TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN

TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN
BAB. 61 Cemburu


__ADS_3

Hanya dua lembar foto yang tak jelas gambar nya saja seisi rumah berebut ingin melihat nya.Terutama Hafi dan Papah nya,mereka merebutkan nama dan jenis kelamin yang belum jelas adanya.


"Aku dong Pah yang kasih nama,dia anak ku!"


"Papah Opa nya,dia kan cucu pertama Papah!"


Melihat keduanya yang saling berseteru dan tidak sadar umur,Ara dan Mita hanya menggeleng kan kepala.


Seperti biasa,Daffin dan Mina yang asik bermain tidak menghiraukan itu.Sri yang menjaga kedua nya juga senyum-senyum sendiri.


Riza masih tenang dengan ponsel nya.Hanya melihat sekilas lalu di kembalikan lagi ke meja.Dia tidak mengerti mana gambar calon keponakan nya.


"Sungguh tak jelas!!"


.


.


.


Di lain tempat, seseorang menjenguk Dito di rumah tahanan kota setempat.Dito yang cidera pada kakinya berjalan pincang.


Setelah tahu anak buahnya masuk sel dan terlibat bahkan dalang penculikan menantu Brahmana.Antoro,ketua mafia yang menjadi rumah naungan Dito dan teman nya bermaksud menjenguk nya.


"Kenapa tidak cerita jika target mu menantu Brahmana?! Kau bodoh atau tolol?!!"


Gebragan meja oleh Toro berhasil membuat yang di sana terlonjak kaget,termasuk aparat penjaga.


"Aku pikir bos adalah bos terbesar di kota ini!"


"Yang kau sakiti istri Hafidan,coba saja kalau istri Riza.Kau akan mati di tangan nya! Dan beruntung nya lagi Riza belum menikah dan belum punya istri!!"


Mendengar penuturan bos nya Dito hanya menunduk.


"Karena adikku di sakiti dan di campakkan oleh Hafi,dan gara-gara Istrinya lah adikku di buang begitu saja olehnya.Tangan ini juga perbuatan Riza karena aku menampar istri Hafi Beberapa saat lalu.Benar katamu bos,Riza lebih garang dibanding Hafi.Yang menghajar ku dan luka lebam di wajah,hasil dari tangan nya!" Dito menghela nafas nya kasar.


"Apa adikmu juga di tahan di sini?"


Dito mengangguk.


"Kau benar-benar tolol!!!" Lelaki itu menggebrak meja di depannya.


Melakukan pergerakan tanpa sepengetahuan Antoro adalah hal yang salah.Sedangkan Antoro tidak bisa menolong dengan sara apapun itu.


"Tolong bebaskan aku dan adikku bos!"


Toro menggeleng "Aku tidak janji, keluarga Brahmana dilindungi oleh hukum.Brahmana sendiri yang pernah bercerita dengan ku! Berdoa lah agar menantu nya baik hati padamu dan adikmu!"


Antoro beranjak dari sana memakai kaca mata nya dan melangkah pergi meninggalkan Dito.


.


.


.


Setelah makan malam mereka berkumpul di ruang tengah lantai dasar.Mita yang tiba-tiba bergelayut terus di lengan Hafi membuat mata setiap orang terperangah.


Bersandar di bahu dan terus menggenggam tangan,Entah kesambet apa Mita hari ini.Hingga Fandi saja menggeleng kan kepala,namun tidak dengan Ara dan Inggira,kaum wanita lebih mengerti itu.


Riza yang berjalan cepat dari atas lalu menjatuhkan bobot tubuhnya di sofa single.

__ADS_1


"Barusan aku mendapat kan kabar,jika Antoro telah menjenguk Dito,Sharena dan anak buah yang lain."


Seketika yang disana beralih melihat Riza yang masih mengutak atik ponsel.


"Salah satu pengacara mereka meminta mu menemui Sharena karena wanita itu ingin bicara empat mata dengan mu Fi!"


Bukan Hafi yang antusias,tapi Mita yang seketika menoleh pada Riza.


"Kenapa harus Hafi?!"


Hafi menoleh dan memperhatikan perubahan raut wajah Mita.


"Mereka pernah menjalin hubungan asmara Mita!Setidaknya Sharena pernah mengisi hati nya dan menjadi yang spesial.Mungkin Sharena ingin bicara hal yang bersifat pribadi!" Riza mengedikan bahunya.


Mendengar penjelasan Riza,Mata Mita meredup,menoleh bergantian pada suami di sebelahnya.


