TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN

TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN
BAB. 71 Bertemu


__ADS_3

Hai Mita?


Mita mengerjapkan mata nya.Melihat pesan yang tertera di sana.


Ini Mas Vito,senang bisa bertegur sapa kembali dengan mu kembali.Bagaimana kabar mu?


Mita sampai mengucek mata nya,dan benar.Yang mengirimi dia pesan adalah Vito,Vito Fernando suami Fadila.Ayah biologis Mina.


Membawa ponsel nya ke luar,Mita duduk di balkon.Langit masih gelap dan terlihat beberapa jendela belum terang nyala lampu kamar.


Mita membalas pesan Vito,mereka pun saling berkirim pesan.Hingga Vito melakukan panggilan dan Mita menjawab nya.Berbicara tak cukup keras dan sangat lirih.


Tiba-tiba Mita di kagetkan dengan suara pintu kamar mandi yang di tutup keras dari dalam.Pertanda Hafi sudah bangun.


Nanti,kita sambung lagi ya mas.Aku ingin membicarakan sesuatu.


Panggilan pun di akhiri,Mita yang tahu suami nya akan bersiap pergi ke kantor pun menyiapkan perlengkapan Hafi.


Tak lama,Hafi keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya dengan tatapan mata yang tajam.Beberapa saat lalu dia mendengar obrolan Mita dengan seseorang dan terlihat sangat akrab.


Mita yang duduk di sebelah pakaian Hafi pun terlonjak, ketika Hafi dengan kasar menarik baju nya dan masuk ke dalam walk in closed.Pintunya tertutup dengan keras.


Blum!!!


"Padahal aku ingin bertanya,mau sarapan pakai apa?" suara Mita lirih.


Tok..


Tok...


Tokk...


"Aku buatkan susu dan roti tawar tanpa selai ya?!!"


Tidak ada jawaban dan pintu terbuka,seketika itu juga Mita terlonjak.


"Aku buatkan susu dan roti taa..."


"Tidak usah!! aku akan langsung berangkat.Ada pertemuan hari ini"


"Luar kota?" Mita terus mengekor di belakang suami nya.Hafi pun mengangguki nya.


"Nginep atau langsung pulang?"


"Pulang seperti biasa,sore.Jika tidak aku sampai rumah malam"


Mita pun mengangguk dan mengambil jas Hafi,membantu memakai kan nya.


Mengantar hingga depan pintu.Lalu Mita masuk kembali dan berpapasan dengan Ara.Langkahnya sama ke dapur.Mengambil gelas dan membuat susu hamil rasa vanila kesukaan nya.


"Hafi sudah berangkat Mita?"


"Sudah mah,katanya ada pertemuan di luar kota"

__ADS_1


Ara di dapur memulai memilah bahan makanan untuk di oleh menjadi sarapan.Art nya ada,namun sedang mengurus laundry di atas.


Mita memutar sendok mengaduk susu di dalam gelas.Fikiran nya menerawang sesuatu.


"Mah,boleh tanya gak mah?"


"Apa??"


Sebenarnya ragu untuk menanyakan sesuatu tetapi Mita harus menanyakan sesuatu dan itu harus,karena mungkin mamah nya lebih tahu akan hal itu.


"Mina kan bukan anak ku mah,jika di buat anak ku bisa tidak?"


Ara mengerutkan keningnya "Maksud nya gimana ya?"


Mita menghela nafas "Gini mah, Mina kan anak kakak ku.Tapi kakak ku kan meninggal dan Mina sudah seperti anak Mita sendiri.Jika Akte kelahiran mina di ganti nama ku bagaimana?"


"Setahu mamah tidak bisa,kecuali Mina memang dilahirkan di luar pernikahan.Mina dilahirkan di dalam pernikahan yang sah kan? Dia mempunyai wali resmi!" Ara merasa curiga dengan pertanyaan menantu nya.


"Apa Suami kakak mu masih ada Mita?"


Mendengar itu Mita langsung mengangkat kepala nya melihat Mamah mertua dengan bimbang.


"Aa-aaku tidak tahu mah!"


