktif,bermain sendiri.Lego berserakan di kasur dan karpet,tapi Mita hanya tersenyum melihat itu.


Dan berakhir tidur dengan botol fit yang masih menempel di bibir nya.


Tangan Mita dengan telaten menepuk paha Mina.


"Mbak sus,kalau mau istirahat silahkan.Biarkan Mina bersama ku tidur di sini"


Mbak sus,panggilan untuk suster yang mengurus Mina.

__ADS_1


"Apa tidak merepotkan nona?Nona sedang tidak baik"


Mita tersenyum dan menggeleng "Tidak apa-apa.Aku sudah sedikit nyaman untuk gerak.Memar-memar di kaki dan tangan ku juga sudah mulai hilang."


Mbak sus akhirnya keluar dari kamar Mita,karena Mita memaksa untuk menjaga Mina.


.


.


.


Hafi yang masih dibawah mengobrol dengan Papah dan Saudara nya.Segelas kopi menemani obrolan mereka.


"Mita masih kerja Fi?" Fandi meletakkan segelas kopinya setelah meminum beberapa tegukkan.


"Masih Pah"


"Lalu bagaimana selanjutnya,apa yang akan kau lakukan Za?" giliran Riza yang diberi pertanyaan oleh Fandi.


"Kalau menurut ku,Mita sementara cuti dulu Fi.Keadaan di luar tidak bisa di tebak.Dito sangat cerdik.Kau juga salah,mencintai wanita seperti Sharena.Apa sebenarnya isi otakmu itu!"


Riza berdecak kesal kepada saudara kembar nya.Fandi melihat kedua nya bergantian,sudah biasa jika obrolan mereka lama-lama berurat.


"Mana aku tahu,jika perasaan yang menciptakan aku,aku tidak akan seperti ini"


"Jika kau membolehkan Mita bekerja,kau harus siap dengan sikap nya.Mita sangat lah ramah dengan rekan kerja nya,siapapun itu!"


Hafi mengerutkan kening nya "Maksud mu apa?"


Riza tertawa "Jika kau pencemburu,bersiap lah untuk sabar!"


Lagi-lagi Riza tertawa "Tidak janji,Mita cantik dan manis.Jangan salahkan aku jika dia yang mendatangi ku duluan dan salah kamar"


Fandi sangat jelas mendengar obrolan kedua nya.Tak heran melihat Riza yang suka menggoda saudara kembar nya sendiri.


"Za!.."


Riza yang tahu Hafi sudah mulai terpancing emosi beranjak dari kursi nya.


"Sudah malam,jangan begadang Pah!"


Selalu mengingatkan papah nya,adalah tugas wajib untuk Riza.


"Za... aku belum selesai berbicara!"


"Besok lagi,naik dan tidurlah.Mita sendiri di kamar.Jangan sampai dia keluar kamar dalam keadaan mengantuk dan salah membuka pintu saat masuk kembali!"


Mendengar itu Hafi melotot,mata nya membola.Fandi yang tahu ekspresi Hafi hanya tersenyum dan menggeleng.


"Brengsek! Diam kau Riza!"


"Pah aku ke atas dulu!" Beranjak dan meninggalkan Fandi sendiri di sana.


Langkah Hafi panjang,mengejar Riza yang sudah dulu sampai di lantai atas.Dan masuk kamar lalu menguncinya.Misi nya berhasil membuat Hafi hatinya panas.


Tok

__ADS_1


Tok


"Zaa,awas saja kalau itu terjadi!" Hafi dengan suara kencangnya berteriak di depan pintu.Hingga kaki nya menendang pintu kamar Riza.


"Dasar brengsek!!!"


.


.


Membuka pintu,ternyata kamar nya sudah gelap dan hanya lampu tidur saja yang menyala.


Hafi masuk ke dalam kamar nya,tersenyum melihat Mita yang sudah tidur,tubuhnya di tutupi selimut tebal.


Semakin langkahnya mendekat,pandangan nya di kejutkan oleh gadis cilik yang tertidur di depan dada Mita,wajahnya menghadap persis kedua kancing piyama Mita yang terbuka.


Apa dia habis mengasihi?


Tangan Hafi meraih Mina yang tertidur untuk memindahkan di kamar terpisah.Namun baru saja tubuhnya terangkat Mina bangun dan menangis.Seketika Mita juga terbangun karena suara Mina.


Hafi berusaha mengayun nya,tapi tangisan Mina bertambah kencang.


"Fi,berikan pada ku!


Hafi melihat Mita yang terbangun dan duduk di sandaran papan ranjang.


"Akan aku bawa ke mbak sus saja !"


"Jangan!Mina tidak akan mau.Kemarikan,aku saja yang menidurkan nya kembali!"


Dengan berat hati Hafi memberikan nya pada Mita.Benar saja baru juga wajah gadis balita itu mendarat di dada Mita,suara tangisnya sudah berhenti.


Mengusap rambut Mina yang masih sangat tipis,lalu Mita melorotkan posisi nya,dan meletakkan Mina kembali tepat di depan nya.


Semudah itu menidurkan Mina,fikir Hafi saat hanya melihat nya saja.


"Jika sudah tidur aku pindahkan Mina ya?"


Kening Mita berkerut "Biarkan dia tidur sini!"


"Bagaimana bisa? Ini malam pe..."


"Nanti kalau tidak disini Mina menangis kembali! Ranjang mu sangat besar Tuan.Kau bisa tidur di sebelah sana!"


Tidak menyangka Mita akan berbicara seperti itu.Hafi fikir tanpa mengungkapkan saja harus nya dia tahu jika kebanyakan pengantin baru akan menghabiskan malam bersama.


Dengan lesu Hafi berjalan ke sisi lain ranjangnya.Melihat Mina dengan tatapan yang sulit di artikan.


Mita yang tahu itu,menahan senyum nya.Malam ini dirinya bisa terbebas dari ritual malam pertama seperti yang pasangan lain lakukan.


Pura-pura tidur dan memeluk Mina,berakhir lelap.


.


.


.

__ADS_1


to be continue


__ADS_2