TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN

TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN
BAB. 78 Tidak aku lepaskan


__ADS_3

Kehilangan calon anak,Hafi dan Mita menjalani hidup yang tidak mudah.Bangkit dari kesedihan.Mencari cara untuk melupakan kegiatan nya yang biasa sebelum tidur mengusap perut Mita.Begitu juga Mita yang sering mengobrol walau tak sekalipun di jawab.


Mita bahkan kini mempunyai kesibukan lain yang tak pernah terfikir oleh nya.Setelah menyiapkan pakaian untuk Hafi bekerja,hari nya selalu di habiskan di dapur memasak,membersihkan rumah,pernah juga membersihkan kolam renang.


Asisten rumah di sana hampir setiap hari di buat bingung oleh Nona muda nya yang selalu mengambil alih pekerjaan.


Seperti sore ini,Mita sudah di halaman belakang mencabuti rumput dan sesekali memangkas tumbuhan yang sudah rimbun.


Mobil memasuki pintu gerbang,sudah hampir sepuluh hari dirinya tidak pernah di sambut oleh istri di depan pintu untuk sekedar bertanya bagaimana pekerjaan nya hari ini.


Terlihat dari pintu depan Mina sedang bermain bersama Daffin dan Mbak Sri.


"Fin..Kak Mita dimana?" Tanya Hafi yang baru saja memasuki ruang tengah.


Mendengar itu Daffin memasang muka lesu nya "Kak Mita di halaman belakang kak,sudah beberapa kali Mbak Sri bilang biar asisten saja yang melakukan itu,tapi kak Mita tidak mau!" Daffin menggeleng.


Hafi hanya menghela nafas nya berat,kondisi Mita semenjak kehilangan calon bayi nya semakin down.Tidak memperdulikan diri nya sendiri dan jarang sekali mandi.


"Ya sudah,nanti kakak yang bilang pada Kak Mita!"


Hafi pun pergi dari sana,menuju kamar untuk membersihkan diri.Keluar dari kamar mandi,matanya mendapati Mita masuk kamar dengan tangan dan kaki yang sangat kotor.


"Astaga sayang,apa yang kau lakukan?"


Mita tersenyum "Aku mengantuk dan ingin tidur!"


Lagi-lagi,hal seperti ini beberapa hari ini sering terjadi.Mita tidak pernah menjawab pertanyaan dan selalu semau nya sendiri.


Hafi menarik lengan istrinya sebelum dia naik ke ranjang dengan keadaan seperti itu.


"Mandi dulu ya,aku bantu!"


Mita hanya menggeleng,namun dengan tidak berkata apapun lagi Hafi mengangkat tubuh istrinya di bahu dan masuk ke dalam kamar mandi.


Walau harus mandi untuk kedua kali nya,tidak masalah bagi Hafi.Asalkan Mita mandi.Shower sengaja di buka tepat di atas kepala Mita,dan air langsung mengguyur kepala,wajah,hingga seluruh tubuh.Mita yang tahu itu tergagap.


"Hafi!Jangan terlalu cepat,nafas ku tidak kuat!"

__ADS_1


Hafi hanya melihat istrinya yang terus mengusap wajah karena guyuran air dari shower yang terlalu cepat,sengaja melakukan itu.Karena hanya dengan begitu Mita sadar dan terus memanggil nama suaminya meminta tolong.


"Hafi,,matikan aku mohon!"


"Hafiii!!!..."


Mita ingin pergi dari sana tapi tubuh Hafi mencegah nya.


Hingga merasa sudah basah kuyup,Mita akhirnya membuka baju nya sendiri dan mulai menikmati guyuran air.Di saat itulah Hafi sedikit demi sedikit memelankan air yang keluar.Istrinya sudah mulai stabil emosi nya!.


Mandi bersama dan tidak terjadi apapun karena Mita masih tidak ingin di sentuh.Dan Hafi menahan nya hingga Mita mau.


"Sayang hari ini jadwal mengunjungi Alea,kamu tahu kan?"


Mita mengangguk "Tapi aku tidak ingin ke sana,aku tidak apa-apa.Aku baik-baik saja.Aku tidak depresi Hafi!"


