
Hafi menepati janjinya,tidak lama menyusul Mita ke kantin dan bergabung bersama yang lain,yang sedang bergantian makan siang.
Setiap akhir bulan kantor selalu sibuk karena penutupan laporan,banyak karyawan yang tidak bisa istirahat siang,alhasil mereka membagi dengan cara bergantian.
"Hushhh!!! Jangan melamun!" Hafi mengibaskan tangan di depan wajah istrinya.Duduk di sebelahnya,melingkar kan tangan di perut Mita dan menghadap istrinya.
"Ishhh,jangan kaya gini malu!" Mita mencoba melepas tangan Hafi tapi tidak berhasil.
"Malu kenapa,mereka tahu jika kamu istriku"
Hafi mencium pipi Mita.
"Hafiiii!" Suara Mita lirih.
Inggira yang tahu itu senyum-senyum geli melihat kakak nya seperti itu.
"Huufh dasar kak Hafi bucin!"
Hafi menoleh dan melihat tajam Inggira.
"Iya,emang nape kalau gue bucin?" Menjulurkan lidah ke Inggira,Mita yang tahu menyikut perut Hafi.
Menyuapkan beberapa buah ke mulut suaminya,hingga sisa salad di mangkuk Mita tandas.
Kedua nya berpamitan kepada Inggira.
"Hati-hati ya kak, hati-hati jika Sharena macam-macam dengan mu,bilang ke aku.Nanti gua kevrett tuh mulut nya!"
Mita yang mendengar itu tersenyum.
.
.
.
Berjalan menuju basemant,Hafi memeluk pinggang Mita dengan posesif.Selalu menjaga,terlebih saat ini segala hal tentang kebutuhan dan keperluan Mita dia sangat memperhatikan.
Belum lagi baju-baju yang dulu,Hafi mengganti semua nya,sejak kemarin Hafi menyadari jika Mita memakai baju yang nyaris terlihat semua perut dada nya.Hafi membuang baju-baju itu,dan mengganti nya dengan yang lebih tertutup.
Membukakan pintu untuk Mita,dan berlari ke pintu sebelah nya.Saat akan membuka pintu,dua orang menggunakan motor mendekatti Hafi.
"Siang Pak? Apa sekarang?" tanpa panjang lebar,Hafi tahu maksud ucapan nya.Dan dia pun mengangguk.
Hafi masuk dan mulai menyalakan mesin mobilnya.Mita menoleh ke belakang.
"Mereka siapa?"
"Pengawal,mereka aku sengaja perintahkan untuk menjaga mu!"
Wajah Mita pias.
__ADS_1
"Kan ada kamu!?"
"Aku tidak selama nya menjaga mu sayang,nanti jika aku di ajak ngobrol dengan ketua lapas atau urusan di dalam,lalu kamu dengan siapa?"
Hafi menoleh istrinya yang sedikit mengerucutkan bibirnya.
"Jangan cemberut nanti kasian anaknya ikut sedih!Aku cuma sebentar mengobrol dengan Sharena."
"Tapi jika dia menahan mu dan berlama-lama, Bagaimana?"
"Ya aku akan memotong dan menyelesaikan nya!"
"memang bisa?"
Hafi harus sedikit bersabar,istrinya mengajak ngobrol terus di saat dirinya menyetir.
"Bisa,buat kamu apa yang gak bisa buat aku.Sekarang fokus ya,jangan memikirkan sesuatu yang belum terjadi.Nanti kita mengobrol kembali.aku mau nyetir dulu!"
Mita yang tahu dirinya sendiri mengganggu Hafi yang sedang nyetir,dia pun diam dan memandang luar lewat jendela.
.
.
.
Tidak butuh waktu lama,Hafi memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu masuk.Bertepatan Hafi yang turun,Mita pun juga,padahal sebelumnya Hafi sudah bilang untuk menunggu nya.
Menggenggam erat jemari tangan Mita,dan keduanya mulai melangkah masuk.
Menunggu beberapa lama, Sharena keluar dari sebuah kubikel yang terhalang oleh strimin yang cukup tebal.
Seseorang petugas lapas menunggu tak jauh dari sana.
"Hai sayang??!"
Hafi dan Mita menoleh bersamaan.Hafi tersenyum miring.Bagaimanapun Sharena tetap lah orang yang pernah mengisi hati nya.Dan Sharena yang pernah dirindukan setiap hari.
"Apa kabar Hafidan ?" Sharena tersenyum lebar,matanya terus melihat Hafi.
"Kau makin tampan,apa kau melakukan nya demi bertemu dengan ku?"
Hafi hanya terdiam dan melihat Mita dengan ekor matanya.Hal itupun dilakukan juga oleh Mita,matanya memperhatikan Hafi yang memang sebelumnya membersihkan rambut halus di wajahnya.
