TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN

TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN
BAB. 29 Mangga Kafe


__ADS_3

Seorang gadis cantik baru saja turun dari pesawat,satu tahun lebih tidak pulang ke tanah kelahirannya.Kali ini dia pulang hanya ingin menagih janji seseorang.


Berambut hitam legam,memakai kaca mata hitam.Tangan nya menarik koper.


Sengaja tidak mengabari seseorang,Sharena menjatuhkan bobot tubuhnya di kursi tunggu penjemputan.


Tangan nya mulai membuka gawai dan bergerak.Panggilan dilakukan oleh gadis itu.


"Apa,anda membutuhkan taxi?"


Sharena tersenyum,dan menggeleng "Maaf,kekasih saya.Saya menunggu nya"


Lelaki itu pun mengangguk dan pergi dari sana.


.


.


"Sayang,aku sudah di bandara.Jemput ya?"


Begitulah isi pesan Sharena.Hafi yang sedang memikirkan Mita seketika menguap entah kemana.Perasaan nya berubah saat pesan itu masuk.


"Tumben sekali dia membutuhkan ku?"


Dengan malas Hafi bangkit dari kursi nya dan keluar dari perusahaan.


Melajukan mobil dengan tergesa-gesa pergi dari sana.Mata Ricko bahkan memicing melihat nya.Tanpa ijin dan tanpa sepengetahuan nya Hafi pergi begitu saja.


.


.


Sharena berlari dan memeluk orang yang dia rindukan selama ini.Tangan nya melingkar di leher, Hafi pun membalas memeluk pinggang gadis di depannya.


"Kenapa tidak mengabari dulu?"


"Kejutan!"


Hafi hanya mengangguk "Ya sudah,aku antar kamu pulang"


Menggenggam tangan Sharena,Hafi berbalik namun gadis itu menarik nya.


"Apa??"


"Jangan buru-buru,aku ingin berkeliling dulu dengan mu"


"Berkeliling? Tapi aku sedang banyak kerjaan Sharen"


Gadis di depan nya pun mengerucutkan bibirnya,merasa kecewa dengan Hafi.


"Dulu kau selalu menuruti permintaan ku"


"Itu dulu, sekarang beda"


"Termasuk perasaan mu,apakah sudah berubah juga?!"


Pertanyaan Sharena membuat Hafi terdiam.Entah jawaban apa yang harus Hafi berikan kepada nya.


Tidak di pungkiri jika perasaan nya lama-lama berubah dan mungkin akan menghilang selamanya.


Sharena lebih fokus pendidikan dan karier nya di banding Hafi.Padahal Hafi sudah pernah bilang akan menjalani serius hubungan nya jika Sharena bersabar.


Namun kesabaran Sharena membuat dirinya menunggu dan pergi untuk melanjutkan studinya di luar negri.Padahal sudah Hafi katakan,untuk tidak menjalani long distance relation.


"Iya yaa,,kita keliling.Terserah kamu akan kemana,aku temani"


Terpaksa menjawab dan menuruti kemauan Sharena.Gadis itu pun tersenyum senang.


.


.


"Banana bakery.. Aku ingin ke sana,bukan kah kita sama-sama suka?"


Banana bakery?

__ADS_1


Bola mata Hafi bergerak seolah memikirkan sesuatu tentang tempat itu.Selain kue yang dia sukai ada di sana.Tapi ada satu hal lagi yang mengganjal di hati nya.


Tidak menempuh waktu lama,Hafi sampai di sana.


Sharena membuka pintu dan turun dari sana.Hafi menyusul dan berhenti tepat di depan pintu.Melihat pintu sebelahnya.Bayangan beberapa Minggu lalu terlintas di mata nya.


Saat itu,kedua kalinya bertemu Mita di sana.


"Sayang!! Ayok masuk.Kenapa bengong disini?"


Sharena menghampiri Hafi yang terdiam di pintu masuk.


Hafi terkejut,dan hanya mengangguk.


.


.


Brahmana Group


"Selamat siang Pak?" Mita mengangguk hormat ketika Ameer melewati nya.


Dan di balas dengan anggukan Ameer.


"Mita, bagaimana?"


"Bagaimana,apa nya ya Pak?" Mita merasa penasaran dengan pernyataan bos nya.


"Hafidan,kau masih berhubungan dengan nya? berita kalian hingga sekarang masih terus berlanjut"


"Astaga" Mita bergumam lirih.


Tersenyum tipis,dan menunduk sebentar "Hanya berita Pak,tidak satu pun yang benar!"


"Syukurlah"


Ameer pun masuk ke ruangan pribadi,dan meninggalkan Mita yang penasaran dengan jawaban bos nya.


"maksud dia apa?! Ahh tau ahhh!" Mita mengibaskan tangan di depan wajah sendiri lalu kembali melanjutkan pekerjaan.


