
Sudah tiga hari dua malam dilalui Hafi dengan menghabiskan malam di balkon lantai dua.Mengobrol dengan penjaga dan sesekali bermain catur.
Mita benar-benar cerdik,memanfaat kan Mina untuk tidur bersama nya.Bocah kecil itu sangat lah menuruti apa pun yang di ucapkan Mita.Hingga tiap malam Mina tidur bersama dengan Mita di ranjang Hafi.
Bukan hanya itu,Mina selalu menguasai Mita.Dia akan menangis jika posisi tidur nya di ubah,atau jika Mita di ganggu bocah kecil itu pasti akan memeluk dengan posesif Mita.
Terpaksa menunda untuk melakukan malam pertama bersama Mita.Padahal fikiran nya sudah melayang ingin melakukan segala hal.
Hingga saat ini Mita sudah sembuh.Luka tempo hari sudah kering dan hanya bekas yang tidak berarti.
Esok hari adalah hari terakhir Mita cuti dan kembali bekerja di perusahaan Candra Corpuration milik Ameer.Segala sesuatu sudah di siapkan oleh Mita di lemari khusus milik nya,dan begitu juga milik Hafi.
Mertua nya sangat lah baik.Segala keperluan Mita dan keluarganya semua sudah tersusun rapih.Mita tidak membawa banyak baju namun Ara membeli di toko brand miliknya yang sudah di atas namakan kepada anak-anak nya.
Tok
tok
tok
Suara pintu terdengar nyaring di telinga.Mita yang sedang membereskan baju milik Hafi dan miliknya segera menghampiri pintu dan membuka nya.
"Maaf Nona,Mina masih di bawah bersama Den Daffin.Belum mau tidur dan hari ini memang sedikit bandel!"
Mendengar itu,mata Mita melirik ke sudut.Hafi sedang berjalan menuju dirinya.
"Oh,ya sudah nanti aku turun.Buatkan saja susu untuk Mina.Apa Ibu sudah tidur mbak sus?"
Mbak Sus mengangguk "Ibu sudah tidur setelah meminum obat,demam nya sudah turun Non!"
Mita mengangguk.Semoga besok ibu lebih baik.
"Ada apa?" Hafi sampai di depan pintu kamar dan melihat Mita,meminta penjelasan.
"Demam ibu sudah turun,dan Mina masih di bawah!"
"Nanti aku yang membawa nya jika dia tidur.Kau tidurlah terlebih dahulu!"
Hafi menuntun istrinya masuk ke dalam kamar,lalu dirinya dengan lesu melangkah keluar kamar kembali.Melihat Mina yang masih bermain dengan Daffin.
.
.
"Fin tidurlah,sudah malam!"
"Nanti kak,Mina masih ingin bermain!"
"Iya itu karena kamu masih mengajak nya bermain.Ini jam berapa,besok kau sekolah!"
__ADS_1
Lama-lama Hafi meninggi suara nya karena adik nya susah di atur.
Inggira datang dari arah kamar nya,Inggira Daffin yang mempunyai kamar di bawah membuat pergerakan mereka lebih sering terlihat.Karena Hafi dan Riza sama-sama pemalas yang setelah subuh pasti tertidur lagi.
"Tidur Fin.Bentar lagi mamah keluar dari kamar kau belum tidur kena marah kau Fin!"
Inggira berceloteh panjang lebar.Tangan nya memegang botol air mineral dari kulkas dan menenggak nya.
"kak,Mina tidur dengan ku boleh?"
"Boleh jika Mina mau"
"Mina pasti mau! mbak sus juga tidur dengan kami ya menemani Mina?" Tanya Daffin pada mbak Sus.
Wanita yang belum terlalu tua itu hanya tersenyum dan beberapa kali melihat Hafi untuk memberikan persetujuan nya.
"Bikin susu untuk Mina mbak,dan jangan lupa membawa termos dan air mineral untuk cadangan susu nya.Aku takut dia rewel jika tidur dengan Daffin!"
Melihat Kakak nya yang sangat perhatian dengan Mina yang katanya anak Mita.Inggira tersenyum.
"Kau sudah pantas punya anak kak.Bagaimana ? Apa kak Mita sudah di..."
Hafi melirik Inggira di sebelah nya
"Apa Inggi? kau ini cerita nya!"