"Tunggu aku keluar dari sini,kita lanjutkan percintaan kita,dan hanya kita yang tahu!" Sharena melirik sekilas Mita.Dia tahu Mita sedang hamil dan mood nya gampang berubah seketika.
Hafi terkekeh "Tutup mulut mu Sharena! Aku tidak pernah melakukan itu untuk mu!"
Sharena tertawa terbahak,pria di depan nya sudah mulai berbicara keras dan tinggi.
"Perasaan dulu ucapan mu selalu lembut dan halus,kenapa sejak menikah jadi segarang ini? Kau tidak bahagia dengan nya?Atau kau hanya merasa kesepian karena aku diluar negeri dan berhasil jatuh cinta dengan pekerja pacar bayaran ini?"
__ADS_1
Mita sengaja tidak menjawab ucapan Sharena.Dia sadar jika Sharena sedang memancing emosi nya.
Hafi yang tahu perubahan mood Mita gampang berubah,mengusap punggung nya perlahan.
"Dan kau tahu Hafi,istrimu sangat pandai berkelahi dan menggunakan senapan.Tidak kah kau curiga jika dia penyelusup yang ingin menguasai harta Brahmana?!"
"Mana mungkin seorang kalangan biasa mampu menggunakan pistol atau senapan dengan lincah?"
"Bukan hanya itu,dia pandai berkelahi.Itu juga pasti dilakukan oleh yang profesional karena berkelahi adalah basic lelaki!"
"karate dan snaper,kedua nya adalah olahraga yang membutuhkan biaya sangat banyak.Bagaimana dia bisa melakukan sekolah itu jika dia berasal dari orang yang tidak mampu?"
"Tidak kah kau curiga pada istrimu ini Hafidan?"
Sepanjang apa yang dikatakan oleh Sharena hanya di dengar oleh Hafi dan Mita.Tidak menjawab sekali pun.
"Heh kamu! Aku tidak apa-apa Hafi menikah dengan mu.Tapi jika aku sudah keluar dari sini,aku pastikan dia akan kembali kepadaku!Aku tau cinta nya hanya untuk ku,buktinya kami LDR bertahun-tahun dan Hafi tidak masalah,hingga datang perempuan penggoda seperti mu! Dasar ******!"
"Stop Sharen!! omongan mu semua omong kosong.Setelah hakim memutuskan pidana kau akan melihat semua bukti kenapa aku meninggalkan mu.Ricko yang akan mengatur semua itu.Tentang Mita, perasaan ku untuk nya itu benar.Aku mencintai nya,dia merebut ku darimu itu benar.Karena dia yang berhasil merebut hatiku yang tadinya untukmu diisi oleh nya!Bukan salah Mita,salah mu yang membiarkan itu.Dan tentang semua ucapan mu untuk Mita.Dia bahkan bisa menembak mu saat ini juga tepat di kening mu!"
Hafi beranjak dari duduk nya dan mengambil senjata di pinggang seorang polisi di dekatnya.
"Pak...!" polisi itu mencoba mencegah Hafi.Namun tangan nya menengadah dan polisi itu berhenti.
Memberikan senjata itu pada Mita,Mita pun melihat nya tergeletak di meja.
"Dia ingin mencoba kemampuan mu sayang,lakukan lah.Saksi dia yang telah mencoba menjatuhkan nama mu adalah polisi di sini.Kau berhak membela dirimu sekarang!"
Sharena membulatkan mata mendengar ucapan Hafi.Dirinya amat sangat terkejut.
"Hafi?!"
Hafi menoleh, melihat Sharena
"kenapa kau takut?Aku tidak heran melihat nya bisa menggunakan senjata itu karena memang dia berawal dari keluarga yang terpandang,namun dia tak setamak dirimu!"
Mita yang sudah merasa pusing dengan keadaan dan situasi di sekitar nya,beranjak dari duduk nya.Melihat sekali lagi senjata yang di meja kemudian menatap Hafi dan bergantian dengan Sharena.
Menyunggingkan bibir nya "Untuk apa aku melakukan itu jika hanya ingin membalas mu nona.Tanpa mengotori tangan ku pun suami ku akan membalas nya.Dan selamat menjalani hari-hari di balik jeruji besi yang dingin ini!"
Mita berbalik,dan pergi meninggalkan semua nya yang di sana.Melihat dan mendengar itu Hafi tersenyum.
Menoleh pada Sharena "Kau sudah tahu kan kenapa aku memilihnya?"
Sharena hanya menatap dan tak menjawab.
Hafi pun melangkah kan kakinya meninggalkan ruangan itu dan menyusul istrinya yang sudah dulu berjalan keluar.
.
.
__ADS_1
.
To be continue