"Lalu apa yang kamu rasakan?"


"Aku rindu Anabia ku!"


Hafi pun memeluk Mita erat "Mau sampai kapan seperti ini,Ikhlaskan Anabia pergi.Tuhan lebih sayang dengan nya.Perbaiki keadaan mu sayang.Aku sakit jika melihat mu seperti ini terus!" mendengar itu,Mita pun menangis.


"Menangis lah sampai tidak ada lagi air mata yang keluar!" Benar saja Mita menangis sejadinya.Menyesal dengan semua yang terjadi kepada nya.


Hafi terus memeluk Mita,hingga suara tangisan Mita berhenti.


"Sudah?" Mita mengangguk.


"Besok janji tidak seperti ini kan?" Mita Kembali mengangguk.Kedua tangan Hafi menangkup pipi Mita.Hari sudah menjelang gelap,beberapa menit lagi adzan pun berkumandang.


"Aku merindukan mu Sayang!" Hafi mendekat mencium kening istrinya,Mita pun memejamkan mata.


Turun ke bawah,menempelkan bibir nya di bibir Mita,dia pun membuka sedikit dan dengan senang hati Hafi melanjutkan aksinya.


Sama-sama masih memakai Badrobe dan dengan satu tarikan,terlepas.Terpampang nyata tubuh yang beberapa hari ini dia rindukan.


"aku meminta nya sekarang boleh?" Hafi meminta ijin sebelum melakukan lebih dalam lagi nanti.Dan Mita mengangguk mengijinkan.

__ADS_1


Mengulangi mencium kening dan berakhir di leher,masih mencoba membuat istrinya terbuai dan mengangkat nya meletakkan di ranjang.


Lain dengan Mita yang sudah polos,Hafi masih menggunakan Badrobe tanpa apapun di tubuhnya.


Hafi mencumbu dan berhenti di dua gundukan yang semakin besar,tangan nya merambah ke bawah menuntun pangkal pahanya istrinya untuk membuka lebar.Di awali dengan permainan jari yang membuat Mita melayang.


"Aakhhh...." Suara laknat Mita mulai terdengar.


"Sudah di kunci pintu akhhh..." Jari Hafi terus bermain di bawah sana.


******* ujung benda yang sangat di sukai,wajah Hafi semakin turun dan berhenti sejenak di jahitan yang ada di perut Mita.Mencium nya.


Akan aku hadirkan kembali kau di sini!


Hafi mencium kembali perut dan bekas operasi.Turun kebawah dan mulai bermain dengan lidah di bawah sana.Mita menggelinjang merasakan nikmat yang suaminya berikan.


Tersentak saat benda milik Hafi mulai masuk ke milik Mita.Lengan Mita melingkar di leher Hafi.Memulai bergerak dan memaju mundurkan miliknya.Tangan nya tak tinggal diam dan terus meremas kedua bongkahan daging yang sangat dia suka.Membungkam bibir Mita karena suaranya semakin keras.


Hafi sangat menggilai tubuh istrinya,lama tak menyentuh membuat dia tidak berhenti sore itu.Meminta nya kembali ,dan mengulangi nya terus hingga Mita meringkuk.Kali ini Hafi melakukan nya dengan posisi Mita membelakangi nya.Entah sudah ke yang berapa,dan sudah tak berbentuk lagi ranjang mereka.


Seprei yang berantakan,bantal yang berhamburan.Yang tersisa hanyalah bad cover yang selalu Mita tarik untuk menutupi tubuhnya namun di rampas kembali oleh Hafi.


"Kamu tahu kan aku menggilai semua milik mu ini.Berapa hari aku menahan nya,demi mood kamu.Dan hari ini tidak akan aku lepaskan,Kecuali aku yang mau!"


Akhh...


Milik Hafi mulai menghujam di bawah sana.Mita yang tahu itu hanya menuruti suaminya saja.


Penghuni rumah bahkan lagi-lagi membiarkan kedua manusia itu tidak menampakkan diri saat makan malam.Dan mereka sudah paham itu.Jika bukan Mita yang susah di rayu,Atau Hafi yang sudah menaklukan Mita kembali.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2