
Terpeleset di lekukan closet,kaki Mita tak bisa mengimbangi tubuhnya.Beruntung Hafi tangan nya sigap menangkap tubuh Mita.
Mita jatuh terduduk di closet menghadap Hafi pas sekali di depan nya.Awalnya hanya Hafi yang menyadari Mita pas di hadapan nya.Mita yang meringis kesakitan pada pantat nya,tidak sadar jika di tatap Hafi.Hingga Hafi memanggil nya.
"Mita?"
"Hemmm?" Mita pun mendongak,tatapan nya langsung bertemu dengan mata Hafi.
Tatapan mereka berdua saling mengunci,hingga wajah Hafi semakin mendekati wajah Mita.Mita yang tahu itu hanya mengerjap kan mata.
Detik demi detik,Hafi semakin dekat hingga menyentuh bibir Mita.Gadis itu sontak memejamkan mata nya.
Mengecup bibir Mita sejenak, Hafi mundur melihat ekspresi gadis di depan nya.Mata yang sayu,tanpa menolak,bahkan Mita membalas.
Mata kedua nya bertemu kembali,Tangan Hafi menarik tengkuk Mita,bibir mereka kembali beradu.Hafi memperdalam kecupan menjadi ciuman.Mita pun memberikan akses,membuka sedikit bibirnya.Hingga Hafi bisa masuk ke dalam sana.
Hafi menuntun tangan Mita untuk melingkar di leher nya.Sama hal nya dengan tangan Mita yang melingkar di leher,kedua lengan Hafi sudah menarik pinggang Mita,posisi keduanya sangat menempel.
Seiring dengan ciuman Hafi yang merambah kemana-mana,dan mulai turun ke leher jenjang Mita.Tangan nya di bawah sana tak tinggal diam,sudah mulai masuk ke dalam kaos bertali satu Mita.
Tangan yang satu menurunkan tali kaos Mita.Menit kemudian kaos itu terlepas.Suara Lenguhan Mita terdengar dari bibir,dirinya sudah hampir telanjang bulat.Hafi yang sedang asik mencoba memberi tanda di belahan kedua benda yang kenyal itu, tersenyum.
Sadar dengan kelakuan nya,hingga Mita terhanyut mencengkram rambut Nya.
"Aakhhh!"
TIK!!! Pengait bra terlepas,Hafi meletakkan di sebelah Mita.
"Akhh,stop!!..." Lenguhan dan ******* sangat terdengar jelas dari bibir Mita.
"Aku tidak bisa berhenti Mitaa!"
"Stop Fi!!" Tangan Mita menarik rambut Hafi,namun pria itu tetap bertahan di kedua benda kenyal milik Mita,mengulum bergantian.
Tok!
tok!
tok!!
"Woii!!.. Brengsekk kau Hafi,ini dimana woii!!!"
Hafi langsung menghentikan kegiatan asik.Mata nya sudah berkabut.Mereka saling bertatap.
Mengambil bra milik Mita dan akan memakai kan.
"Aku saja!" Hafi mengangguk. Memejamkan mata dan menunduk,menetralkan perasaan yang sudah menggebu dan sesuatu di bawah sana yang sudah on.
"Itu pasti Riza,mau apa dia kemari?! Pakai baju mu Mita! Aku akan keluar dan kau disini saja dulu"
Mita hanya mengangguk.Sebelum keluar Hafi meraih wajah Mita,kedua tangan nya mencengkram rahang, memaksa mengecup bibir Mita cukup lama.
"Jangan macam-macam! kamu milikku!"
Mita terkejut dan terpaku dengan kelakuan Hafi terhadap nya.
.
.
Hafi keluar dari toilet,benar saja ada Riza di sana.Sudah duduk di sofa dengan bibir yang senyam senyum tidak jelas.
Duduk,dengan kaki kiri yang menopang kaki kanan menyilang.Tangan nya terbuka lebar di sandaran sofa.
__ADS_1
Melihat Hafi keluar dari toilet kepala Riza menggeleng.
"Aku tidak yakin kau di dalam sendirian Fi!"
"Sudah diamlah Za.Mau apa kesini!"
Riza meraih kantong plastik berwarna putih.
"Makanan untuk mu dan Mita.Aku tidak sengaja lewat saat akan pulang tadi.Dan berfikir membawakan mu ini.Hah..tapi sayang,kayanya yang di jenguk sudah sembuh dan baru menik..."
"Diam Za!!"
Riza menoleh Hafi dan tersenyum miring.
"Sudah sejauh itu Fi?Kau melakukan nya?!! Aku bilang nikahi dia!"
"Belum,tidak seperti yang kau fikirkan!"