Hanya setengah jam tiba-tiba Bos nya keluar lagi dari ruangan berlari.Mita terkejut dengan itu.


Beranjak dari kursi,Mita pun masuk ke dalam ruangan Dion.


"Ion!!!"


Dion yang sedang memandangi foto seseorang di ponsel nya terkejut dengan kedatangan Mita yang tak mengetuk pintu.Jarinya langsung mematikan layar dan meletakkan ponsel nya di meja.


"Ahh maaf mengejut kan mu.Pak Ameer Ion!" Jari Mita menunjuk nunjuk ke arah tembok.


"Apasih Mit? Nafas dulu,tarik nafas buang pelan"


Dengan kepanikan nya Mita pun mengikuti ucapan Dion.


"Ion..Pak Ameer keluar ruangan dan berlari memasuki lift ke lantai dasar!"


"Oh sebentar!" Dion membuka sistem cctv kantor.Dion menggeser layar komputer di depan nya.


"Istrinya datang!"


Mita melihat layar itu dan tersenyum "Cantik dan masih muda"


"Dia gadis pintar,umur nya hanya selisih satu atau dua tahun dengan mu"


"Benarkah?" Mita masih melihat layar dengan senyuman.


Tanpa dia sadari,Dion yang sangat dekat dengan wajah nya pun memandangi dari samping.


"Kau juga cantik Mita,Jika kau tahu pasti kau tidak akan menyangka!"


Tanpa berkedip Dion melihat wajah indah Mita,hingga dia berkedip dan sadar.


"Ya sudah,aku kembali dulu ya? Dah..."


Mita melambaikan tangan,padahal hanya berjarak dua meter dari Dion,pria itu hanya terkekeh.

__ADS_1


.


.


Tidak terasa,waktu akhir bekerja tiba.Mita merentangkan tangan nya dan mematikan komputer di depan nya.


Tubuhnya sudah letih tapi apa boleh buat.Dia harus bekerja lagi setelah ini.


"Mit,pulang?"


Mita mengangguk saat di pamiti oleh Dion.


"Mau aku anter ke kafe?"


"Tidak usah,aku ada ojek.sebentar!"


Ponsel nya berdering,satu panggilan masuk.Setelah mengobrol,Mita menyimpan nya kembali di tas.


"Ion,tawaran nya masih berlaku kah?


"Mau aku antar? Ayok!"


"Aku ganti baju dulu!"


"Ok.Aku tunggu di sini!" Mita pun membalas dengan mengacungkan jempol nya.


Jika bos nya belum pulang lebih dahulu mungkin Mita tidak berani berganti seragam di sana.Tapi Ameer sudah keluar beberapa menit yang lalu,untuk menemani istrinya mengecek kehamilan.


"Ayo Ion!"


Memakai kaos berkerah warna biru dan rok jeans selutut berwarna abu.Dion terpaku melihat Mita yang seperti anak muda jaman sekarang.


"Buru,jangan bengong! Gua tau gua cantik!!" Mita menarik tangan Dion menuju lift.


.


.


Beberapa saat berlalu,setelah melewati jalanan yang sangat ramai dan macet,Dion sampai dan memarkirkan mobil di depan kafe.


Mita membuka pintu dan turun.


"Aku ikut Mit"


"Mau ketemu Galih?"


"Setidak nya aku bisa menitipkan mu ke dia."


Mita tersenyum "Kamu pikir aku anak kecil!"


Mereka pun berjalan beriringan memasuki kafe. Kafe MANGGA,nama yang unik.Jika orang berfikir mungkin makanan di sana identik dengan buah mangga,tapi salah. Kafe MANGGA adalah kafe yang dimiliki oleh kakak adik yang kembar Manggalih dan Manggalih.


Mereka berteman dekat dengan Dion,karena sebagian even acara kantor sering memakai jasa Kafe MANGGA.


Baru beberapa langkah,kaki Mita terhenti saat melihat seseorang berdiri tak jauh di depan nya.


"Aduhh Mit,bisa tidak kaki mu jangan ngerem mendadak!"


Dion yang baru saja berbalik karena menutup pintu kafe,tubuhnya membentur punggung Mita seakan memeluk nya.Mita hanya terdiam ,bola matanya melihat terus kedepan dan jemari cantik yang melingkar di lengan Hafi.


Seorang perempuan berambut pendek, feminim dan cantik,menyandarkan kepala di bahu Hafi.


"Ehekmmm" Hafi lebih dulu menguasai diri.


"Bisa minggir,kita mau keluar!"


Mita masih terpaku di tempatnya.Dion yang sadar dengan situasi berbisik di telinga Mita.


"Mita minggir,mereka mau lewat!" Dion menekan ucapannya walau lirih.


Mita pun tersadar,mengedipkan mata dan bergeser tanpa bersuara.Membuang wajah nya saat Hafi dan Sharena melewati.


.


.

__ADS_1


to be continue


__ADS_2