
Kedatangan tamu yang sangat tak terduga,dan pagi-pagi sekali.Ibu Dalilah bahkan masih memakai baju kebesaran nya di rumah.
Hari ini kebetulan week end, kebiasaan di kampung.Jika hari libur rumah-rumah masih tertutup rapat.Lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah,atau ada yang masih setia dengan selimut nya.
"Maaf,kami datang mendadak dan tidak mengabari"
"Tidak apa-apa" Ibu Dalilah tersenyum.
Ketukan pintu beberapa saat lalu adalah Ara dan Riza yang datang,Minim nya jalan untuk masuk perkampungan membuat Ara dan Riza memarkirkan mobil di depan jalan sana.
"Selain ingin memastikan Hafi benar disini atau tidak.Saya ingin menyampaikan sesuatu"
Ucapan Ara berhenti sejenak.Memandang Ibu Dalilah yang sangat ramah,kerutan di wajah nya tidak bisa membohongi bahwa dia sudah berumur jauh di atas Ara.
"Ijinkan kami melamar Mita untuk Hafi"
Langkah Mita terhenti,saat kedua tangan nya memegang nampan berisi air dan beberapa cemilan.Rumah yang tidak besar itu akan sangat mudah jika hanya menguping pembicaraan.
Seperti Mita yang akan membawakan minum,langsung terhenti.
"Ahh.. apa ini tidak terlalu cepat?"
Ibu Dalilah merasa kaget dan sungkan pada Ara.
Bukan hanya dia,Hafi yang duduk di sisi sebelah mamah nya dengan Mina di pangkuan nya saja dibuat terkejut.
"Saya rasa lebih cepat lebih baik Bu,mereka sudah sama-sama dewasa.Pergaulan sekarang sangat mengerikan ,jika hanya berpacaran saja saya takut Hafi anak saya yang sudah cukup umur tidak bisa menahan nya!"
Ara dan Ibu Dalilah mengulum senyum.
"Apasih mamah!" Hafi protes
"Terlebih,kedua nya sering bersama.Dan hari ini Hafi menginap di sini tanpa sepengetahuan saya,jika Riza tidak bilang pun saya tidak akan tahu"
"Kalau begitu,Saya terserah kepada Mamah Hafi saja.Karena saya orang tidak mampu,dan tidak bisa mengadakan apapun,jadi saya serahkan kepada Mamah Hafi.Saya rasa juga tidak perlu bertanya kepada anak nya masing-masing,seperti yang anda ketahui kami para orang tua mungkin juga pernah merasakan jatuh cinta,dan saya bisa merasakan itu ada di Mita untuk Hafi,dan sebalik nya"
"Bu,aku tidak setuju!" Semua orang menoleh ke arah suara.Mita yang datang membawa nampan berisi beberapa gelas teh hangat.
Semua nya pun terdiam.Hafi merasa Mita menolak terang-terangan.Dan disaksikan banyak orang.
"Kita.." Mita menunjuk dirinya dan Hafi di depannya.
"Tidak seperti yang kalian fikirkan,kita tidak ada hubungan apapun seperti yang kalian lihat."
"Mita!" Hafi memegang tangan Mita.Namun di hempaskan oleh nya.
"Mita,apa yang kau bicarakan?"
Riza yang berada di sana sudah mulai merasa ada sesuatu yang akan meledak.
"Kita tidak pernah ada hubungan apapun,selama ini yang kita jalani hanyalah sandiwara.Hafi membayar ku untuk menjadi kekasih nya! Kalau tidak percaya, ini buktinya"
Mita mengeluarkan kartu tipis berwarna silver.
__ADS_1
"Dia memberikan nya pada ku,dengan nominal yang sangat banyak!"
Plak!!!
Ibu Dalilah berdiri dan langsung melayangkan tangan nya di pipi Mita.
"Bu?"
"Jadi selama ini kedekatan kalian hanya sebatas uang? Ibu susah payah membesarkan mu, menyekolahkan,dan sekarang kau menjual diri demi uang?"
Adegan yang mendramatisir di saksikan langsung oleh Ara dan kedua anak kembarnya.
"Tidak ada penolakan,jika kau sudah menerima uang itu,Ibu akan menyerahkan mu kepada Hafi.Hari ini juga menikah!"