"Kan cuma nanya kak!"
Mendengar itu Inggi memanyunkan bibir nya dan berlalu dari sana stelah mencium gemas pipi Daffin dan juga Mina.
Hampir saja Mina menangis di buat nya.Daffin akhirnya menggandeng Mina masuk ke dalam kamar.Di susul oleh mba sus.
Hafi yang membereskan semua mainan Daffin dan juga Mina.Mengumpulkan yang berserakan di kolong meja.
.
.
Mengganti baju tidur dengan setelan baby doll yang sangat pendek dan tipis.Menggosok gigi,cuci muka dan memakai serangkaian perawatan wajahnya.
Mita langsung bergerak membuka selimut masuk ke dalam nya,mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur.
Lupa membatasi ranjang di tengah nya,Mita langsung terpejam karena memang sudah sangat mengantuk.Hingga pintu terbuka dari luar saja dia sudah tidur terlelap.
Hafi tersenyum melihat nya,belum sadar jika malam ini mempunyai kesempatan.Diriya berlalu saja dan masuk ke toilet.Keluar hanya mengganti celana jins nya saja.Masih memakai Kaos oblong berwarna putih.
Kakinya menaikki ranjang,dan masuk ke dalam selimut.Mata nya mulai sayup-sayup,ketika sudah mulai menutup Mita bergerak mengganti posisi menghadap Hafi.
Lelaki itu pun membulatkan mata nya,baru sadar jika ada seseorang di sebelah nya.Padahal beberapa menit yang lalu bahagia tahu istrinya sudah tertidur dahulu.
__ADS_1
Seketika otak Hafi bekerja lebih cepat.Mengunci automatis semua pintu dan mengaktifkan peredam suara,AC dimatikan.
Lima menit,Mita mulai bergerak karena suhu ruangan yang panas.Sepuluh menit selimut nya mulai di buka bagian dada.Hingga lima menit berikut nya,selimut jatuh sendiri di bawah ranjang.
Mita yang tidurnya tidak seperti princess,bajunya sudah melingkap ke atas,pusar nya terlihat.
Hafi menyalakan kembali AC nya,Mita reflek memeluk lengan Hafi yang berada persis di depan nya.
Sangat terasa dua buah kenyal menempel di lengan Hafi.Dia pun tersenyum.
"Kau sudah merencanakan menghindari ku,kali ini aku yang membuat kamu menggodaku"
Hafi mendekati wajah Mita,tanpa basa basi menempelkan bibir nya,kecupan pertama Mita masih terdiam.Merasa tertantang,Hafi mendorong tubuh Mita,dan membuat gadis di depan nya terlentang.
"Kita party malam ini Paramita Berliana!"
Hafi memposisikan diri di atas Mita.Menurunkan wajah nya,bibir mereka saling bertemu.Kecupan,decapan,hingga *******.
"Mita.." Mita menjawab dengan ******* karena kedua tangan Hafi bergerilya ke segala penjuru.
Hingga mata Mita terbuka.
"Ahh..Fi!" Hafi yang mendengar Mita mengucapkan namanya berhenti sejenak.
"Aku menginginkan nya sekarang Mita!"
Hafi menarik bantal yang Mita gunakan.Menarik kedua tangan Mita untuk melingkarkan nya di leher Hafi.
Ciuman Hafi turun ke leher dan tulang selangka leher,Mita tidak bisa mengendalikan sentuhan tangan Hafi yang terus bergerak.
Suara laknut Mita terdengar ketika Hafi mengulum benda bulat kecil di atas kedua gundukan Mita.
"Hafi... akh!" Mita mencengkram kepala Hafi yang di tumbuhi banyak rambut.
Tangan Hafi mulai membuka area kedua pangkal paha Mita,membuka benda yang terbuat dari bahan,Jari Hafi mulai bermain di sana.
"Akhh..ahhhh Fi!"
"Nikmatilah sayang,aku akan melakukan nya lebih dari ini karena kau sudah berpengalaman!"
Tanpa aba-aba,Hafi sudah merasakan basah di milik Mita.Pakaian nya di buka dan dilempar di sembarang tempat.
Hafi memposisikan miliknya,tanpa ragu Hafi melesakkan miliknya dengan kencang.
"Aaakhh!!"
.
.
__ADS_1
.
to be continue