TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN

TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN
BAB. 24 Pamit


__ADS_3

Sebagai tamu di rumah itu Mita bangun pagi-pagi sekali membantu art masak,awalnya tidak boleh.Namun Mita memaksa karena alasan tidak enak jika hanya berdiam diri di kamar.


Setelah subuh di mushola,yang ada di lantai dua.Mita ke ruang laundry untuk menjemur pakaian yang sudah di cuci oleh art.


Tangan nya tidak bisa berhenti melakukan pekerjaan.


Selesai membantu art memasak,Mita naik ke kamar membangun kan Mina.Di sana sudah ada Ibu Dalilah,tapi setiap hari Mina selalu di urus Mita jika pagi hari.


Memandikan bocah balita itu dan kemudian memberikan nya kepada ibu untuk di pakaikan baju,Mita masuk lagi ke toilet.


"Bu,aku sudah mengepack pakaian kita.Sebentar lagi taxi online datang"


Mita mendadak sekali memberitahu ibu nya jika akan pulang pagi ini.


"Apa tidak kepagian? Kamu sudah pamit kepada Mamah dan Papah nya Hafi?


Mita mendongak melihat ibu yang duduk di depannya.


"Belum Bu"


"Berarti mereka tidak tahu jika kita akan pulang?"


"Iya Bu" Mita mengangguk.


"Berpamitan lah pada Nyonya Ara dan Tuan Fandi,berterima kasih karena sudah baik kepada kita Mita"


"Iya Bu,nanti jika kita turun pasti mereka di meja makan sarapan.Aku akan berpamitan kepada semuanya"


Ibu Dalilah hanya menganggukkan kepala.


.


.


Beberapa saat lalu taxi online yang Mita pesan sudah menghubungi dan menunggu di depan pintu gerbang.


Hingga security di depan sana merasa asing dan aneh,pasal nya pak sopir taxi tidak berkata apapun.Hanya menunggu saja di sana.


Mengangkat Mina,dan diletakkan di gendongan Mita.Bocah balita itu memegang biskuit yang sedang di makan sedikit demi sedikit.


Mita mendorong koper kecil dan Ibu Dalilah membawa tas milik Mina.


Melewati ruang tengah,dan berhenti di meja makan.Semua yang ada di sana melihat Mita tanpa kecuali.


Ara terburu-buru berdiri dari kursinya dan menghampiri Mita.


"Mau kemana nak?"


"Maaf mah,aku rasa kami akan pulang.Ibu sudah beberapa hari menginap di sini.Dan aku juga"


"Kenapa secepat ini pulang?" Ara menoleh ke Hafi "Hafi,kau tidak bilang dengan kami jika Mita akan pulang pagi ini?"


Mita melirik pada Hafi yang diam saja.Sedikit aneh memang,pria itu lebih banyak diam pagi ini.


"Dia tidak pamit dengan ku juga mah,aku tidak tahu!".


Merasa ada sesuatu yang berbeda,Mita berbicara pada ibunya untuk menunggu di taxi saja bersama dengan art yang membawakan barang-barang.


Setelah pamit kepada nyonya besar dan anak-anak,ibu Dalilah pun melangkah menuju taxi yang Mita pesan.


Bukan hanya Mita saja,Ara juga merasakan Hafi sedikit dingin kepada Mita.


"Ya sudah mah,aku pamit.Terimakasih sudah baik kepada ku dan ibu,dan juga Mina"


Ara tersenyum lesu,dia tidak rela jika Mita harus pergi dari sana.

__ADS_1


"Oiya,papah dan Oma dimana?"


"Papah pagi-pagi sekali mengantar Oma senam jantung sehat"


"Kalau begitu aku titip salam untuk mereka"


Ara mengangguk.


"Pasti akan mamah sampaikan"


Semua yang di sana berdiri untuk memeluk Mita.


"Daffin,kakak pulang dulu ya.Nanti jika ada waktu kakak main ke sini!".


"Janji?" Daffin mengacungkan jari kelingking,dan di sambut oleh Mita.


"Janji!"


Daffin mengecup pipi gembul Mina,bocah kecil itu pun tertawa senang.


"Kak,sering main ke sini dong?!" Giliran Inggira yang memeluk Mita.


"Iya!" Mita mengangguk dan tersenyum.


Giliran Riza,tanpa aba-aba pria itu mencubit pipi Mina.


"Jangan suka nangis lagi ya gadis cilik" Sebuah kecupan di hadiah kan oleh Riza di pipi Mina.


"Terimakasih untuk semua,dan semalam" suara Mita lirih,namun Hafi yang masih saja duduk dan membelakangi Mita dan yang lain bisa mendengar suara lirih Mita.


Riza hanya mengangguk,dia tahu dan paham betul.