"Hah!!..tapi Bu?"
"Ibu tidak mau mendengar lagi kau di bayar oleh lelaki lain hanya untuk dijadikan kekasih!"
Ara yang mendengar itu menggeleng,dan mengusap bahu ibu Dalilah untuk menenangkan wanita tua di sampingnya.
Baru tahu jika semua ini adalah sandiwara Hafi dan Mita, Ara tidak habis fikir anak nya melakukan hal seperti itu untuk apa?
Mita yang tidak tahu lagi harus apa,duduk bersimpuh di depan ibu Dalilah.
"Maaf kan aku Bu,aku melakukan ini semua untuk ibu.Untuk Kita,aku tidak ingin melihat ibu terus sakit-sakitan.Aku ingin mencukupi kebutuhan ibu dan Mina"
"Bu..." Mita mencoba meraih jemari tangan Ibu Dalilah,namun wanita tua itu terus menghindar dari sentuhan Mita.
"Menikah lah nak,maka ibu akan memaafkan mu"
Mata Mita tertuju ke Hafi.Pandangan yang penuh tanya,semua isi hati Mita bisa terjawab dari sana.
"Beri aku waktu untuk menjawab nya Bu"
"Jawaban nya hanya iya,tidak ada yang lain!!"
"Tapi beri sedikit waktu untuk ku,hanya beberapa hari saja.Tidak lama!"
"Untuk apa?!"
Hafi yang melihat ibu dan anak itu berdebat ingin menengahi nya,namun ditahan oleh Ara,dengan alasan membiarkan kedua nya untuk saling bicara dan saling dimengerti.
"Aku ingin ke suatu tempat,hanya beberapa hari saja!"
"Kemana?"
"Ada..suatu tempat.Dan hanya aku!"
Pernyataan Mita membuat semua yang di sana penuh dengan tanya.Apa yang sebenarnya akan Mita lakukan,dan akan pergi kemana.
"Apa bisa menjamin kau akan pulang?"
"Aku menjamin akan pulang,walau hanya jenazah ku saja!"
__ADS_1
"Mita?!"
"Kapan kau akan pergi?" Gemash melihat perdebatan antara Mita dan Ibunya Hafi buka suara.
Mita menoleh "Besok,be-besok aku akan pergi" ucapan Mita terbata.
"Kalau begitu aku juga ingin memberikan mu Syarat."
Mita terkekeh mendengar nya "Apa?"
"Yang pertama bawa ibu dan Mina ke rumah ku,dan yang kedua Hari ini kau menuruti segala permintaan ku!"
Segala sesuatu apapun yang Hafi katakan,Ara tahu jika anak nya tidak akan pernah salah mengambil keputusan.Sedangkan Riza yang sedari tadi menahan senyum tahu isi kepala Hafi.
Mereka memang beda raga tapi pikiran dan rasa mereka sama.Terlalu identik hingga semua selera Hafi,Riza juga menyukai nya.
Setelah berfikir Mita menganggukki permintaan Hafi.
.
.
Untuk mempersingkat waktu,ibu Dalilah tidak membawa pakaian yang banyak.Begitu pula dengan Mina.
Toko pakaian dan gerai yang diwariskan oleh Ara kepada Riza dan Hafi,masih cukup banyak,jika hanya untuk dikenakan Mina saja.
"Ibu dan Mina ikut dengan Mamah,Mita ikut bersama ku"
Ara mengerutkan dahi mendengar nya.Mita menyalimi tangan Mamah dan Ibu nya.Tak lupa juga mencium Mina.
"Baik-baik,jangan nakal ya anak Unda?!" mencubit gemash kedua pipi Mina.
"Riza, Mamah titip Ibu dan Mina"
Ara mengangguk,Riza mengacungkan jempol nya.
Mereka memasuki mobil,Riza melajukan mobil dengan kecepatan sedang.Mita yang masih di sana berdiri melihat mobil Riza hingga menghilang tertutup kendaraan lain.
Hafi berbalik dan menarik tangan Mita.
"Ishh...Hafi,lepaskan!"
"Ingat,hari ini kau harus menuruti semua inginku!!"
Hafi tersenyum miring, sesuatu sudah dia rencana kan untuk mengurung Mita.
.
.
.
to be continue
__ADS_1