"Mamah sarankan,bicarakan pada Hafi dan Ricko.Ricko tahu tentang segala persoalan nanti!"


Mita pun mengangguk "Aku ke atas dulu ya mah?!" Ara mengangguk.


Mita melangkah menaikki tangga,dengan membawa segelas susu.Perutnya sudah sangat terlihat.


Dia pun mencoba menghubungi kembali,namun hasil nya nihil,tak terjawab satu pun.Akhirnya Mita memutuskan untuk mandi.


.


.


.


Di lain tempat,jam menunjukkan pukul tujuh lewat lima belas menit.Tapi Hafi sudah berada di Restoran hotel berbintang untuk melakukan pertemuan dan sekaligus sarapan pagi.


Ricko bersamanya di sana.


Melakukan sarapan dengan rekan kerja nya yang berasal dari kota Jawa bagian Timur.Hafi tidak menyangka bahwa dia yang akan datang kemari.Bukan Hafi yang ke sana.


Pembangunan Hotel di salah satu pariwisata yang sedang di gandrungi.Dan berdekatan dengan pegunungan.


"Lokasi sudah siap,nanti atau lain waktu mungkin Pak Hafi bisa mengunjungi nya.Atau mengadakan acara resepsi pernikahan di sana kalau sudah jadi!"


Hafi terkekeh "Maaf Pak,saya sudah menikah.Dan istri saya sedang mengandung"


Orang yang di depan nya pun terkejut,karena dari sudut pandang nya Hafi masih sangat muda dan pengusaha berbakat.


"Maaf, saya fikir umur Pak Hafi baru dua puluh dua atau dua tiga"

__ADS_1


Hafi tertawa mendengar nya.Sedikit merasa bangga karna tampangnya lebih muda dari pada umur nya.


Ponsel di meja berdering,dan itu sangat jelas.Siapa pemanggil di berang sana.Mata Hafi menyipit.


"Telfon nya,tidak di jawab?" Tanya Hafi pada orang itu.


"Saya biasa tidak menjawab telfon,jika tidak terlalu penting"


Hafi dan Ricko pun mengangguk.


Hampir dua jam lebih Hafi berada di restoran itu,dengan fasilitas clas room number one,khusus di pakai untuk acara meeting atau presentasi.


Akhirnya selesai dengan sangat baik dan memuaskan bagi ke dua nya.Proyek nya berhasil dan berjalan lancar.


"Silahkan Pak Hafi,jika ingin lebih dulu keluar!"


"Lalu Anda?"


"Saya ada janji di kota ini dengan seseorang,tapi tidak di sini." Tangan nya menata dokumen,dan asisten nya pun juga demikian.


"Kalau begitu saya dan Ricko ijin untuk keluar lebih dulu" Hafi dan Ricko menundukkan setengah badan,dan di balas begitu juga oleh ketiga orang di depan nya.Lalu mereka mempersilahkan untuk keluar.


.


.


.


"Mas Vito tunggu kamu di Restoran Hotel Berbintang lima yang ada di kota ini,Hotel Sunshine."


Selesai mandi Mita membuka ponsel nya.Membaca chat lalu menelfon lagi,tapi tidak di jawab.


Dia pun pergi ke walk in closed untuk berganti pakaian.Memulas wajah nya tipis,dan mencoba menelfon Hafi untuk ijin keluar namun tak ada jawaban dari suaminya.


Menggunakan lift dan turun ke lantai satu, tergesa-gesa,kedua tangan nya merapihkan anak rambut yang ada di sisi kanan dan kiri.


"Mita,mau kemana?"


"Keluar sebentar Mah,Ada janji dengan teman"


"Kemana?Sudah ijin Hafi?Dengan perempuan atau laki-laki?"


Mati langsung berhenti,dan menoleh ke mamah mertua nya.Berfikir sesuatu sejenak.


"Aku sudah menelfon Hafi mah,dan teman ku la.. Perempuan.Di restoran" Mita mengangguki ucapan nya sendiri.


"Kalau begitu di antar sopir dan jangan lama-lama ya ?"


Mita mengangguk dan mendekati Mamah nya untuk menyalimi sebagai tanda hormat.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2