Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Will You Marry Me?


__ADS_3

"Kak terima kasih ya karena sudah mau menjemputku" Runi berkata kepada Rich ketika mereka sedang berada di perjalanan menuju kantor pusat Anderson. Runi sebagai perwakilan dari Perusahaan Putra Ankasa yang sedang menangani proyek kerja sama dengan perusahaan Anderson memang lebih sering bekerja di kantor tersebut bersama Burhan dan juga Haris, sehingga keduanya memang bekerja di lokasi yang sama setiap harinya.


"Kau tidak perlu berterima kasih karena itu kan adalah tanggung jawabku, jadi mulai saat ini sampai sampai selamanya aku akan melakukannya terus untukmu!" Rich menjawab sambil mengendarai mobilnya.


"Hah maksudnya!?" gadis itu belum paham maksud ucapan Rich.


"Kau kan kekasihku, jadi aku berkewajiban untuk menjaga dan melindungimu setiap saat!" dengan rasa percaya diri yang tinggi Rich berbicara tentang statusnya terhadap Runi, bahkan sebelum gadis itu menyetujuinya sama sekali.


"Kakak kenapa percaya diri sekali? memang sudah yakin aku mau menerimamu jadi kekasih?" Runi bertanya sambil senyum-senyum.


"Memangnya kau mau menolakku?" mantan casanova itu menoleh sesaat menatap wajah Runi sebelum akhirnya ia kembali fokus menyetir.


"Emmmmm bagaimana ya?" gadis itu menggofa Rich.


"Loh kok berhenti kak!?" Runi protes saat Rich secara mendadak memberhentikan mobilnya di tepian jalan yang agak sepi.


"Sayang, aku tau jika aku bukanlah pria yang baik dan sempurna, tapi saat ini aku sedang belajar memperbaiki diriku agar pantas menjadi pendampingmu! Apakah kau mau menjadi istriku dan ibu bagi anak-anakku kelak?" Rich meraih tangan gadis pujaannya dan menggenggamnya dengan sangat erat.


"Kak, apa ini artinya kau sedang melamarku?" Runi sungguh sangat terkejut dengan ucapan Rich yang terkesan mendadak.


"Aku ingin menikahimu sesegera mungkin, kalau kau bersedia nanti malam sepulang dari kantor aku ingin membicarakannya dengan kedua orang tuamu, kau mau kan!?" pria itu menatap lekat wajah cantik Runi.


"Kak,," putri dari Hendro dan Dini itu kehilangan kata-katanya.


"Kalau kau tidak menjawab, aku anggap kau menerimaku ya!?" Rich masih menatap lekat, sementara Runi juga tidak menjawab apa-apa sama sekali.


"Berarti aku diterima kan? terima kasih ya sayang!" Rich meraih tangan Runi dan mengecupnya, sementara Runi hanya tersenyum malu-malu mendapatkan perlakuan romantis dari pria itu.


"Ayo kak jalan lagi, sudah siang nih, nanti terlambat!" meskipun hati Runi berbunga-bunga, namun ia juga tetap tidak melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang pekerja.


"Siap yang mulia ratu" angguk Rich penuh kebahagiaan setelah lamarannya diterima oleh sang pujaan hatinya.


..........


"Ayo sayang" mantan casanova itu meraih jemari Runi saat mereka turun dari mobil.

__ADS_1


"Kak malu" Runi hendak menolak dengan menarik tangannya, namun Rich menahan gadis itu.


"Kenapa mesti malu, kau itu calon istriku, calon nyonya besar dari salah satu pewaris perusahaan ini!" jawab Rich cuek ketika mereka melenggang melewati lobby kantor.


"Tapi,," masih berusaha melepaskan diri.


"Tidak ada tapi-tapi, atau nanti kau aku cium di depan semua orang disini!" Rich tersenyum usil.


"Ishhh kau itu benar-benar menyebalkan!" Runi menggerutu.


"Tapi romantis kan?" kerlingnya dengan nakal.


"Apanya yang romantis?" menyanggah ucapan Rich.


"Ya akunya" jawabnya dengan percaya diri.


"Dihhhh sok pede, ngelamar aja di dalem mobil, dipinggir jalan lagi, dari mana romantisnya!?" Runi mencibir.


