Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Berangkat


__ADS_3

"Sayang memangnya tidak bisa ya kalau tugas ini diserahkan hanya kepada Burhan dan Haris saja?" Rich yang melihat sang istri mengemasi pakaian sebelum berangkat, kemudian berusaha menggagalkan keberangkatannya.


"Aku kan pimpinan proyeknya sayang, om Surya sudah mempercayakan ini kepadaku! kalau aku tidak berangkat, bagaimana nanti aku bertanggung jawab kepada beliau?" Runi memang terkenal sangat profesional dalam bidangnya.


"Tapi aku pasti akan sangat merindukanmu!" ia benar-benar tidak rela jika harus berjauhan dengan istri tercintanya.


"Kan hanya beberapa hari saja sayang, aku janji nanti akan mempercepat segalanya agar bisa cepat pulang" meskipun Runi juga tidak ingin berjauhan dengan Rich, namun ia tetap harus menjalankan tugasnya.


"Janji ya jangan lama-lama?" rengeknya dengan manja.


"Iya aku janji" angguknya sambil mengecup pipi pria tampan itu.


"Jangan nakal ya disana, ingat kalau suamimu ini menunggumu pulang!" Rich kemudian mengendusi leher istrinya.


"Kenapa jadi terbalik? seharusnya kalimat itu kan aku yang mengucapkan, karena yang suka main-main dan jadi anak nakal itu kan kau bukan aku!" Runi protes.


"Iya juga ya yang playboy kan aku!" pria itu mengakuinya sendiri.


"Nah itu tau!" Runi mencubit hidung suaminya dengan gemas.

__ADS_1


"Eh tapi itu kan dulu sayang, sekarang kan aku sudah bertobat hehehehehe" ia terkekeh.


"Uhhhhh anak pintar" kemudian mencubit kedua pipi Rich.


"Ya sudah yuk kita turun, kasihan Burhan dan Haris kalau harus menunggu terlalu lama" kata Runi kemudian.


"Ayo aku antar" sambil membawa koper kecil milik sang istri yang berisi keperluannya selama tugas ke luar kota.


..........


"Haris, Burhan, aku titip istriku tercinta ya, jangan sampai dia lecet sedikit pun!" Rich memberikan pesan kepada kedua bawahan Runi yang juga sudah menjadi teman baiknya.


"Tenang saja tuan, kami akan menjaga nyonya dengan segenap hidup kami!" Burhan meyakinkan Rich.


"Kalau ada sesuatu kalian harus cepat-cepat laporkan sama aku ya!" Rich sudah seperti seorang ibu yang ingin melepaskan anaknya yang masih TK bertamasya seorang diri.


"Beres" Burhan mengacungkan ibu jarinya.


"Lalu kalau butuh sesuatu jangan lupa bilang juga sama aku!" imbuh pria itu.

__ADS_1


"Siappp" Haris pun mengangguk.


"Astaga sayanggg, aku ini hanya pergi keluar kota untuk bekerja saja, bukan untuk maju ke medan perang!" Runi benar-benar tidak habis pikir dengan suaminya yang over protect.


"Aku tau sayang, aku hanya tidak ingin kau kenapa-kenapa saat aku tidak ada disampingmu!" Rich meraih pinggang Runi dan mengecup bibir mungil itu dengan gemas.


"Sayang, ada yang lihat!" Runi langsung menepuk dada Rich karena malu.


"Kelepasan hehehehe" yang dipukul hanya terkekeh geli. Sementara Haris dan Burhan hanya bisa mengulum senyum mereka melihat bagaimana kedua manusia didepannya begitu romantis.


"Ya sudah ayo kita jalan" Runi menatap kedua anak buahnya itu.


"Iya" jawab keduanya serentak.


"Sayang, aku jalan dulu ya" kemudian mencium pipi Rich.


"Hati-hati di jalan ya cintaku" rasanya sangat berat bagi Rich melepaskan Runi pergi.


"He em" jawabnya sesaat sebelum masuk ke bagian kursi belakang mobil, sementara Haris mengemudi dan Burhan duduk di sebelahnya.

__ADS_1


"I love you" berkata sambil membantu sang istri menutup pintunya.


"I love you too" Runi melambaikan tangan dan kemudian mobil pun melaju meninggalkan halaman rumah mewahnya, menyisakan Rich yang begitu tersiksa karena harus melepas Runi pergi untuk beberapa hari kedepan.


__ADS_2