TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN

TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN
BAB. 11 Profil Mita


__ADS_3

"Sering-sering lah main kemari.Tidak usah malu,tidak enak,atau sungkan.Bilang saja calon nyonya Hafidan Brahmana,pasti pak Security membukakan gerbang"


Mita tersenyum dan mengangguk mendengar ucapan Ara mamah Hafi.Wanita di depan nya sangat hangat,baik dan ramah.


"Inggi,Daffin!!! Kaka Mita mau pamitan.Mina nya di bawa sini sayang!"


Kedua anak nya sudah terpesona dengan Mina yang lucu dan pintar.Inggi menggandeng tangan Mina dan menuntun ke Mita.


"Kak,maafkan aku ya?"


"Untuk apa?"


"Aku tadi sempat berfikiran tidak baik kepada kakak"


Mita terkekeh "Tidak apa.Aku baru kali ini mengenal kalian.Begitu juga kalian,baru hari ini mengenali ku"


Klakson mobil terdengar.Hafi yang sudah di mobil dan bersiap mengantarkan Mita merasa gadis itu terlalu lama basa basi dengan keluarga nya.


"Sabar sih kak!!" Inggi yang dekat dengan pintu menoleh.


"Kelamaan Nggi!"


Mita yang tahu itu meraih Mina dan menggendong nya.Membawa masuk ke dalam mobil di pintu depan dekat dengan kemudi.


Hafi yang sudah tidak sabar dari tadi,emosi nya lenyap saat melihat Mina menoleh dan tersenyum.Gadis balita itu duduk di pangkuan Mita,dan bersandar di dada.


Melihat nya,mata Hafi terpejam.Menghilangkan fikiran nya yang melayang entah kemana.Membayangkan jika dia benar-benar sedang membangun keluarga dan Mina adalah anak nya.


Mina yang duduk di pangkuan dan bersandar manja.Putri kecil yang sangat lucu.Bibir Hafi mengembangkan senyum dalam lamunan nya.


"Heii Tuan!!!" Hingga tangan Mita menepuk bahu Hafi cukup keras.


Hafi pun terperanjat dan membuka mata nya menoleh kebingungan pada Mita.


"Ada apa?"


Mita terkekeh "Ada apa kau bilang? Tadi di suruh cepat,aku sudah di duduk kau tidak jalan-jalan.Bagaimana,mau mengantarkan aku atau tidak?"


"Oh ya maaf,aku lupa!"


Mita mengerutkan keningnya.Laki-laki di sebelahnya terlihat aneh.


.


.


"Kalian merestui mereka?" Ucapan itu terdengar dari suara Maria.


Fandi hanya mengangguk,tangan nya sibuk dengan ponsel.


"Kalau Hafi memilih Mita kita bisa apa Mah?"


"Memang mamah merestui mah?" Kini Riza yang bertanya pada Ara.Dan jawabannya hanya anggukan saja.


Inggi yang di sana pun ikut menyampaikan pendapat nya.


"Kak Mita baik,meski sudah punya anak.Dia tidak terlihat jika sudah pernah hamil!"

__ADS_1


"Sok tau!!" Gulungan kulit pisang dilempar oleh Riza.


"Aysss,kak!!! Jorok!!! Mah,Kak Riza Mah!"


Inggira dilempar kulit pisang yang baru Riza makan.Dan pas mengenai pelipis Inggi,gadis itu tidak berani melempar nya kembali karena ada Oma dan Papah.


Hanya dengan lirikan mata Mamah nya saja Riza sedikit ciut.Yang paling mereka semua takut ti jika Ara marah,karena semua fasilitas akan di cabut Termasuk uang jajan.Hanya Daffin yang selamat karena dia masih kecil.


Perbincangan keluarga Brahmana merambah kemana-mana hingga Riza mengirimkan gambar di chat grub keluarga.


PARAMITA BERLIANA


Anak kedua dari dua bersaudara


Umur dua puluh lima tahun


Lajang atau belum menikah


Ditinggal ayah dan kakak nya pada saat bencana alam di kota X.Jenazah Ayah nya ditemukan di timbunan puing-puing bangunan yang roboh.Namun hingga sekarang kakak nya hilang bagai di telan Bumi.Beruntung Ibu dan seorang Bayi perempuan berusia sembilan bulan, selamat dalam kejadian itu,dan dirinya yang sedang tidak di tempat pada saat kejadian.


.


.


