Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Minta Petunjuk


__ADS_3

"Halo?" Runi mengangkat panggilan masuk berupa video call saat dirinya sedang berkumpul dengan Karina, Rini, Burhan, Haris dan Rich di rumah Raf dan Menta sepulang kerja.


"Sayang kau sedang apa?" sang penelpon yang tidak lain adalah Greg bertanya kepada Runi.


"Aku sedang main di rumah Menta" jawab Runi.


"Apa dia sudah pulang dari rumah sakit?" karena saat mereka melakukan panggilan telpon pada hari sebelumnya, Runi sedang menjenguk sahabatnya itu di rumah sakit.


"Iya, tadi siang" angguknya.


"Ohhh, kalau begitu salam ya buat dia dan suaminya" Greg cukup akrab dengan Menta saat dulu masih kuliah.


"Ini orangnya di sebelahku, kebetulan kami sedang berkumpul semua" kata Runi sambil menunjukkan wajah Menta ke arah kamera.


"Halo kak Greg" Menta melambaikan tangan.


"Hai Menta apa kabar? selamat ya atas kelahiran bayimu!" Greg membalas lambaian tangan Menta dan mengucapkan selamat dengan tulus.


"Kabar baik kak, terima kasih ya" jawab ibu muda itu sambil mengembangkan senyumnya.


"Ramai kan disini!?" Runi kemudian memutar kameranya untuk menunjukkan keberadaan semua orang yang sedang bersamanya.


"Iya, aku jadi ingin cepat-cepat datang deh!" Greg tidak sabaran.


"Oya sayang aku ingin memberi kejutan padamu" pria itu tersenyum penuh arti.


"Kejutan apa?" Runi mengernyitkan dahinya.


"Besok lusa aku akan berangkat ke tempatmu" Greg menunjukkan tiket pesawatnya.

__ADS_1


"Besok lusa!?" gadis itu benar-benar terkejut dengan kejutan yang diberikan oleh kekasihnya.


"He em, aku sudah mempersiapkan semuanya, jadi nanti sampai di sana aku berencana akan langsung melamarmu dan kita akan segera menikah secepatnya!" pria itu sudah tidak sabar untuk bisa bersama dengan gadis yang ia cintai itu.


"Sayang, kok kau diam saja sih? tidak suka ya dengan kejutanku?" Greg melihat Runi melamun sejenak.


"Eh apa? tidak kok, aku suka!" Runi kembali pada mode sadarnya.


"Ohhhh, aku kira kau tidak suka. Ya sudah kalau begitu aku mau lanjutkan mengemasi barang-barangku ya, besok kalau aku mau jalan aku akan menghubungimu lagi" kata Greg.


"Iya, baiklah" jawab gadis itu dengan singkat.


"I love you baby" Greg memberikan kecupan jarak jauh.


"I love you too" Runi membalasnya sebelum kemudian mematikan sambungannya.


"Woahhhh Runi mau dilamarrrrr" Karina yang mendengar ucapan Greg menjadi heboh sendiri.


"Nanti kalau mau mempersiapkan acara pestanya ajak-ajak aku ya, aku kan belum pernah merasakannya" Karina berkata lagi.


"Iya, habis waktu kita nikah kan sudah terima beres semua, jadi gak bisa ikut nyiapin konsepnya deh!" Rini yang menikah dihari yang sama dengan Karina mengangguk.


"Loh kak Rich mau kemana?" Menta sejak tadi memperhatikan wajah Rich yang masam karena Runi berbicara dengan Greg untuk merencanakan acara mereka.


"Aku mau pulang, sudah lelah!" jawab sang mantan casanova dengan datar.


"Ini kan masih belum terlalu malam Rich!" Raf paham dengan situasi yang terjadi, ia kemudian mengikuti sang adik sepupu untuk memastikan bahwa pria itu baik-baik saja.


"Kalian sih, sudah tau tuan Rich rivalnya Greg, malah kalian heboh sendiri mendukungnya" Haris menyalahkan istrinya dan Karina yang heboh sendiri.

__ADS_1


"Iya benar, kasihan sekali tuan Rich pasti dia sangat sedih!" Burhan sangat berempati.


"Duhhh kita salah ngomong ya!?" Rini langsung membekap mulutnya sendiri.


"Aku lupa, astaga bagaimana ini!?" Karina pun panik.


"Sudah tidak apa-apa, hidup itu memang tidak selamanya sesuai dengan apa yang kita inginkan. Kalau pun nanti Runi menikah dengan Greg, aku yakin Tuhan pasti akan mengirimkan jodoh yang lain untuk Rich dan lambat laun ia pasti akan move on dengan gadis yang menjadi cinta sejatinya itu! iya kan Runi?" Menta berkata sambil menunggu reaksi Runi.


"Huffffff" sementara Runi hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan berat.


"Sudah, lebih baik kita pulang saja yuk" Karina mengajak suaminya pulang.


"Iya yuk, sepertinya situasinya sudah tidak kondusif lagi nih" Rini pun ikut berdiri sambil meraih tangan suaminya.


Pada akhirnya Karina, Rini, Burhan dan Haris memilih untuk pulang ke rumah mereka masing-masing dan meninggalkan Menta serta Runi berdua saja bersama bayi yang baru lahir itu, sementara Raf masih mencoba menenangkan Rich.


..........


"Apa yang harus aku lakukan Menta?" Runi yang sudah tidak tahan lagi akhirnya memutuskan untuk meminta saran kepada sahabatnya itu.


"Coba kau tanya pada dirimu sendiri, siapa yang sebenarnya ingin kau miliki dalam hidupmu?" wanita yang berprofesi sebagai seorang dokter itu bertanya.


"Entahlah, aku sungguh sangat bingung. Disatu sisi aku sangat menyayangi Greg, dia sudah seperti kakakku sendiri, dia sangat baik padaku dan aku tidak tega jika harus menyakitinya. Disisi lain aku juga mencintai Rich, bahkan cintaku sudah tumbuh jauh sebelum aku mengenal Greg!" kepala Runi mau pecah.


"Berdoalah Runi, minta petunjuk pada Tuhan, aku yakin pasti akan ada jalan keluar tanpa ada yang harus tersakiti jika kau memang bersungguh-sungguh!" Menta memberi nasehat.


"Andai aku amoeba yang bisa membelah diri, mungkin tidak ada diantara mereka yang akan tersakiti olehku!" Runi memang tidak bermaksud mempermainkan hati keduanya, ia hanya sedang terjebak dalam lingkaran cinta sang casanova disaat yang kurang tepat.


"Mintalah pertolongan Tuhan ya sayang" Menta memeluk sahabatnya untuk memberikan penguatan.

__ADS_1


"Iya" Runi kemudian merebahkan dirinya di sofa ruang keluarga milik sang sahabat dengan pikiran yang kalut hingga tengah malam. Gadis itu bahkan ketiduran di sana hingga pagi karena hatinya yang sedang kalut. Baik Menta maupun Raf sengaja membiarkannya tertidur disana agar ia dapat menenangkan dirinya tanpa gangguan dari siapapun.


__ADS_2