Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Tanda Tangan Kontrak


__ADS_3

"Apa kau benar-benar akan menunggu di sini sampai nanti siang?" Runi menatap suaminya dengan penuh tanda tanya saat pria itu mengantarnya kerja dengan mobil mewah.


"Iya, memangnya kenapa?" tanya pria itu.


"Disini tidak nyaman sayang, lihatlah sekelilingnya, lebih baik kau di villa saja, nanti kalau aku sudah selesai pasti akan segera kembali kok" berusaha membujuk agar suaminya berubah pikiran.


"Tidak masalah, asalkan istriku tidak diganggu oleh pria lain, apapun akan aku lakukan" menjawab dengan santai.


"Kau ini kenapa jadi keras kepala begini sih?" sang istri jadi merasa sangat galau dibuatnya.


"Sudah sana cepat masuk, selesaikan segera urusanmu dengannya, setelah itu kita pulang" Rich tidak peduli dengan kegalauan istrinya.


"Ck, dasar laki-laki posesif" melihat keteguhan suaminya, Runi pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


"Semangat ya sayang kerjanya" kata Rich sambil mengecup bibir istrinya seolah ia tidak mendengarkan ocehan apapun yang diucapkan oleh Runi.


"Baiklah, kalau begitu aku masuk dulu ya, sampai jumpa nanti sayang" membuka pintu mobil dan mulai berjalan menuju pintu utama gedung milik grup Lee. Sementara Burhan dan Haris sudah menunggu di lobby sejak beberapa waktu lalu karena mereka berangkat lebih awal menggunakan mobil kantor.


..........


Tok Tok Tok...


"Selamat pagi" Runi menyapa Jimmy yang sedang menandatangani beberapa laporan keuangan dari anak buahnya.


"Hai Runi, selamat pagi, ayo silahkan duduk" Jimmy mempersilahkan direktur muda itu untuk duduk di sofa.


"Apa kita akan melanjutkan surveynya sekarang?" tanya Jimmy dengan semangat. Meskipun ia kini sudah tau status Runi, namun ia tetap saja senang saat bisa berduaan dengan wanita cantik itu.


"Boleh, silahkan" lebih cepat selesai akan lebih baik batin Runi.


"Ini adalah produk berikutnya yang diproduksi dari mulai raw material hingga siap dipasarkan, karena bahan bakunya lumayan mahal dan langka, maka pengerjaannya pun dilakukan cukup hati-hati" jelas Jimmy saat mereka berjalan di samping mesin pengolahan.

__ADS_1


"Dengan bahan baku yang mahal dan langka, apakah grup Lee pernah mengalami kendala dalam mencari sumbernya?" tanya Runi sambil memperhatikan mesin yang sedang mengolah semua bahan baku.


"Tidak, kebetulan kami punya beberapa suplyer yang selalu konsisten mengirimkan bahannya kepada kami, jadi kami tidak pernah mengalami kesulitan sama sekali" jelas tuan muda Lee.


"Baguslah kalau begitu" wanita cantik itu tersenyum puas.


"Ayo kita lihat proses berikutnya" pria berwajah oriental tersebut kemudian mengarahkan Runi ke tempat pengolahan berikutnya.


"Baik, terima kasih" Runi mengikuti arahan Jimmy.


Cukup lama Runi mengamati dan mencatat setiap prosesnya dengan detail. Semua kelebihan dan kekurang proses produksi dituliskan sebagai bentuk evaluasi awal kerja sama.


"Sepertinya sudah cukup, aku sudah mendapatkan gambaran besarnya" kata Runi menyelesaikan kegiatan surveynya.


"Baik, kalau begitu mari kita kembali ke ruangan" angguk sang tuan muda.


"Jadi setelah diamati memang hanya sedikit saja yang mungkin perlu dievaluasi dan ditingkatkan, selebihnya sudah sangat baik. Nanti kami akan mengirimkan hasilnya dan kemudian menunggu feedback dari grup Lee" kata Runi sambil mengeluarkan lembar kontrak kerja mereka.


"Siap, kami pasti akan melakukan yang terbaik" jawab Jimmy.


"Tentu saja, dengan senang hati" Jimmy pun menyambut jabatan tangan wanita cantik itu.


"Kalau begitu, kami pamit undur diri ya tuan muda Lee" Runi berpamitan.


"Loh, tidak makan siang dulu?" tanya sang tuan muda.


"Terima kasih, tapi saya harus mengejar waktu, karena akan langsung kembali ke ibukota sekarang juga bersama suami untuk urusan keluarga" kata Runi untuk menghindari kontak lebih lanjut dengan Jimmy Lee.


"Oh begitu ya?" katanya sedih.


"Iya, kami takut kemalaman di jalan kalau pulang lebih sore lagi" jawabnya sambil mengangguk.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu hati-hati di jalan ya" kemudian pria itu mengantarkan kliennya hingga di depan lift.


..........


"Kalian sudah selesai?" tanya Rich saat melihat ketiga orang kepercayaan Surya datang menghampirinya.


"Iya" jawab sang istri dengan ceria.


"Cepat sekali" pria itu berseloroh.


"Ya nanti kalau lama-lama ada yang cemburu lagi seperti kemarin" Runi menyindir suaminya.


"Iya juga sih hehehehe" yang disindir terkekeh.


"Oya, kalau kalian berdua masih mau menikmati suasana di sini, pulangnya besok saja, jadi malam ini bisa jalan-jalan dulu untuk bersantai" kata Runi kepada Burhan dan Haris.


"Ini serius bos?" tanya Burhan.


"Tentu saja, kita kan mengajukan jadwal kerja luar kotanya sampai besok sore, nah berhubung pekerjaan kita sudah bisa selesai lebih awal, maka sisanya bisa dipakai untuk istirahat sejenak" jelas Runi.


"Terima kasih bos" Haris sangat senang.


"Sama-sama, ya sudah kalau begitu kami pulang duluan ya" kata Runi.


"Loh bos mau pulang?" Burhan bertanya.


"Iya, besok siang Menta dan bayinya sudah boleh pulang dari rumah sakit dan kami sekeluarga besar akan memberikan kejutan untuk?nya di rumah" kata Runi


"Ohhh begitu ya?" Haris manggut-manggut.


"Kalian have fun ya" Rich berkata sambil membukakan pintu mobil bagi sang istri.

__ADS_1


"Siap tuan bos" jawab keduanya dengan kompak.


Siang itu Runi dan Rich pun kemudian berangkat menuju ibukota menggunakan mobil mewah milik sang mantan casanova. Sementara Haris dan Burhan menginap semalam lagi untuk menikmati sisa hari mereka di kota itu.


__ADS_2