
Parfum dan perlengkapan pria lain nya.Entah Dion atau entah kasir di mall itu yang meletakkan nya di kantong Mita.
Mita dengan cepat mengangguk,Meng iyakan ucapan suaminya.Dia tidak tahu harus berkata apa.Jika jujur Hafi sudah pasti marah.Segala spekulasi pasti akan terlontar dari mulut nya.Berkata bohong pun,itu alasan nya apa.
Terpaksa dia meng iyakan ucapan Hafi.
"Terus kalau begini untuk apa?"
"Di buang saja!"
"Berapa harga ini semua! Sayang jika dibuang!"
"Kalau begitu Kasikan pada Pak Raksasa atau siapa!" Mita mencoba memberikan pendapat.
Dan akhirnya dia memberikan pada Pengawal di depan.
"Pak ,kalau saya ada. Anda boleh pergi dari sini! Dan Nanti Saya akan menelfon lagi!
Pengawal itu pun mengangguk.Tak lupa berterima kasih dan pergi dari sana.
.
.
.
"Tunggu sebentar!" Ricko yang mendengar seseorang mengetuk pintu bergegas berdiri membukanya.
Ceklek!!!
Mata Ricko membulat,dia terperanjat akan kedatangan Pak raksasa di sana.
"Kenapa kemari?"
"Bos sedang di kamar,dan aku di bebas tugaskan!"
Prak!!! Pria itu pun duduk dan menaruh kantong kresek nya di meja kaca.
"Apa ini?"
"Itu dari Pak Bos,seperti nya perlengkapan laki-laki tapi apa saja aku tidak tahu!" Dia pun mengedikan bahunya.
Ricko meraih dan membuka nya.Bibir tipis nya melengkung tersenyum.
"Ini sebenarnya ada yang punya.Apa kau tadi mendengar bos mu berkelahi mulut?"
Dia hanya mengedikan bahu saja.
"Kau tidak bertemu siapapun saat di mall tadi?"
Dia menggeleng.
"Teman Nona mungkin!"
"Entahlah,aku tidak tahu.Dia sangat pintar,mengerjai ku di bagian per kuean.Bahkan aku di sana hampir dua jam hanya untuk menunggu kue fresh from oven!"
Ricko mengangkat kantong plastik "Jika bos tahu ini milik siapa sebenarnya,kau juga akan kena imbasnya!"
Mengerutkan dahi " Memang itu milik siapa?"
"Laki-laki yang menyukai nona saat dia belum menikah dengan Bos!"
Matanya melebar dengan bibir melongo. "Kapan mereka bertemu?"
"Nah.Harus nya kau tahu itu!"
.
__ADS_1
.
.
Bukan hal yang mudah bagi Mita untuk terus menyembunyikan tentang belanjaan tempo hari.Bahkan hari ini Mita sengaja berbelanja dengan isi yang sama.Hanya untuk mendapatkan struk dan pengeluaran yang Hafi tanyakan.
Bodoh memang jika dipikir,namun hanya itu yang Mita tau sampai sejauh ini.
Membagikan belanjaan kepada siapapun di sana,lalu dia pulang dengan membawa struk.Hatinya sangat lega karena yang ditanyakan Hafi sudah ada di genggaman.
Tidak berpamitan dan kebetulan pengawal raksasa hari ini meminta libur.Dengan keberanian yang sungguh dan nyali yang dia pupuk dari Hafi berangkat,Mita memberanikan diri untuk pergi dan kembali hanya seorang diri.
Membuka pintu kamar hotel,ternyata Hafi sudah ada di dalam.
"Darimana?"
"Keluar sebentar mencari angin!"
Mita masuk kamar mandi membasuh kaki nya.Degup jantung nya jangan di tanyakan lagi.Kencang dan nervous.
Hafi berbaring di ranjang,dan di susul Mita di sebelah nya.
"Tumben sudah pulang?!" Mita memberanikan diri untuk bertanya,meski sudah sangat terlihat suaminya sedang sedikit marah mode on.
Mengeluarkan beberapa lembar kertas dari kantong celana nya.
"Apa maksud ini semua Paramita Berliana?"
Mita mengerutkan kening dan duduk di ranjang.Melihat beberapa foto dan kopian struk belanjaan tempo hari.
Sudah dapat di duga oleh nya jika Hafi akan tahu cepat atau lambat,karena dia tidak bisa di kelabui.
"A-aku tidak bermaksud apa-apa Fi sungguh! Kami bertemu,dan dia melakukan semua itu.Aku tidak menginginkan nya!"
Hafi beranjak dari sana dan melempar semua yang Mita beli pada saat itu di ranjang.
