
"Hafiii..." Berlari kecil, Sharena tiba-tiba memeluk Hafi yang menghampiri.Tangan nya melingkar di leher Hafi.
Tidak membalas,namun pelukan nya sangat erat.Banyak pasang mata melihat di lobby.Merasa risih Hafi berusaha melepaskan tetap saja Sharena bergelayut.
"Sharena tolong lepaskan tangan mu,ini di tempat umum!!"
Jinjitan Sharena turun menapaki lantai,tinggi nya hanya sebahu Hafi.Lain dengan Mita,dia bahkan sangat tinggi hampir menyamai Hafi.
"Kalau begitu kita ke ruangan mu!" Menarik tangan Hafi,tapi ia tak bergeming dari tempat nya.
"Ayo Hafi!!"
Hafi menatap lekat gadis di sebelah nya.Ricko yang tahu itu hanya diam saja memperhatikan mereka berdua.
"Untuk apa kau kemari?"
Sharena tergelak "Untuk mu,mereka bahkan melarang ku naik menemui mu.Security ini,kedua nya sama saja.Aku tidak boleh masuk dan naik.Padahal dulu kan mereka tahu jika aku sering dibawa kemari oleh mu!" Sharena bersikap seolah dia paling benar dan mempunyai hak di sana.
"Mereka benar,dan mereka mematuhi prosedur ku sebagai pimpinan di sini!"
"Apa maksud mu sayang?!"
Hafi tergelak "Kita sudah tidak ada hubungan apapun.Kau amnesia atau pura-pura Sharena?"
Sharena menggeleng cepat "Aku tetap menjadi kekasih mu,aku calon tunangan mu,dan istrimu Hafi?!" gadis itu menarik nafas, seolah-olah masih tidak sadar.Drama nya sangat manis sekali.
"Kau lupa jika akan melamar ku jika aku pulang?" wajahnya bahkan sedih,atau hanya pura-pura.
"Aku sudah menikah!Mita adalah istriku saat ini.Dan untuk hubungan kita,kita sudah berakhir"
Sharena tertawa "Itu tidak mungkin,kau bohong!" perempuan itu menatap tangan Hafi dan menarik nya.
"Mana buktinya kau sudah menikah? tidak ada cincin atau apapun disini.Jari mu kosong!"
Hafi menarik tangan nya sendiri "Kami menikah sah secara hukum dan agama,Ricko tau itu!" Matanya melirik ke Ricko.
Sharena menggeleng cepat, tiba-tiba tubuhnya terhuyung dan pingsan.Hafi secepat kilat menangkap Sharena.
"Sharena!"
Ricko mendekat "Maaf bos,biar saya saja!" sedikit curiga dengan kedatangan Sharena,Ricko mengambil alih tubuh Sharena dan menggendong nya ke mobil miliknya,lalu membawa ke rumah sakit.
Menduduk kan di jog bagian depan lalu Ricko berbalik dan menutup pintu mobil.
"Bos,jemput Mita sekarang!!Biarkan dia bersama ku saja di rumah sakit!"
"Hah?!" Sedikit bingung memang,tapi Ricko terus memaksa Hafi.
"Cepat bos! sekarang!"
Hafi pun mengangguk dan berlari kembali ke ruangan nya,mengambil kunci mobil.
__ADS_1
Ricko bekerja pada keluarga Brahmana sudah lama,berawal menjadi pengawal pada saat anak-anak Fandi seumuran nya.Beladiri dan sedikit menguasai ilmu teka teki mafia dan segala tindak tanduk nya.
Dia paham dengan akal-akalan dan strategi Dito.Sharena adalah umpan untuk memancing Hafi.Fokus nya akan terbagi jika dia keluar dari kantor dan menolong Sharena ke rumah sakit.
.
.
.
Tidak terasa sudah melewati pukul dua siang,beberapa jam lagi pekerjaan nya selesai, merenggangkan tubuhnya.Mita sudah berkali-kali menguap dan meminum secangkir kopi yang ada di meja.
Panggilan wairles berbunyi,namun hanya beberapa kali lalu mati.Berulang-ulang hingga Mita dibuat geram.
Hingga dapat di jawab dan terhubung.
"Hallo,oh baik.Iya saya segera ke sana!"
Satu kotak besar,paket beratas nama untuk Mita.Bahkan paket itu di letakkan di atas mobil container yang sangat besar.Sempat membuat gaduh di depan gedung karena terlalu besar,dan banyak yang menanyakan apa isi nya.
Berjalan keluar dari ruangan nya,Mita tanpa berpamitan lebih dahulu pada bos nya dan Dion, melenggang begitu saja .Memasuki lift untuk turun.
