TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN

TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN
BAB. 63 Pergi berdua


__ADS_3

Seperti biasa,Mita bangun dan tidak ada Hafi.Sangat menyadari itu karena suami nya harus kembali bekerja.Meraih ponsel di nakas,benar saja.Ada dua buah pesan dari Hafi, berpamitan dan menanyakan apakah dia sudah bangun.


Beranjak dari ranjang, membasuh muka dan berniat turun ke bawah.


Sudah siap membuka handle pintu,ternyata di luar sana ada yang mengetok nya.


"Oma?..."


Maria pun tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.


"Masuk Oma..Mita baru saja akan turun"


"Tidak" Maria menggeleng.


"Oma ingin ke mall,apa kamu bisa menemani Oma?"


Mita merasa heran dengan ajakan tiba-tiba Maria.


"Ke mall?Apa tidak nanti malam saja Oma tunggu Hafi pulang?"


"Ini belum terlalu sore,lagi pula di rumah tidak ada orang.Daffin les, Inggira dan Riza kerja,lalu anak mu Mina tidur dengan mbak Sri"


Mita tidak langsung menjawab,dia berfikir sejenak.Jika Oma Maria terlihat aneh,dan tiba-tiba. itu adalah dia menginginkan sesuatu.Itulah kata kata Hafi yang pernah dia dengar.


"Nanti Mita ijin Hafi dulu ya Oma?" Hendak menutup pintu kembali tapi ditahan oleh Maria.


"Tapi Oma ingin sekarang Mita,cepatlah ganti baju.Oma tunggu disini!"


"Hah??..."


Dengan terpaksa Mita mengganti baju,di kamar mandi.Karena Maria masih di ambang pintu,menjaga pintu untuk tidak di tutup oleh Mita.


Menunggu cucu menantu nya berganti,sesekali dirinya melihat lantai satu dan menoleh ke kamar Ara.Memastikan mereka tidak ada yang tahu jika Mita akan pergi bersama nya.


Beberapa puluh menit berlalu,Mita sudah siap dengan celana joger berbahan kenit dan sweater yang hanya panjang sepinggang.


"Sudah Mita?"


"Sudah Oma.." Sling bag yang hanya berisi beberapa lembar uang kertas,ponsel,dan kartu debit.


Mereka pun berjalan bergandengan tangan persis seperti anak kecil yang akan bermain bersama.


Mita yang memakai mobil sport Hafi, mengendarai sendiri.Itu pun karena Oma Maria yang meminta nya.


Security di depan melongo melihat Mita keluar sendiri.


Wah,non Mita pasti mau ke kantor den Hafi.


Ucapnya dalam hati.


.


.


.


Sepanjang perjalanan Oma Maria tertawa senang,begitu pula dengan Mita.Dia pun senang melihat Oma mertua nya begitu senang dan bahagia.


Bernyanyi,lagi tempo dulu yang ada di ponsel Oma.Hampir saja Mita hafal lagu itu,teringat ayah nya yang dulu sering memutar lagu jadul menggunakan tape recorder.


"Oma senang??"

__ADS_1


Maria mengangguk "Oma senang dan bahagia.Oma ingin bermain dan makan apapun nanti di sana.


"Boleh Omaa... Nanti Mita yang traktir jika Oma menginginkan sesuatu!"


Maria hanya mengacungkan jempolnya saja,sebagai tanda setuju.


.


.


.


Mendapat pesan dari Hafi, Ara yang setelah mandi sore dan berpakaian daster ala ibu-ibu rumahan melangkah ke kamar Hafi untuk membangunkan menantu nya.


"Ternyata tidak di kunci" Ara bergumam sendiri,hanya dia yang mendengar.


Mendekati ranjang,tapi tak ada siapapun di atasnya,mengetok walk in closed dan membuka nya,lalu toilet.Hasil nya sama saja,tidak ada siapapun di sana.


"Apa Mita sudah bangun dan turun?"


Ara pun kembali keluar kamar dan menutup pintu.Masuk ke kamar Mina,hanya ada Mbak Sri dan Mina yang masih tidur.Membuka toilet pun sama di sana kosong


Melangkahkan kaki nya kembali,dan turun menggunakan lift.Mencari ke segala arah hingga taman samping dan taman belakang.Hasil nya nihil.Tidak ada siapapun di sana.


Mencoba ke depan,dan di taman depan.


"Sore Nyonya Bos?.."


"Sore Pak... Apa Bapak melihat Mita?"


Security itu pun mengerutkan keningnya.


