
"Selamat datang sayangku" Menta yang melihat sahabatnya di ruang tunggu langsung memeluknya dengan erat.
"Ahhhh kangennn" Runi memeluk Menta balik dengan bahagia.
"Bagaimana dengan perjalananmu tadi?" bertanya sambil membantu Runi menarik kopernya.
"Lancar, seperti yang kau lihat, aku tiba tepat waktu" jawab Runi.
"Syukurlah, ya sudah ayo jalan lebih cepat, supaya kau bisa istirahat dulu di rumah sebelum besok pergi ke kampus" mereka nerdua kemudian masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu di lapangan parkir.
"Ngomong-ngomong bagaimana keadaan rumah?" Menta yang sangat merindukn keluarganya bertanya dengan antusias saat mobil yang dikendarai oleh bodyguardnya melaju dengan kecepatan sedang.
"Baik, mereka semua titip salam untukmu, terutama tante Tata dan Om Surya serta Bas" Runi kemudian menceritakan kondisi keluarga Putra Angkasa selama gadis itu berada di luar negeri.
"Ahhhh aku jadi rindu rumah" mata Menta berkaca-kaca.
__ADS_1
"Keluarga besar Anderson juga sangat merindukanmu loh, apa kau tau kalau kak Raf sekarang itu,," belum sempat Runi menjelaskan kondisi pria tampan itu, Menta sudah terlebih dahulu menghentikannya.
"Stop, aku mohon jangan sebut namanya lagi, aku tidak mau mendengar apapun tentang dia!" Menta memohon.
"Baiklah, ayo kita ganti topik saja kalau begitu" melihat ekspresi sahabatnya tiba-tiba berubah jadi sedih, Runi pun kemudian memgalihkan pembicaraan dengan topik yang lebih seru. Ia bisa paham bagaimana perasaan Menta yang tersakiti oleh adanya wanita lain di dalam rumah tangganya.
"Oya, besok kau jadi kan mengantarku keliling kampus?" Runi kemudian membicarakan rencananya untuk datang ke kampus mereka keesokan harinya.
"Tentu saja, aku akan kenalkan kau pada teman-teman dari negara kita yang juga berkuliah di sana" wajah Menta kembali berseri-seri.
"Kau tau tidak kalau kak Noah itu adalah ketua mahasiswa dari negara kita?" calon dokter itu bercerita tentang kakak kelas mereka di SMA yang juga sekaligus kakak dari Nora.
"Benarkah?" tanyanya antisias.
"Iya, dia itu yang selalu membantuku jika aku membutuhkan sesuatu atau informasi apapun seputar dunia kampus!" Menta merasa bersyukur karena memiliki teman di negri orang.
__ADS_1
"Kak Noah itu sudah tampan, pintar, baik hati pula ya" rasa kagum pun terucap dari mulut Runi.
"Benar, dia itu pria yang sempurna, semoga saja kelak ia mendapatkan pasangan yang cocok dengannya" meskipun tau bahwa Noah menaruh hati pada dirinya, namun Menta yang masih trauma dengan cinta lebih memilih untuk menjadikannya sahabat dan kakak saja.
"Amin" sahutnya.
"Eh ayo turun, kita sudah sampai" Menta kemudian membuka pintu mobilnya.
"Wahhhh rumahnya bagus sekali, sangat otentik ya" meskipun rumah yang akan ditinggali oleh Runi dan Menta tidak sebesar rumah orang tua mereka, namun dari segi arsitekturnya terlihat sangat mewah dan elegan. Gayanya pun sangat otentik dan kental dengan kebudayaan lokal.
"Iya, kau benar, waktu pertama datang ke sini aku juga sangat kagum, apalagi lingkungannya yang asri dan penduduk lokalnya yang ramah-ramah" Meskipun belum lama Menta tinggal di rumah tersebut, namun rasanya ia sudah bisa menyatu dengan lingkungannya dengan sangat mudah.
"Aku pasti akan betah berlama-lama di sini" Runi bersyukur memiliki Om Surya yang sudah menganggapnya seperti anak sendiri, bahkan mendukung serta memfasilitasinya dengan segala hal seperti Menta.
"Pastinya, kita akan menikmati masa kuliah kita sambil berlibur selama bertahun-tahun heheheheh" Menta terkekeh.
__ADS_1
Hari itu mereka habiskan hanya dengan banyak bertukar cerita selama mereka berpisah. Sejenak Runi bisa melupakan rasa sedih dan sakit hatinya terhadap Rich yang sudah membuatnya hancur berkeping-keping. Harapan dan doanya adalah kelak kedepannya ia bisa menjadi seorang gadis yang lebih kuat dan tidak bisa diinjak-injak oleh siapa pun.