Hafi mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang tinggi.Bodohnya mencoba menghubungi lewat ponsel padahal kemarin dia sendiri yang merusak dan belum membelikan yang baru.
"Ahysss! Kenapa aku jadi bodoh! Ya Tuhan jaga lah Mita!"
.
.
.
"Aku seperti mengelilingi Ka'bah,tapi ini berwarna coklat.Siapa yang mengirim,apa Hafi?"
Bergumam sendiri,bingkisan yang amat besar dan tinggi itu di letakkan di basemant karena terlalu besar jika di depan perusahan,membuat kegaduhan dan semua mata tertuju.
Tangan Mita mulai terulur membuka lipatan di tengah nya.Dalam hitungan detik tubuh nya merosot dan tak sadarkan diri.
Beberapa orang keluar dari kotak berbungkus coklat itu,yang ternyata manipulasi setiap sikunya adalah kayu yang berbentuk persegi dan dilapisi kertas karton serapih mungkin,hingga terlihat seperti kotak yang kokoh karena tenang tak bergerak jika tak ada angin.
Tubuh Mita ditangkap oleh seseorang di depan nya.Namun tiba-tiba muncul orang berseragam hitam dan kaca mata hitam dari segala arah,jumlah nya lebih banyak dari orang yang keluar dari dalam kotak.
"Lepaskan atau kami habisi kalian!" seorang perempuan yang sudah membidikan pistol tepat di kepala bagian depan orang yang menangkap Mita.
Dia pun memberikan isyarat pada yang lain untuk mundur karena jumlah nya terlalu banyak.Mita diberikan,dan dipapah oleh perempuan yang sangat berani itu.
Mereka masih siaga dengan pistol di tangan masing-masing,sedangkan perempuan itu mundur untuk mengamankan Mita.
Mobil masuk dengan kencang,dan berhenti tepat didepan pengawal yang menopang tubuh Mita.
Hafi turun dan segera mendekati "Mita!" mengambil alih istrinya.Dan menggendong tubuh itu.
__ADS_1
"Dugaan kami sementara Nona hanya terkena bius sementara.Mohon untuk di bawa ke rumah sakit Tuan!!" Perempuan itu tetap menunduk,namun tetap bersiap.
Salah satu kelompok yang ingin menculik Mita berulah dan terjadi perkelahian di sana.
"Cepat lah bawa nona,Tuan.Beberapa orang akan mengikuti dari belakang!"
Hafi mengangguk dan segera masuk ke dalam mobil bersama Mita.Menjalankan mobilnya.
Perkelahian disana hanya lah sedikit ulah yang dibuat oleh para anak buah Dito.Karena hanya Dito dugaan sementara kejahatan demi kejahatan yang Mita alami.
.
.
Mengerjapkan mata,Mita sudah di kediaman Brahmana.Setelah di rumah sakit dan di duga hanya bius biasa,Hafi membawa nya pulang.
Sementara Ibu dan Mina tidak tahu kejadian yang menimpa Mita.Hafi menjaga nya di samping.Bius bukan sekedar bius,menunggu waktu tiga hingga empat jam Mita akhirnya sadarkan diri.
"Sayang?!" Hafi menggenggam tangan Mita.
Mita masih mengerjap "Kepala ku pusing!" tangan nya ingin menggapai keningnya namun di tahan oleh Hafi.
"Mana yang sakit?Biar aku saja!" Hafi mulai memijat kening Mita,hingga matanya terpejam.
"Kamu mengirimi bingkisan untuk ku?Itu terlalu besar!"
Hafi yang mendengar ucapan istrinya menatap seketika.
"Lain kali jangan menerima apapun jika bukan aku yang memberikan langsung.mengerti?"
Mita tersenyum "Memang tadi bukan darimu?"
Bukan nya menjawab Hafi memeluk Mita erat
"Aku hampir saja sangat menyesali, jika tidak Ricko yang memberitahuku untuk menjemput mu! Bisa-bisa aku kehilangan mu sayang!"
"Aku tidak ingat,yang aku ingat terakhir hanya ingin membuka bingkisan"
"Mereka masih menginginkan mu.Aku mohon,keluar lah dari perusahaan Ameer!!"
Mita mengurai pelukan Hafi dan melihat nya lekat."Kali ini aku serius,ajukan surat pengunduran mu!"
Mendengar itu wajah Mita seketika masam dan ditekuk.Namun itu semua adalah kebaikan untuk istrinya sendiri.Tidak mau mengalami hal seperti hari ini untuk kedua kalinya.
.
.
.
to be continue
__ADS_1