"Jadi kau mau aku lebih romantis lagi?" Rich tiba-tiba menarik tangan Runi dan berhenti di tengah lobby.


Prok Prok Prok...


"Permisi, selamat pagi semua, mohon perhatiannya sejenak,," Rich berteriak kepada seluruh karyawan yang sedang berjalan di lobby.


"Kak kau mau apa?" wajah gadis itu sudah merah seperti kepitung rebus.


"Tadi pagi saat berangkat di mobil aku melamar gadis cantik disebelahku ini agar mau menjadi ibu dari anak-anakku kelak. Sesungguhnya ia sudah menerimaku, namun katanya aku tidak romantis karena menyatakannya di dalam mobil dan ditepi jalan raya. Jadi saat ini aku ingin mengulangi lagi lamaranku kepadanya di depan semua orang sebagai bentuk keseriusanku kepadanya" jelas pria itu dengan sangat lantang.


"Kakkk,," Runi seperti ingin mencari lobang semut untuk menyembunyikan wajahnya yang sangat menahan malu.


"Putri Arunika, will you be my future?" Rich berlutut dan memberikan sebuah cincin kepada Runi.


"Kak!?" gadis itu dibuat semakin tidak berkutik.


"Terima, terima, terima.." semua orang mendukung Rich.

__ADS_1


"Will you marry me?" tanya Rich lagi dan dijawab dengan sebuah anggukan malu-malu dari Runi.


"Yeahhhhhhhhh" anggukan Runi pun disambut dengan sangat riuh oleh semua orang yang melihatnya.


"Thank you my love" Rich kemudian memasangkan cincinnya dan mengecup serta memeluk sang kekasih dengan penuh cinta.


"Kak ayo sudah, aku malu nih" bisik Runi saat Rich sengaja berlama-lama memeluknya di depan semua karyawan.


"Baiklah, terima kasih atas waktu yang sudah diluangkan serta dukungannya untuk kami. Selamat berkerja dan semoga hari kita semua menyenangkan" Rich kemudian melambaikan tangan dan berjalan ke arah lift dengan merangkul pinggang Runi dengan sangat posesif sebagai tanda kepemilikannya.


"Kak,," Runi menatap cincin di jari manis tangan kirinya.


"Hemm?" Rich masih sibuk memeluk pinggang Runi dengan posesif.


"Kenapa tiba-tiba ada cincin ini?" tanyanya penasaran.


"Aku membelinya kemarin saat kita di mall" jawab Rich masih dengan memeluk kekasihnya itu.


"Di mall? kapan?" Runi merasa tidak melihat Rich mendekati toko perhiasan apalagi sampai membelinya.


"Aku sengaja membelinya dengan diam-diam saat pergi ke toilet" jawabnya lagi.


"Lalu kenapa tidak tadi saat di mobil diberikannya?" masih seperti seorang polisi yang mengintrogasi tersangka kejahatan.


"Sebenarnya aku mau memberikan ini nanti malam saat aku berbicara serius dengan kedua orang tuamu, tapi karena ada yang tidak sabar menjadi nyonya Richard Anderson, ya sudah deh aku berikan tadi saja saat di lobby!" jelasnya sambil tersenyum usil.


"Ih kok fitnah sih? memangnya siapa yang tidak sabar? aku kan cuma bilang tidak romantis! kakak memutarkan fakta seenak jidat saja!" gerutu Runi sambil memukul dada Rich.


"Ahahahahah iya ampun, ampun, ampun ahahahah yang tidak sabar itu maksudnya aku sayang, kalau bisa saat ini juga aku ingin menikahimu dan menjadikan kau nyonya Rich!" pria itu pada akhirnya mengakui bahwa dirinyalah yang tidak sabar.


"Ishhh dasar menyebalkan!" memajukan bibir.


"Tahan bibirmu sayang, kalau tidak aku akan melahapnya sampai habis!" Rich memperingatkan Runi agar tidak bersikap menggemaskan.


"Kakkk!!" gadis itu kemudian memukul dada Rich sekali lagi sebelum akhirnya ia keluar dari lift, meninggalkan sang kekasih barunya itu dengan gelak tawa bahagia melihat sikap malu-malunya.

__ADS_1


__ADS_2