Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Reaksi Ayu


__ADS_3

"Dosa apa aku dimasa lalu ya Tuhan sampai punya anak sebejat ini!?" Ayu yang sudah mendengar kabar akan keberadaan Richela, menangis histeris saat seluruh keluarga besar Anderson kecuali duo grandma berkumpul di rumahnya untuk memberikan penguatan kepadanya.


"Sayang tenanglah, jaga emosimu jangan sampai mempengaruhi kesehatanmu" Ron memeluk bahu Ayu saat istrinya bergetar hebat menahan amarahnya terhadap Rich.


"Aku sudah tidak peduli lagi, lebih baik aku mati saja kalau begini!" Ayu benar-benar frustasi.


"Mom jangan bilang begitu" Rach langsung melepaskan rangkulan Gide suaminya dan kemudian berjalan mendekat untuk memeluk ibu kandungnya itu.


"Ayu tenanglah, ayo tarik nafasnya" Ananda berusaha menenangkan sang adik yang sudah terlihat sesak nafas karena menahan amarahnya yang luar biasa.


"Ini minum dulu" Maya menyodorkan segelas air hangat agar Ayu lebih tenang.


"Apa kau sudah puas Richard Anderson? atau malah belum cukup juga kau membuat kegaduhan didalam hidup mom dan dad!?" Rach saudara kembar Rich menyalak. Beberapa hari belakangan ini ia masih bisa terus bersabar merawat Richela karena Gide selalu meredam emosinya, namun ketika ia melihat sang mommy begitu frustasi, rasa kesalnya terhadap Rich tidak bisa lagi terbendung.


"Rach maafkan aku" Rich sangat menyesali perbuatannya.


"Dulu kau menjebakku bersama kak Gide sampai aku terpaksa hamil diluar nikah, lalu sekarang kau sendiri punya anak diluar nikah, hebat sekali kau mempermalukan nama baik dan mencoreng wajah kedua orang tua kita, otakmu dimana? kau benar-benar tidak punya hati nurani Richard!" Rach memukul dada kakak kembarannya dengan sangat geram.


"Ma sudah ma" Gide menarik istrinya menjauh dari Rich.


"Mom, maafkan aku" Rich hanya bisa bersimpuh di bawah kaki Ayu yang menangis tersedu-sedu karena ulahnya itu.

__ADS_1


"Jangan panggil aku dengan sebutan mom, kau bukan anakku!" Ayu membuang wajahnya.


"Mommm" ia tau bahwa kesalahannya sangatlah fatal sehingga Ayu murka padanya.


"Mulai sekarang, tinggalkan rumah ini dan bawa putrimu itu, rawat dia dengan baik, buktikan tanggung jawabmu sebagai seorang ayah!" Ron mengusir Rich dari kediamannya.


"Daddddd" ia tau bahwa ucapan Ron tidak main-main.


"Ayo sayang" Ron kemudian membimbing sang istri menuju ke kamar mereka, agar Ayu bisa beristirahat dan menenangkan diri.


"Brengsek kau!" Rach memaki Rich sebelum ia berjalan menyusul Ayu dan Ron masuk ke dalam kamar kedua orang tuanya itu.


"Ayo bun kita pulang" Mike yang merasa bahwa sudah tidak ada lagi yang perlu dibahas, kemudian mengajak Ananda istrinya untuk pulang.


"Kak Gaby kau mau ikut pulang juga tidak sama mereka?" Sera bertanya kepada sang kakak saat melihat kedua orang tuanya sudah pulang bersamaan dengan kedua mertuanya.


"Ya sudah yuk kita pulang saja bareng ayah dan bunda" Sera dan Gaby pun kemudian beranjak menyusul Mike dan Ananda.


..........


"Kau mau ajak anak itu tinggal dimana sekarang?" Raf bertanya setelah suasana ruang tamu mulai sepi dan hanya menyisakan cucu pria dan cucu menantu pria keluarga besar Anderson.

__ADS_1


"Entahlah aku belum tau, mungkin di apartemen saja" pikiran Rich sangat buntu.


"Yang jelas kalian tidak akan mungkin bisa tinggal di rumahku, karena Rach sudah sangat murka denganmu!" Gide membayangkan kembali amarah sang istri tadi.


"Hufffff" menghembuskan nafasnya dengan berat.


"Apa kalian mau tinggal bersamaku dan Sera untuk sementara waktu? Kasihan Chela kalau harus ditinggal sendirian di apartemen hanya dengan pengasuh jika kau sedang bekerja!" Gamal memberi usul.


"Rach, Sera dan Gaby itu sebelas duabelas, aku rasa kalau Rach menolak, sudah pasti Sera dan Gaby pun akan menolak juga!" Dimas yang paham tabiat ketiga cucu perempuan keluarga Anderson sangsi dengan usulan Gamal.


"Untuk sementara waktu tinggallah di rumahku, sampai kondisi mom dan dad tenang serta bisa menerima keadaannya!" Raf memberikan saran.


"Terima kasih, tapi aku tidak mau merepotkan kalian, kasihan kakak ipar yang sedang hamil muda dan Raguel juga masih sangat bayi, pasti nanti kalian akan tambah repot kalau ada aku dan anak itu" Rich yang mendengar kabar bahwa Menta sedang hamil lagi dan tidak bisa bangun dari tempat tidur merasa tidak enak hati.


"Jangan begitu, Menta tidak keberatan kok, lagian Chela kan punya pengasuh, jadi Menta pasti tidak akan direpotkan!" Raf yang sebelumnya telah menduga bahwa Rich akan diusir dari kediaman Ron dan Ayu, sudah terlebih dahulu meminta ijin kepada istrinya untuk mengajak mereka menginap sementara waktu sampai kondisi kembali kondusif.


"Aku rasa Raf benar, selama Chela ada yang mengasuh, maka seharusnya tidak akan jadi masalah, seperti halnya di rumahku kemarin saja, semua keperluan Chela disiapkan oleh pengasuhnya" Gide mendukung usul Raf.


"Benar Rich, saat ini memang hanya rumah Raf saja yang paling memungkinkan, selain kalian berdua sangat dekat, Menta juga cukup netral karena dia adalah menantu, jadi ia pasti bisa diajak berfikir lebih objektif dibandingkan Rach, Gaby dan Sera" Dimas menambahkan.


"Aku setuju, setidaknya sampai mommy Ayu bisa menerima kenyataan ini saja, karena semarah-marahnya orang tua, pasti tidak akan tega terhadap anaknya sendiri, apalagi kepada cucunya yang sedang sakit" Gamal memberikan pandangannya.

__ADS_1


"Ayo kemasi barangmu, kita jemput Chela untuk tinggal di rumahku!" Raf memberi dukungan semangat kepada adik sepupunya itu.


__ADS_2