"Bukan nya tadi non Mita keluar menggunakan mobil Den Hafi Bu?"


"Sudah hampir sejam yang lalu!"


Panik dengan ucapan security,Ara berjalan cepat masuk ke rumah.Security di sana pun bingung melihat nya.


"Astaga!! Kenapa tidak ijin dengan ku dulu.Hafi bisa marah jika tahu ini! Anak itu akan memarahi semua orang rumah termasuk Oma..Ah iyaaa,pasti Oma tahu,dia tidak tidur dari tadi!" .


Kaki nya terus melangkah,namun bibir nya pun terus bergumam.


"Mah ..." Pintu kamar Maria di buka oleh Ara.Ruangan yang sudah gelap .Gorden di tutup rapat.Kasur bersih dan tak ada seorang pun di sana.


"Mamah..Mah,mamah di toilet?" Ara mengetuk pintu kamar mandi tapi tak ada jawaban, akhirnya dia pun membuka dan kosong.Ubin nya pun terlihat kering.Kemungkinan belum di pake selama satu jam lebih.


"Hadeuhh,kenapa filling ku jadi tidak enak ya?" Mendadak kepala nya pusing.


Ara pun segera kembali ke kamar,dan meraih ponsel.Menghubungi Mita dan juga Maria bergantian,kedua nya tak menjawab sekali pun.


Dengan pertimbangan dan berat hati akhirnya dia menghubungi suaminya.Fandi.Yang kala itu sedang ada pertemuan penting tidak menjawab telfon dari istrinya.


"Ayo dong Pah,aku butuh bantuan mu! Jawab ayo jawab telfon nya!" ara semakin cemas karena Fandi tidak menjawab panggilan nya.


Di sisi lain Hafi yang belum dibalas chat nya oleh Mamah nya menelfon balik.


"Astaga Hafi menelfon,bagaimana ini?! Kenapa harus aku sendirian di rumah? Bikin panik saja!!"


Hingga tak terjawab,dan Hafi mematikan nya.


Ara mencoba menelfon anak gadis nya.

__ADS_1


Ah di jawab.


"Hallo Nak.."


"Iya mah"


"Masih sibuk? Mamah ingin meminta tolong!".


"Inggi baru selesai,dan keluar dari kantor.Mau pulang,ini kak Riza ada.Kalau kak Hafi masih di atas!" Inggira menoleh ke gedung yang sangat megah dan tinggi itu.


"Tolong jangan bilang ke yang lain.Oma dan kak Mita tidak ada di rumah.Pak security di depan melihat Mita keluar dengan membawa mobil sport milik kakak mu!"


Hehmmm... Inggira terkejut,namun masih bisa menguasai dirinya.


"Kenapa dek?" Riza bertanya pada adiknya,dan hanya di jawab gelengan kepala saja.


"Mamah ingin kamu mencari nya sekarang,dan jangan ada yang tahu dulu!"


"Ii-iyaa mah, sebentar lagi aku pulang."


...


...


"Iya ya maah!"


Panggilan di akhiri oleh keduanya.


Tanpa bertanya apapun lagi,Inggira mencoba pulang dengan cepat dan menarik tangan kakak nya.Riza pun berdecak.


.


.


.


"Ayolah Mita,Oma ingin menaikki itu.Kayak nya seru!"


Mita melihat ke depan.Bianglala yang amadt tinggi,dan berputar terus menerus.


Melihat nya saja aku sudah pusing, bagaimana jika aku menaikki nya.


"Kita beli ice cream saja ya Oma?".Mita mencoba mengalihkan perhatian Oma.Namun wanita tua itu sedikit muram.


"Oke Oma kita naik wahana.Tapi jangan yang itu,yang penting sama-sama berputar kan Oma?"


Oma pun mengangguk,Mita memilihkan kuda putar sebagai penggantinya.


Berbagai macam sudah di naikki oleh nya,hingga tinggal tiga permainan lagi termasuk biang Lala.Entah kebetulan atau entah apa,Oma mendapatkan tiket biang Lala dari seorang lelaki,beralasan anak bos nya tidak jadi menaikki dan itu diberikan pada Oma yang bertemu di kedai jajanan.


Dengan mata yang berbinar,Oma pun melangkah dan meninggalkan Mita yang sedang di toilet karena pusing dan mual.


Selesai dengan rasa mual nya,dan menggosok kan minyak angin di tengkuknya,Mita keluar dan mata nya mencari Oma.Kakinya melangkah cepat mencari ke beberapa permainan.Hingga suara melengking memanggilnya.


"Oma?!!!...."


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2