"Bagaimana Fi?" Riza bertanya pada Hafi sekali lagi.


Hafi yang melihat Mita menatap lekat dirinya tidak langsung menjawab pertanyaan Riza.


"Kamu suka kan bertemu dengan nya?Bicara empat mata dengan nya,berarti hanya berdua!" Suara nya lirih tepat di sebelah telinga Hafi.


Mita melepaskan genggaman nya di tangan Hafi,dan beranjak dari sana.


"Mau kemana?"


"Kamar.." sangat lembut tak bertenaga.


Semua yang di sana melihat keanehan itu.Hafi yang melihat Mita dari mulai naik tangga hingga menuju kamar nya, beberapa kali mengusap pipi tanpa menoleh pada Hafi.


"Besok aku kabari lagi Za,mungkin aku akan bicara kan ini dulu dengan Mita!"


"Masuk kamar Fi,mamah fikir Mita sedang di mode cemburu!" Ara tau pasti mood wanita hamil yang suka tidak jelas.


"Aku titip Mina mah!"


Ara mengangguk cepat,Mina sudah biasa dengan keluarga Brahmana,dengan siapapun sudah tak asing lagi. Mendadak menjadi ibu angkat Mina,Inggira juga sangat dekat dengan nya.Sering tidur bertiga dengan Mina dan Daffin.


.


.


.


Masuk ke dalam kamar,Hafi tidak menemukan Mita.Namun suara gemericik air menandakan dirinya berada di toilet.


Hafi masuk ke dalam walk in closed mengganti baju tidur,dan mencuci muka di wastafel.


Seiring dengan itu Mita keluar dan duduk di meja rias.Sudah memakai gaun tidur berbahan satin dan berwarna merah.


Melakukan ritual sebelum tidur dengan segudang skin care yang ada di meja.Hafi hanya melewati dan melihat itu.Merebahkan tubuhnya di sandaran ranjang,membuka ponsel nya dan meletakkan kembali.


"Sayang!"


Mita tidak menjawab namun bisa melihat di pantulan kaca rias.


"Sayaaaaang..." suaranya lebih lembut dari sebelum nya.


"Paramita Hafidan!!"


Mita menoleh memanyunkan bibir nya.

__ADS_1


"Kenapa ganti namaku?!"


"Karena kamu istri ku,Hafidan Daffara Brahmana!"


Mita merajut,bibirnya mengerucut.Masih dengan kapas dan skin care nya di tangan.


"Kesini lah,aku.."


Mita dengan malas mendekati Hafi.


"Besok aku akan bertemu Sharena,tidak apa-apa kan?"


Mita hanya menatap Hafi dalam-dalam.


"Boleh kan?" Hafi berusaha membujuk istrinya.


Mita masih menggeleng.


"Kenapa?!"


Bukan menjawab,Mita menaikki ranjang dan duduk di pangkal kedua paha Hafi.Mengecup bibir suaminya,lalu di lepaskan.


Hafi terperangah dengan aksi istrinya yang mulai liar.


"Heiii apa ini?!"


Mita mendekatkan bibirnya kembali dan menempelkan dengan bibir Hafi.Kali ini lengan nya melingkar di bahu Hafi,dengan senang hati Hafi mengimbangi ciuman istrinya yang semakin liar.


Ingin membalikan tubuhnya,menjadi Mita yang di bawah.Namun Hafi menikmati ciuman istrinya yang sangat agresif.


Hafi memaksa melepas ciuman Mita.


"Hei ada apa?"


Bukan menjawab Mita malah menitikkan air mata.


"kenapa menangis?"


"Aku tidak suka kau bertemu dengan Sharena, hanya berduaan pasti kalian nanti melakukan hal yang tidak-tidak!" Mita menyusut cairan di hidung.


"Astaga!!"


"Bukan kah Dimata orang di luar sana,aku yang menjadi benalu di antara kita,pasti dulu kalian pasangan yang serasi.Jika itu terjadi, aku ingin sebelum bersama Sharena bersama ku dulu malam ini!"


Mita melancarkan aksinya lagi,menerjang Hafi dan ******* bibir nya,sangat dalam.


Hafi sedikit tersenyum,Mita cemburu ternyata!Namun dia sedikit beruntung karena Mita berarti sudah mencintai nya.


Merasa diberikan lampu hijau oleh istrinya,Hafi sangat senang.


"Aku saja,aku yang memimpin"


Hafi membulatkan mata!


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2