Mendengar ponsel Hafi berbunyi,Mita tak sengaja melirik.Posisi nya pas berada di sebelah penyimpanan di bagian depan mobil.


Melihat notifikasi dan sebuah tulisan yang menyebutkan namanya di barisan berikut,Mita menjadi penasaran akan hal itu.


Kepala nya menoleh melihat situasi dan kondisi.Hafi masih di dalam mini market untuk membeli sesuatu,dia tidak bisa turun karena Mina yang tertidur.


Mita meraih ponsel Hafi,mencoba mencari tau isi pesan yang bertuliskan dirinya.Beruntung saja ponsel Hafi bisa terbuka tanpa kunci atau pun password.


Dengan tanpa sadar Mita menghapus pesan itu,dan meletakan ke tempat nya lagi karena melihat Hafi keluar dari mini market.


Hafi membuka pintu dan mendapati Mita yang masih tertidur.Dia bergeser dan keluar lagi berlari membuka pintu di bagian Mita,membenar kan jog mobil agar perempuan itu nyaman bersandar.


Pura-pura tidur nya di lanjut aja lima atau sepuluh menit lagi.Hah! Ternyata dia baik.


Gumaman Mita di dalam hati,hanya dia sendiri yang mendengar.Mata nya masih terpejam.


Hafi pun melanjutkan perjalanan nya.Ternyata rumah Mita cukup jauh dan memakan waktu berjam-jam.


Ponsel Hafi berbunyi,padahal Mita sudah berniat bangun.Tapi mendengar itu niat nya di urungkan.


"Hallo Hafi"


Mita mendengar nya karena di salurkan ke audio mobil.


Perempuan?Halus sekali suara nya!


"Haiii...Oh sebentar.Aku sambungkan dulu ke aerophone"


Setelah itu hanya gumaman saja yang Mita dengar.



"Apa kabar? Bagaimana keadaan mu?"

__ADS_1



- ...


- "Aku selalu baik,Bukan kah itu yang kau harapkan?!"


Kedua nya tertawa.Dan Mita mendengar nya.


- ...


- "Aku juga merindukan mu!"


- ...


- "Jangan dengar kan gosip apapun,itu semua tidak benar.Kamh hanya percaya padaku saja tidak dengan yang lain!"


- ...


- "Jangan menangis,aku mohon!! Aku tetap untuk mu.Belajar dan fokus lah pada pendidikan mu.Aku selalu mendukung dan menunggu mu disini"


- ...


- "Sabar,nanti ada waktu nya aku kenalkan ke seluruh keluarga ku".


- ...


- "Sampai jumpa.Aku mencintai mu!"


Ponsel diakhiri.Aerophone di letakan begitu saja oleh Hafi.Matanya melirik Mita yang masih terpejam.


Brengsek sekali dia.Aku yang terseret masalahnya dan dikenal calon istrinya.Tapi sayang-sayangan dengan orang lain.Ternyata dia punya pacar.Kalau dilihat dari suaranya,pasti dia wanita cantik dan lembut.Ahh sudah lah,aku pegal pura-pura tidur!


Mita pun mengerejap kan mata dan merenggangkan tangannya,Mina yang masih nyaman tertidur pulas.Pendingin di mobil membuat tidur nya lelap karena tidak panas.


Hafi melihat Mita yang terbangun.


"Nanti turunkan aku di halte saja,Aku bisa naik ojek dari sana!"


"Kenapa tidak sampai rumah?"


"Mobil tidak bisa masuk,rumah ku berada di gang sempit"


Sebenarnya ingin tahu lebih dalam lagi tentang gadis di sebelah nya.Tapi mungkin Mita tidak ingin kepribadian nya di ketahui oleh keluarga Hafi.


Setelah membangun kan Mina,dan beberapa menit berlalu.Mita benar-benar di turunkan di halte oleh Hafi.Sebelum turun Mina meminta memeluk Hafi,dan Hafi dengan senang hati melakukan nya.


"Ini untuk Mina,bawalah!" Meski menolak Mita tau Hafi akan memaksa nya,apa boleh buat dia terima saja.


"Terimakasih!" Mita melenggang begitu saja.


"Oh jadi itu sifat asli dia.Arogant,tapi kenapa tiba-tiba berbeda dari di rumah tadi?"


Hafi mengedikan bahu dan melanjutkan perjalanan lagi,untuk kembali ke rumah.


.


.

__ADS_1


.


to be continue


__ADS_2