Terakhir Mita melihat Hafi yang masih duduk membelakangi nya.


"Aku pulang,maaf selama ini merepotkan.Dan maaf tidak bisa meneruskan sandiwara lagi".


Hafi yang tidak percaya ucapan Mita,dan Riza yang tidak ingin menjelaskan sebenarnya.


Untuk apa membuang waktu hanya karena satu hal yang sudah jelas tidak ada apa-apa di antara kedua nya.Itulah pemikiran Riza.


Sedangkan Mita yang di sebut murahan oleh Hafi karena tertangkap basah berduaan dan menyandarkan kepala nya di bahu Riza saat di kolam.


Kejadian itu tidak di lihat yang lain,hanya mereka bertiga,anggapan Hafi.


.


.


Flashback on.


"Kau mengantuk Mita?"


Mita pun mengangguk,menutup mulutnya sendiri karena terus menguap.


"sedikit"


"aku ingin bicara dengan mu tentang suatu hal sebenarnya"


Mata Mita langsung terbuka lebar,namun rasa kantuknya belum hilang.


"Apa?"


"Kau serius menjalankan hubungan dengan Hafi?"


Mendengar ucapan Riza,Mita terdiam.Dia bingung akan jujur atau tidak.

__ADS_1


"Kenapa diam?"


Mita menatap Riza,mata kedua nya saling beradu.


"Jika Hafi menyakiti mu, bicaralah padaku.Hafi sudah punya kekasih,gadis itu kuliah di Luar negeri,mungkin beberapa bulan lagi selesai dan wisuda.Jika kalian tetap bersama hanya karena sebuah perjanjian,dan Sharena pulang,kau akan di buang begitu saja oleh Hafi, sedangkan mungkin perasaan sesuatu sudah ada dibenak kalian.Bukan kah itu menyakitkan?"


Mita terdiam,mata nya melihat ke lain arah.


"Aku tidak pernah mencintainya,ini hanya lah sandiwara dan tetap sandiwara!"


"Meski kau sudah di jamah oleh Hafi?"


Mita menoleh cepat "Kenapa kau berfikiran seperti itu?"


"Kami kembar,apa yang di rasakan oleh Hafi aku pun merasakan.Hafi sudah mencintai mu,semoga tebakan ku salah"


"Berarti kau juga mencintai ku?" Mita mengulum senyum


Riza yang mencoba mendekatkan kepala nya pada Mita,untuk membenturkan pada kepala Mita malah membuat gadis itu menghindar dan terpeleset air cipratan dari kolam.Beruntung,tangan kanan Riza berhasil meraih lengan Mita,dan jatuh di depan bahu Riza.


Tanpa Mereka tahu,Hafi dari beberapa menit yang lalu di sana,berjarak beberapa meter dengan Riza dan Mita.


Langkah nya mendekat Riza dan Mita.Dan berhenti di sebelah mereka berdua.


"Jadi seperti ini?"


Riza dan Mita menoleh.


Mita langsung berdiri mengetahui Hafi ada di sana.


"Ini tidak seperti yang kau lihat Fi.Kau salah faham.Eh maaf,bukan kah kalian hanya drama?"


Mendengar ucapan Riza,Hafi membulatkan mata pada Mita.


Hafi tersenyum getir "Jadi kau menceritakan semua nya?"


Mita tersenyum kecut "Riza mengetahui semua nya,untuk apa bercerita panjang lebar.Dan lagi,mulai malam ini drama kita berakhir!"


"Hah,kenapa begitu?!!"


"Aku tidak mau terlalu jauh dalam menjalankan kebohongan drama ini! Cukup sampai di sini.Masalah uang yang kau berikan,nanti akan aku kembalikan!"


"Kau mempunyai kekasih Fi,aku tidak mau menjadi benalu.Dan aku juga tidak mau menjadi parasit!"


"Kenalkan saja kekasih mu pada keluarga mu dan pada media di luar sana! Bukan aku yang selalu di sebut-sebut!"


Riza yang sedang menggendong Mina tidur,bergerak karena suara Mita dan Hafi.Terpaksa menjauh, karena takut Mina bangun.


"Mau sandiwara ataupun tidak,cara seperti ini tidak di benarkan.Kau berduaan bersama Riza di rumah ku,dan aku melihat nya dengan mata kepala ku sendiri!"


"Berduaan? ini tidak seperti yang kau pikirkan! "


Hafi tersenyum miring "murahan tetap saja murahan!!"


Dada Mita sesak mendengarnya, beberapa kali mendengar itu dari Hafi.Langkahnya mendekat Hafi, tepat di hadapan nya.


"mulai sekarang kita tidak ada hubungan apapun!."


Mita pergi dari hadapan Hafi.


Flashback off.


.


.

__ADS_1


.


to be continue


__ADS_2