TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN

TERJEBAK CINTA KEKASIH BAYARAN
BAB. 94 Aneh


__ADS_3

Sudah tiga hari Mita kembali di ibu kota,dia merasa aneh dengan penghuni di rumah.Para Art banyak yang berganti,bukan hanya itu saja.Beberapa sopir pun juga berganti,belum lagi dia tidak melihat Riza dari pertama datang hingga hari ini.


Kembali seperti asing karena para pekerja rumah tangga pun baru melihat Mita beberapa hari ini.Sebelumnya sudah pernah melihat Hafi karena beberapa kali pulang.Mereka sudah tahu dan cukup mengenal Tuan muda nya,namun jika Nona muda nya hanya melihat sebatas foto saja.


"Nona, ternyata aslinya sangat cantik!"


Mita tersenyum pada art di depan nya.


"Terimakasih mbak"


Sedang membuat susu hamil, karena art nya belum tahu takaran untuk Mita.


"Kalian sudah lama disini?"


Mbak Rus,dan satu lagi bernama Mbak Tir mengangguk.


"Kami sudah satu bulan lebih non!"


"Jika dengan Tuan Hafi,kami sering melihat nya saat pulang!"


"Pulang?.. Suami ku kembar,mungkin kalian melihat Riza?"


Kedua nya menggeleng "Bukan,Tuan Hafi..Tuan Riza malah kita belum melihat nya sama sekali!"


Kata-kata mbak Rus di benarkan oleh mbak Tir "Iya Non,Tuan Hafi yang sering pulang walau hanya satu atau dua hari.Jika Tuan Riza kami belum pernah tahu!"


Mita hanya ber Oh saja menjawab nya.Memang benar Hafi sering pulang satu atau dua hari saja,Mita juga mengetahui itu.Yang menjadi pertanyaan adalah kemana Riza dalam sebulan ini.


Tidak ada yang bicara satu pun kepada Mita.Suaminya saja tidak bercerita apapun.


Apa Riza juga pergi? Tapi kemana?


"Nona,susu nya diminum mumpung masih hangat!"


Lamunan Mita tersadar karena suara mbak Tir.Dia pun duduk dan meminum gelas nya hingga tandas.


Setelah itu para art berhamburan mulai bekerja karena mendengar kedatangan Ibu bos yang pulang,dan entah darimana tadi pagi-pagi sekali.


Melihat mamah mertua lewat begitu saja,dan langsung menaikki tangga.Jelas saja Ara tidak mengetahui jika Mita duduk di sana,daster Ara dan sofa hampir sama warna nya.


"Mah?!.."


Ara ditengah tangga terperanjat mendengar suara Mita.

__ADS_1


"Ya ampun Mita!.. Mamah sampai terkejut,kenapa di bawah sendirian.Mina mana?"


"Mina ada di atas tidur,mbak Sri sedang menyetrika baju.Aku habis minum susu,duduk disini sebentar"


"Maaf mamah tidak tahu jika kau di sana.Naik lah jika sudah selesai.Jangan banyak bergerak,kaki mu bisa bengkak!"


Mita mengangguk mendengar petuah mamah mertua nya.


"Mamah ke kamar dulu ya?"


Wanita yang sudah tak muda itu kembali melangkah kan kaki nya,menaikki anak tangga.


Mamah tegang sekali.Hanya seperti itu saja terkejut! Penghuni rumah ini kenapa jadi aneh,seperti ada yang di sembunyikan.


Tentu saja Mita bergumam di dalam hati.


.


.


.


Kembali ke kamar nya menggunakan lift,tak lupa masuk ke kamar Mina dulu untuk melihat bocah kecil itu.Masih tertidur dengan mbak Sri yang tak jauh darinya sedang membereskan lemari pakaian.


"Makan dulu mbak,nanti di lanjut lagi!"


Beberapa bulan lagi Mina genap berusia tiga tahun,dan Mita tetap kekeh tidak akan menyekolahkan dulu.Karena bagi Mita usia segitu adalah usia dimana anak-anak sedang asik bermain.


"Mina..." Tangan Mita bermain di perut Mina yang sedikit Ndut,anak itu tidak terpengaruh dan tetap terpejam.Beberapa kalipun Mita mencium nya,Mina hanya bergeser posisi.


"Mbak, istirahat dulu.Biar Mina aku yang menjaga!"


Mbak Sri pun mengangguk dan keluar dari kamar Mina.


Niat hati ingin ke kamar nya sendiri,namun Mita malah naik ke ranjang Mina dan merebahkan tubuhnya di sebelah Mina.


Menarik Mina ke dalam dekapan nya,Mita mulai mengusap punggung Mina.Mereka terpejam bersama.


.


.


.

__ADS_1


Brahmana Group


"Bagaimana rasanya Za?"


"Aku tidak tahu!"


"Bullshit!!!..." Hafi terkekeh mendengar penuturan saudara kembar nya.Mereka hanya bertemu saat bekerja saja.


Di hukum oleh Fandi karena membuat kekacauan dan hampir saja membuat malu nama Keluarga besar.Riza sudah tinggal di rumah minimalis bersama seorang perempuan yang dinikaih secara terpaksa beberapa saat lalu.


"Aku tahu kamu, bagaimana mungkin tidak tahu?"


Padahal sedang serius bekerja,tapi Hafi sengaja menyambangi ruangan Riza hanya untuk mengejeknya.


Riza yang tahu itu sudah menduga nya akan seperti ini.Saudara kembarnya sama gila dengan dirinya sebenarnya,namun Hafi beruntung menikahi Mita lebih dulu.


"Lebih menggiurkan istri orang kayanya!" Mata Riza memicing melihat Hafi.Seketika Hafi berdiri dan akan melempar asbak di depan nya.


"Jangan macam-macam kau Za!"


Giliran Riza yang tertawa keras,berhasil memancing emosi Hafi hanya sebuah kalimat.


"Apa kabar dia sekarang,Nanti pulang kerja aku nebeng ya.Lama tidak melihat wajahnya!"


"Riza!!! "


Masih tertawa lepas,Riza benar-benar membuat Hafi marah.


"Jangan macam-macam Za,dia sedang mengandung.Yang benar saja kau menyukai adik sendiri yang sedang mengandung!"


"Kau yang benar saja.Mana mungkin aku merebut Mita dari mu! Dasar,kau yang mulai duluan tapi kau yang marah-marah.Keluar Fi !!"


Hafi tersadar sedang dipancing emosi oleh Riza,dan bukan nya keluar Hafi melangkah semakin mendekati.


"Salam ya untuk kakak ipar,salam putih abu-abu!.." suara Hafi sangat menggelitik di telinga Riza,dan itu benar sangat mengganggu nya.


"Fii !"


"Iya aku keluar!" Secepat kilat Hafi berlari karena takut saudara nya akan memukul.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2