Riza tertawa terbahak "Suara nya hingga terdengar dari sini,tapi kau belum melakukan nya,kau apakan dia? Dia belum keluar juga dari toilet?"
"Kau berisik sekali Za,aku yang menyuruh nya jangan keluar dulu karena ada kau disini!"
"Owh,aku saudara kembar mu.Aku ingatkan jika kau lupa!"
"Tidak semua harus di bagi juga Za!"
"Ok..ok.. aku pulang.Ini rahasia kita kan? Atau mamah dan papah berhak tahu?"
Hafi sudah gemash ingin memberi satu pukulan pada Riza,tapi kembaran nya sudah terlebih dulu membuka pintu dan keluar dari sana.
.
.
"Sebentar!!" Mita menyahuti dari dalam.
Wanita itu masih bercermin.Yang Hafi lakukan sudah di luar batas,baru kali ini Mita terbuai oleh sentuhan lelaki hingga hampir telanjang bulat.
Di dada dan dua buah kenyal nya ada beberapa tanpa kepemilikan dari Hafi.Bukan cuma itu, di bagian ujung yang warna pink juga ada,dan kini sedikit menonjol.
"Aku malu melihat nya,dia benar-benar melakukan ini pada ku.Ini yang pertama untuk ku!" Mita mengusak wajah nya sendiri.
Bingung harus bagaimana jika berpapasan dengan Hafi, padahal itu harus terjadi.
tok
tok
Mita terkejut dengan suara ketukan.
"Mitaa!!"
"Iya!"
Ceklek!! Pintu di buka,Hafi menjulurkan tangannya untuk membantu Mita berjalan,bukan meraih tangan Hafi,tapi Mita melewati begitu saja.
"Hai,kau kenapa?!"
Mita mengibaskan tangan Hafi yang menyentuh lengan nya.
Tidak menjawab,Mita terus saja melangkah hingga sampai di ranjang nya.
"Mita,kau kenapa?"
__ADS_1
"Jangan dekati aku Fi!" Wajah nya terus berpaling menghindari tatapan Hafi.
"Iya tapi kenapa?" Pria itu merasa penasaran dengan perubahan Mita.
"Iya jangan saja!"
"Ada alasan nya.Kenapa? Kau malu?!"
Mita terdiam tak menjawab.
"Kita sama-sama menikmati dan menginginkan,untuk apa malu?.."
"Ya!! Karena itu pertama untuk ku!" Mita semakin membuang wajah nya dari Hafi.
Hafi yang mendengar itu tidak percaya, seorang Mita melakukan hal itu untuk yang pertama,sedangkan dia bergonta ganti kekasih.
Berfikir sesuatu,memang ada yang lain.Hafi mencoba mengingat nya.
Apa benar artikel yang pernah aku baca? Astaga!! kalau benar,aku yang pertama memegang dan bermain-main dengan milik nya.
Beberapa survei membuktikan jika sebuah benda yang menonjol di kedua bukit belum keluar dan terlihat,itu berarti memang yang punya belum pernah melakukan hal yang diluar batasan.(Ini othor kebanyakan main sama ABG.wkwkwk jadi suka nguping).
Hafi memaksa membalikan tubuh Mita.Meski susah karena tubuh Mita yang sedikit melawan.
"Mita aku mohon lihat aku! Tidak usah malu!"
Mita tetap saja mencoba menyingkirkan tangan Hafi.
"Mita?!"
"Paramita Berliana?!"
Mita tidak juga menengok kepada Hafi.
"Sekali lagi tidak menengok dan melihat aku,akan aku teruskan yang tadi!"
"Mi.."
Hafi tersenyum sangat tipis,belum juga selesai tapi Mita sudah menoleh meski masih menunduk.
"Kau sperti ABG saja, malu-malu padahal sudah pernah melakukan nya!"
Mita mendongak menatap Hafi,mata elang nya menerobos tatapan mata Hafi.
"Jangan sembarang Ngan kalau bicara! Kalian menganggap ku apa sebenarnya?"
"Bukan kah kau seorang wanita yang sudah pernah melahirkan,jelas saja tubuh mu sudah pernah di jamah lelaki lain selain aku!"
Mendengar saja membuat dada Mita sesak.
Satu tamparan di berikan di pipi Hafi.
"Jangan pernah menganggap aku sehina itu,jika tidak tahu sebenarnya!"
Hafi merasa tambah aneh dengan wanita di depannya.Semakin ingin tahu siapa Mita sebenarnya.
"Minggir! Aku ingin pulang!" Mita turun dari ranjang,kaki nya melangkah cepat keluar ruangan.Hafi yang terdorong,terhuyung.Ingin mengejar Mita namun ponsel nya ada di lemari kecil sebelah ranjang.
.
.
to be continue
__ADS_1