Mita dengan gemetar mulai memunguti nya!
"Maaf,aku tidak bercerita kepada mu karena aku takut kamu marah Fi!"
Hafi tidak bicara apapun,dia melenggang begitu saja lalu keluar dari kamar.
Blam!! Pintu di tutup dengan keras.
.
.
.
Sudah dua hari Hafi mendiamkan istrinya.Hingga Mita berteman dengan beberapa cemilan di sana.
Tidak di ajak bicara sama sekali,pagi ini Mita beranjak dari ranjang nya untuk membuang sesuatu yang terasa mengganjal di perut nya.Berjalan cepat menuju kamar mandi,hingga Mita sempat meloncati suami nya yang masih tidur.
Hoek..
Hoek....
Hanya cairan bening yang keluar dari sana.Air mata Mita mengalir di pipi beriringan dengan cairan dalam perut nya.
Membuka kran untuk meminimalisir kan suara nya,Mita masih terus membuang cairan bening kekuningan dari mulut nya.Hingga memegang perutnya.Tetap saja yang keluar hanya cairan bening.
Hoekk...
Hoekkk...
Hafi terbangun dengan suara Mita yang terus mengeluarkan cairan nya.Melangkah, turun dan memegang tengkuk Mita.Namun tangan Mita menghempaskan tangan Hafi.
__ADS_1
Membasuh wajahnya dengan air.Mita menyingkirkan Hafi di depan pintu!
"Awas,aku mau lewat!!"
Hafi pun menyingkir dari pintu.
"Kamu hamil lagi?" Seketika Mita langsung berhenti dan menegakkan kepala nya ketika mendengar ucapan Hafi.
Mita pun menoleh.Hafi menarik tangan istrinya dan mengambil benda pipih yang dia beli waktu itu.
Membawa Mita ke kamar mandi dan menutup nya.
"Ayo buang air kencing,aku akan mengetesnya!"
Mita tercengang mendengar itu,Hafi dengan percaya dirinya melakukan itu.
Menampung dengan menggunakan tutup botol air minum.Hafi mulai mencelupkan tespack di wadah.
Mita melihat itu,menggigit bibir nya.Jemarinya terus bergerak di bawah sana.
Tak berapa lama,Hafi mengembangkan senyumnya.Garis dua berwarna merah.
"Kamu hamil sayang!"
Hafi memeluk istrinya,namun Mita tahan.
"Jangan mendekat,kita tidak sedang bertegur sapa.Kau mendiamkan ku beberapa hari ini! Aku tidak terima.Padahal aku sudah minta maaf!"
"Aku hanya ingin memeluk mu!" Hafi berusaha mendekat,namun Mita langsung menutup mulutnya dan berlari kecil ke kamar mandi.
Sampai siang hari Mita terus menghindari Hafi yang coba mendekatinya.
"Aku sudah bilang,jangan mendekat.Aku tidak suka!"
"Tapi itu anak ku Mita,aku ingin mengusap perut mu.Itu saja!"
Mita menggeleng "Bukan,ini anak ku bukan anak mu! Aku sudah menelfon mamah untuk menjemput ku,dan aku ingin pulang.Disini aku sudah tidak di butuhkan!"
Jedar!!! Bagai di sambar petir disiang bolong,ucapan Mita membuat Hafi langsung membulatkan matanya.
Dia tidak akan pernah menyangka jika istrinya langsung mengadukan pada Mamah nya.Tahu sendiri Ara adalah seseorang yang sangat menyayangi.Dia sengaja menunggu kabar itu dan akan segera terbang menyusul.
Hal yang sangat menggelitik kan jika di lihat,Mita yang menaruh pakaian nya di koper sedangkan Hafi mengambilnya.Begitu saja terus sampai ban kereta bocor.
"Hafi!!! Aku tidak suka dengan mu!!!"
Seperti penyekapan,suara Mita sangat keras,untung saja kamar itu kedap suara.
"Hussstttt!!!! Jangan teriak seperti itu.Dalam Agama tidak boleh berbicara keras pada suami!"
Akhirnya Mita duduk di ranjang,dengan kaki bersila.Air mata nya mulai menetes.
"Aku percaya kamu tidak melakukan apapun dengan Dion.Tapi tolong jujur dalam hal apapun dengan ku!"
Mita menyusut hidungnya.Hafi pun memeluk,menenggelamkan wajah istrinya di dada.
"Tapi entah kenapa,kamu selalu terlihat menyebalkan dimata ku Fii"
Mendengar itu Hafi menghela nafas nya.
.
.
.
To be continue
__ADS_1